EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Alasan Ekspor Batu Bara RI ke China-India Turun

Alasan Ekspor Batu Bara RI ke China-India Turun

Permintaan batu bara Indonesia dari China dan India menurun akibat meningkatnya produksi domestik kedua negara tersebut. Pemerintah melalui ESDM mendorong perluasan pasar ekspor ke ASEAN, sementara tren global juga menunjukkan pergeseran menuju energi bersih yang berpotensi mengurangi ketergantungan pada batu bara dalam jangka panjang.

Ray oleh Ray
26 Juni 2025
Kategori EKOBIS, ENERGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Penurunan ekspor batu bara Indonesia ke dua pasar utamanya, yakni China dan India, menjadi perhatian serius pemerintah. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) kini mendorong para pelaku usaha untuk memperluas cakupan pasar ekspor menyusul berkurangnya permintaan dari dua negara tersebut.

Kondisi ini disebabkan oleh peningkatan produksi dalam negeri di China dan India. Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba), Tri Winarno. “Ya karena produksi, karena memang supply lagi over, India sama China kan produksinya meningkat,” kata Tri saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM, Kamis (26/6/2025).

Meski belum dapat menjabarkan proyeksi ekspor hingga akhir tahun, pemerintah tetap mempertahankan target produksi nasional tahun ini sebesar 715 juta ton. Sebagai respons atas situasi ini, ESDM mengajak pelaku usaha untuk menjajaki pasar potensial lain, terutama di kawasan ASEAN seperti Vietnam dan Malaysia. Upaya diversifikasi ekspor tersebut dilakukan melalui skema kerja sama business-to-business (B2B).

Laporan terbaru yang dirilis Energy Shift Institute (ESI) juga menguatkan sinyal penurunan ekspor batu bara ke China dan India. Hazel Ilango, Principal dan Pemimpin Kajian Transisi Batu Bara Indonesia di ESI, menjelaskan bahwa permintaan batu bara Indonesia ke depan akan mengalami perubahan struktural akibat pergeseran menuju energi baru terbarukan (EBT).

“Kita juga melihat pergeseran struktural dalam permintaan. Berdasarkan riset EMBER, grafik di sebelah kiri menunjukkan bahwa di Tiongkok, permintaan listrik baru (garis hitam) terus meningkat, sementara pembangkit fosil (garis merah) mulai melandai sejak awal 2010-an,” kata Hazel dalam peluncuran laporan ESI berjudul Coal in Indonesia: Paradox of Strength and Uncertainty, dikutip Rabu (18/6/2025).

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Tren serupa juga mulai tampak di India, walaupun berjalan lebih lambat. Hazel menambahkan bahwa dua pertiga pertumbuhan kebutuhan listrik India masih disokong batu bara, namun arah pergeseran ke energi bersih semakin kuat. “Jika tren ini berlanjut, ekspor batu bara Indonesia bisa stagnan atau bahkan turun dalam jangka panjang,” ujarnya.

Sebagai tambahan, Presiden China Xi Jinping pada 2024 menegaskan kembali komitmen negaranya terhadap target iklim 2035. Disebutkan bahwa 81% pertumbuhan permintaan listrik Tiongkok tahun lalu dipenuhi oleh energi bersih, sehingga ketergantungan terhadap batu bara mulai mendekati titik jenuh.

Tags: ASEANbatu baraChinaCoal in Indonesiaekspor batu baraenergi bersihenergi terbarukanEnergy Shift InstituteHazel IlangoIndiaKementerian ESDMMalaysiapasar eksporproduksi batu barariset EMBERtarget iklim 2035transisi energiTri WinarnoVietnamXi Jinping
Post Sebelumnya

Kemnaker: BSU Tidak Cair Bila Tak Memenuhi Syarat

Post Selanjutnya

Ginanjar Hadiri Sidang di Mahkamah Konstitusi Terkait Sengketa Pemilu

Ray

Ray

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
Ginanjar Hadiri Sidang di Mahkamah Konstitusi Terkait Sengketa Pemilu

Ginanjar Hadiri Sidang di Mahkamah Konstitusi Terkait Sengketa Pemilu

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.