EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
AS Gempur Tiga Situs Nuklir Iran

AS Gempur Tiga Situs Nuklir Iran

AS menggempur tiga fasilitas nuklir Iran dengan bom bunker‑buster dan rudal Tomahawk. Iran tegas tak terganggu program nuklirnya meski AS klaim hancurkan situs.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 Juni 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Teheran, EKOIN.CO – Amerika Serikat resmi melancarkan serangan udara dan laut terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran—Fordow, Natanz, dan Isfahan—pada Minggu pagi, 22 Juni 2025. Presiden AS Donald Trump mengumumkan melalui platform Truth Social bahwa pesawat-pesawat AS telah berhasil keluar dari wilayah udara Iran setelah operasi itu.

Operasi besar ini menggunakan enam bom “bunker buster” GBU-57A/B yang dijatuhkan oleh pesawat siluman B‑2 Spirit ke Fordow, serta sekitar 30 rudal Tomahawk yang diluncurkan dari kapal selam untuk menyerang Natanz dan Isfahan.

Presiden Trump menyebut serangan ini “spektakuler” dan mengatakan fasilitas-fasilitas nuklir Iran itu “telah benar‑benar hancur total”. Ia sekaligus memperingatkan serangan lanjutan jika Iran tidak memilih perdamaian.

Iran—melalui media pemerintah IRNA dan pejabat lembaga nuklir—mengonfirmasi serangan tersebut, namun menegaskan tidak ada peningkatan radiasi dan fasilitas nuklir tetap menjalankan programnya.

Serangkaian Serangan Terpadu

Pesawat B‑2 Spirit dipakai dalam serangan ke Fordow karena fasilitas ini terletak hingga 90 meter di dalam gunung dan sangat terlindungi. Menurut laporan, enam bom bunker buster digunakan untuk menembus lapisan batu dan beton keras sebelum meledak.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Serangan terhadap Natanz dan Isfahan dikawal oleh gelombang rudal Tomahawk dari kapal selam AS, sementara serangan Israel sebelumnya telah melemahkan pertahanan udara dan peluncur rudal permukaan ke permukaan Iran.

Badan Energi Atom Iran menyatakan bahwa meski ada ledakan, tidak ada kontaminasi dan kegiatan nuklir tetap berlangsung. Pihaknya memastikan program nuklir “tidak akan berhenti” dan menuduh AS bertindak melawan hukum internasional.

Implikasi Hukum dan Politik

Serangan tersebut menimbulkan kontroversi. Beberapa politisi AS mempertanyakan legalitas aksi ini tanpa persetujuan Kongres. Rep. Thomas Massie menyebutnya “tidak konstitusional”, sementara Rep. Jim McGovern memohon agar legislatif segera dipanggil untuk menilai tindakan ini.

Di sisi lain, tokoh seperti Sen. Lindsey Graham dan Sen. John Fetterman memberi dukungan penuh terhadap Trump, menegaskan Iran adalah ancaman nyata dan tindakan militer diperlukan.

Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyebut serangan ini sebagai eskalasi berbahaya yang bisa memperluas konflik, dan mendesak semua pihak kembali ke diplomasi.

Negara-negara seperti Selandia Baru, Australia, dan Meksiko menyerukan penurunan ketegangan, sementara Venezuela dan Kuba mengecam serangan yang menurutnya melanggar hukum internasional.

Reaksi Iran dan Respons Militer

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi memperingatkan bahwa aksi AS akan berujung konsekuensi abadi, dan menegaskan hak Iran untuk mempertahankan diri.

Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei, sebelumnya memperingatkan kalau campur tangan AS akan menyebabkan “kerugian yang tak bisa diperbaiki” bagi Amerika Serikat.

Seorang juru bicara komite darurat di Qom, Morteza Heidari, menyatakan bahwa bagian Fordow sebenarnya telah dievakuasi sebelum serangan, menghindari kerugian besar di antara personel atau teknisi.

Iran berpotensi menyerang balik fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah, sebagai tanggapan atas apa yang mereka sebut agresi terang-terangan AS–Israel.

Latar Belakang Konflik

Serangan AS ini terjadi setelah lebih dari seminggu serangan udara Israel terhadap infrastruktur nuklir dan rudal Iran, yang menggunakan pesawat siluman F‑35I dan drone Mossad untuk melemahkan pertahanan Iran lebih dulu.

Menurut Bloomberg dan Reuters, AS sebelumnya menjanjikan tidak akan terlibat langsung, namun keputusan Trump dipengaruhi oleh tekanan politik dan rekomendasi dari Israel agar ada intervensi AS.

Serangan ini menandai penggunaan nyata pertama bom super besar MOP dalam konflik berskala internasional, memperlihatkan tingkat eskalasi yang sangat tinggi dalam sejarah militer modern.


 

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


Serangan ini menandai eskalasi langsung AS dalam konflik Iran-Israel, menimbulkan pertanyaan soal legalitas dan risiko geopolitik global.
Dukungan dan kecaman datang dari berbagai faksi politik dan negara, mencerminkan perpecahan global.
Iran menyampaikan ketegasan menjaga program nuklirnya sambil mengecam agresi asing.
Diplomasi dan konsultasi internasional sangat diperlukan untuk meredam konfrontasi lebih lanjut.
Pengawasan ketat terhadap perkembangan regional direkomendasikan, agar konflik tidak melebar dan menjadi perang besar.
(*)

Tags: B‑2 SpiriteskalasiFordowGBU‑57hukum internasionaliranIsfahanNatanzTomahawktrump
Post Sebelumnya

Harga Sayur Meroket Dampak Demo Truk

Post Selanjutnya

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Perluas Kawasan Bebas Asap Rokok di Bekasi

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Perluas Kawasan Bebas Asap Rokok di Bekasi

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Perluas Kawasan Bebas Asap Rokok di Bekasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.