Jakarta, Ekoin.co – Kabar menggembirakan datang untuk pencinta musik pop Indonesia era 2000-an.
Dua solois muda, Difki Khalif dan Prinsa Mandagie, resmi menghadirkan versi terbaru lagu Seandainya yang sebelumnya dipopulerkan oleh band Vierratale.
Lagu yang lekat dengan memori generasi 2000-an itu kini dibalut interpretasi modern tanpa menghilangkan emosi khas yang membuatnya begitu ikonik.
Kolaborasi ini lahir dari sinergi dua label besar, Musica Studios dan Sony Music Entertainment Indonesia, yang ingin menghadirkan nuansa nostalgia dalam kemasan baru.
Prinsa mengaku memiliki kedekatan emosional dengan lagu tersebut karena menjadi bagian dari perjalanan musikal masa mudanya.
Karena itu, proyek ini tidak sekadar remake, tetapi juga penghormatan terhadap karya yang membentuk selera musik generasinya.
Perbedaan karakter vokal menjadi tantangan sekaligus kekuatan utama kolaborasi ini.
Difki yang tumbuh dengan nuansa band harus menyesuaikan pendekatannya dengan gaya vokal Prinsa yang lebih emosional dan matang.
Proses penyatuan warna suara dilakukan melalui workshop intensif agar harmoni terasa natural. Pendekatan ini membuat keduanya mampu menghadirkan dinamika vokal yang lebih kaya dibanding versi sebelumnya.
Secara musikal, aransemen baru menghadirkan lapisan produksi yang lebih megah.
Unsur orkestra disisipkan untuk memperkuat atmosfer emosional, namun fondasi pop-rock tetap dipertahankan agar lagu masih terasa akrab di telinga pendengar lama.
Hasilnya adalah versi yang terdengar modern, lebih bertenaga, tetapi tetap membawa ruh nostalgia yang kuat.
Versi terbaru ini menjadi jembatan antara kenangan lama dan selera musik masa kini.
Difki dan Prinsa berhasil menjaga keseimbangan antara penghormatan pada karya asli dan eksplorasi karakter musikal mereka sendiri.
Lagu ini kini sudah dapat dinikmati di berbagai platform musik digital, membuka ruang bagi generasi baru untuk merasakan kembali emosi yang sama seperti saat lagu ini pertama kali populer.





