EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS KEUANGAN
IHSG Tertekan, Rizal Taufikurahman INDEF: Tata Kelola Sistem Keuangan Harus Diperbaiki

Oplus_131072

IHSG Tertekan, Rizal Taufikurahman INDEF: Tata Kelola Sistem Keuangan Harus Diperbaiki

Yudi Permana oleh Yudi Permana
17 Februari 2026
Kategori KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, Ekoin.co – Anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada 28-29 Januari 2026 pasca-pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) sehari sebelumnya menjadi sorotan banyak pihak.

Dinamika itu memicu trading halt hingga 2 kali, dan berimbas pada mundurnya lima pejabat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Januari 2026.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Rizal Taufikurrahman menilai longsornya IHSG jangan hanya disorot statistiknya. Namun, bagaimana cara pemangku kepentingan, yakni Bursa Efek Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan, dalam menjaga kredibilitas dan stabilitas sistem keuangan Indonesia.

“Bagaimana ternyata, selama ini pengelolaan sistem keuangan kita keropos dan harus diperbaiki,” kata Rizal saat berbincang dengan Eddy Wijaya dalam podcast EdShareOn yang tayang pada Rabu, 11 Februari 2026.

Seperti diketahui, MSCI dalam laporannya menyebut tiga persoalan di pasar modal Indonesia. Yakni struktur kepemilikan saham yang tidak jelas, rendahnya free float efektif yang sering tidak mencerminkan likuiditas riil, dan indikasi adanya perdagangan saham terkoordinasi yang merusak keadilan pasar.

Berita Menarik Pilihan

BI Akselerasi Besar-besaran Pembayaran Digital, Target 60 Juta Pengguna QRIS

Penukaran Uang Rupiah Lebaran 2026: BI Siapkan Rp185 Triliun, Bisa Lewat Perbankan dan QRIS

Ini bukan kali pertama pasar modal Indonesia dihantam sinyal negatif dari lembaga internasional. Selain dari MSCI, tata kelola pasar modal Indonesia juga disoroti negatif oleh Goldman Sachs dan baru-baru ini, oleh lembaga pemeringkat kredit global, Moodys Ratings.

Menurut Rizal, aturan main di pasar modal Indonesia harus ditegakkan. Penyempurnaan tata kelola ini mesti dijalankan oleh meritokrat yang tidak punya kepentingan dalam konteks politik.

“Tata kelola terkait erat dengan orangnya (yang menjalankan). Bukan yang ngetop tapi yang profesional, kuat di teknis, paham praksis, tahan terhadap intervensi, konsisten dengan tupoksi, dan bisa menjaga market,”  ujarnya.

Ia juga mengatakan, bahwa yang juga harus dibenahi adalah transparansi pasar modal Indonesia. OJK mesti memastikan praktik industri pasar modal Indonesia sesuai dengan standar Internasional agar menarik investor global. Artinya, praktik manipulasi seperti saham gorengan dan insider trading mesti disapu bersih dari pasar saham.

“Kalau tidak ada transparansi, (guncangan) jangka pendek bisa kambuh lagi karena kondisi di dalamnya (sistem) ternyata masih keropos,” kata Rizal.

Adapun terkait optimisme Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal IHSG yang bisa to the moon ke level 10.000, Rizal menilainya sebagai tantangan besar. Apalagi jika pemerintah memilih pejabat yang tidak sesuai harapan pasar.

“Saya kira Pak Purbaya mungkin lupa, pondasi market itu sebenarnya karena kredibilitas. Walau IHSG pelan-pelan naik, tapi kalau faktor-faktor yang mempengaruhi market tidak diperbaiki, maka kondisinya akan sangat berat,”  ujarnya.

Rizal menambahkan, ada banyak faktor yang ikut menentukan pasar modal Indonesia. Tak hanya sektor keuangan atau makronya, tapi juga sektor riil yang ikut menjaga kredibilitas pasar modal.

“Amblesnya IHSG sendiri bisa mempengaruhi investasi asing ke sektor riil dalam negeri. Bisa berpeluang begitu kalau tidak segera dibenahi. Karena kalau likuiditas di market berat, perbankan berat, suku bunga tinggi, aksesibilitas investor juga sulit, lama-lama investor (berpikir) mending keluar ke negara lain saja,” ucap dia. (*)

Tags: IHSG TertekanIndefRizal Taufikurahmansistem keuangantata kelola
Post Sebelumnya

Gelar Perundingan dengan Trump, Presiden Prabowo Terbang ke Washinton DC

Post Selanjutnya

Menu Makan Bergizi di Atas Papan Tulis: Saat Anggaran Pendidikan Jadi ‘Dapur Umum’ Pemerintah

Yudi Permana

Yudi Permana

Berita Terkait

Bank Indonesia menargetkan QRIS merambah ke 8 negara dan menggandeng 45 juta merchant, mayoritas sektor mikro, untuk memperkuat kedaulatan Rupiah, Senin (16/2/2026).

BI Akselerasi Besar-besaran Pembayaran Digital, Target 60 Juta Pengguna QRIS

oleh Ainurrahman
16 Februari 2026
0

“Kami menyediakan alternatif yang lebih murah, efisien, dan sederhana bagi masyarakat saat bertransaksi di luar negeri,” tambah Willy.

Deputi Gubernur BI Ricky P. Gozali (tengah) bersama pimpinan perbankan menunjukkan uang Rupiah layak edar dalam peluncuran program SERAMBI 2026 di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat (13/2/2026). BI menyiapkan Rp185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan uang tunai masyarakat selama Ramadan dan Lebaran tahun ini.

Penukaran Uang Rupiah Lebaran 2026: BI Siapkan Rp185 Triliun, Bisa Lewat Perbankan dan QRIS

oleh Ainurrahman
14 Februari 2026
0

Dari jumlah tersebut, sebesar Rp177 triliun dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan perbankan, termasuk penarikan tunai melalui ATM dan kantor cabang perbankan.

BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk Layani Penukaran Uang Jelang Lebaran Idul Fitri 2026

BI Siapkan Rp 8,6 Triliun untuk Layani Penukaran Uang Jelang Lebaran Idul Fitri 2026

oleh Ainurrahman
13 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) menyiapkan Rp 8,6 triliun untuk layanan penukaran uang dengan nominal sebesar Rp5,3 juta per...

IHSG dibuka melemah 0,31 persen ke posisi 8.240 seiring kekhawatiran pasar terhadap penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody's.

IHSG Hari Ini 13 Februari: Indeks Melemah, Pasar Tunggu Sarasehan Ekonomi Presiden Prabowo

oleh Ainurrahman
13 Februari 2026
0

Pemerintah berharap pertemuan tersebut akan menjawab keresahan terkait keputusan Moody's Ratings, yang menurunkan outlook peringkat kredit Indonesia dari stabil menjadi negatif.

Post Selanjutnya
Guru honorer Reza Sudrajat saat memberikan keterangan terkait gugatan UU APBN 2026 di Mahkamah Konstitusi. Pemohon mempersoalkan alokasi dana Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp223 triliun yang diambil dari pos anggaran pendidikan, Senin (16/2/2026).

Menu Makan Bergizi di Atas Papan Tulis: Saat Anggaran Pendidikan Jadi 'Dapur Umum' Pemerintah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.