EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Penundaan Subsidi Transportasi Massal Jadi Sorotan

Penundaan Subsidi Transportasi Massal Jadi Sorotan

“Trayek Trans Jogja dan Trans Metro Dewata berhenti karena subsidi pusat tak diperpanjang.” – “Skema subsidi MRT dan BRT masih belum didefinisikan oleh pemerintah hingga kini.”

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
28 Juni 2025
Kategori EKOBIS, INFRASTRUKTUR
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,  EKOIN.CO – Pemerintah hingga kini belum merealisasikan janji subsidi transportasi massal seperti MRT dan BRT. Beberapa trayek yang bergantung pada subsidi pusat justru dihentikan operasinya, menunjukkan skema pendanaan yang belum terdefinisi dengan jelas.

Janji subsidi transportasi

Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming dalam kampanye Pilpres 2024 menyatakan akan memberikan subsidi besar untuk transportasi publik seperti MRT dan BRT. Subsidi ini diharapkan memperluas akses angkutan massal dan menggantikan kendaraan pribadi agar mendukung target lingkungan dan mobilitas perkotaan.

Kondisi trayek berdasarkan data terbaru

Namun tragisnya, trayek Trans Jogja (DI Yogyakarta) dan Trans Metro Dewata (Bali) menghentikan operasi per 31 Desember 2024. Subsidinya dari Ditjenhubdat yang berjalan sejak 2020 tidak diperpanjang, dan kedua daerah itu tidak mengambil alih pendanaan operasionalnya

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Dampak penghentian layanan

Penutupan layanan ini menyulitkan masyarakat pengguna yang tergantung pada transportasi publik. Pelajar, pekerja, dan warga lanjut usia terpaksa beralih ke kendaraan pribadi atau alternatif yang kurang efisien.

Ketiadaan skema lanjutan

Hingga Juni 2025, belum ada kejelasan soal skema subsidi lanjutan dari pemerintah pusat. Belum terlihat mekanisme seperti Buy The Service atau alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) yang dirancang untuk menjembatani kekosongan pendanaan.

Studi kasus Trans Jogja

Trans Jogja, yang dulu beroperasi tiga koridor, kini vakum. Sejak subsidi ditarik, Pemda DIY tidak menyuntik anggaran pengganti, menimbulkan kekhawatiran atas keberlanjutan transportasi massal di Yogyakarta.

Studi kasus Trans Metro Dewata

Trans Metro Dewata melayani lima koridor di Bali. Batalnya subsidi pusat memaksa trayek terhenti, yang berdampak pada pariwisata dan mobilitas warga setempat

.Pengalaman Metro Jabar Trans

Sebaliknya, Metro Jabar Trans di Bandung tetap beroperasi enam rute sejak 1 Januari 2025. Namun ini pembiayaan lokal tanpa subsidi pusat, jadi bukan representasi janji kampanye nasional

Evaluasi historis subsidi sebelumnya

Skema subsidi angkutan umum sebelumnya berjalan sejak 2020 dengan basis pembelian layanan melalui APBN. Sebanyak 14 kota mendapat dana dan bus operasional hingga tahun 2024

Tren dana subsidi dari APBN

Direktorat Angkutan Jalan menyebut subsidi APBN tumbuh dari Rp57 miliar di 2020, Rp293 miliar (2021), Rp550 miliar (2022), hingga Rp626 miliar (2023). Anggaran 2024 hanya sekitar Rp500 miliar Apa yang terjadi di daerah lain

Beberapa daerah mengambil alih layanan dengan APBD—misalnya Trans Jakarta, Trans Padang, dan lain-lain—tetapi masih banyak region yang mengandalkan subsidi pusat

Provinsi dengan inisiatif lokal Provinsi seperti Aceh, DI Yogyakarta, dan Bali berupaya menyediakan angkutan massal mandiri, namun tanpa subsidi pusat banyak trayek akhirnya tak beroperasi

Anjuran dari pakar transportasi

Pakar Djoko Setijowarno menekankan pentingnya pendekatan “dorong dan tarik” agar warga mau beralih ke transportasi massal. Ia menyarankan sinergi APBN, APBD, CSR, dan BUMN untuk mendukung armada bus .Tanggung jawab daerah

Menurut Djoko, kunci terletak pada kemauan politik pemerintah daerah. Jika kuat, mereka dapat menggunakan DAK atau sebagian subsidi BBM untuk membiayai transportasi umum

Strategi pembiayaan alternatif

Pemerintah disarankan mengalihkan dana subsidi BBM—yang mayoritas dinikmati pemilik kendaraan pribadi—untuk transportasi publik, mengalokasikan minimal 10% PKB dan pemasukan opsen untuk moda umum

Peran CSR dan TJSL

CSR perusahaan swasta dan TJSL BUMN bisa digunakan untuk membeli armada dan infrastruktur, seperti yang dilakukan di Prancis. Ini dapat mengurangi beban APBD dan APBN

Mekanisme Buy The Service

Rencana skema pembelian layanan perlu dipertahankan dan dikembangkan, sesuai tren sebelumnya, agar operator tidak rugi dan layanan terus berjalan.

Infrastruktur pendukung

Penggunaan halte, terminal, dan badan bus untuk iklan juga dianjurkan sebagai sumber pendanaan tambahan.

Jika subsidi pusat terlambat

Banyak trayek daerah yang gagal ambil alih operasional. Ini menyoroti perlunya jadwal transisi jelas dari pemerintah pusat ke daerah.

Perlunya regulasi pendukung

Dokumen seperti Peraturan Menteri Dalam Negeri perlu diperjelas agar pemda wajib mengalokasikan dana secara proporsional untuk transportasi umum.

Dampak terhadap mobilitas warga

Kematian trayek transportasi massal membatasi akses masyarakat ke pusat kerja, sekolah, dan layanan kesehatan, yang akhirnya menambah ketergantungan pada kendaraan pribadi.

Relevansi dengan target nasional

Subsidi transportasi adalah bagian dari visi “Indonesia Maju” dan agenda mitigation perubahan iklim yang dicanangkan pemerintah

Respon pernyataan pemerintah

Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi pemerintah terkait penundaan subsidi MRT/BRT nasional dan penghentian trayek daerah.

Tanggapan masyarakat

Belum ada sikap resmi dari masyarakat atau forum pengguna transportasi umum atas keputusan penghentian trayek. Namun banyak keluhan sosial media tentang ketiadaan armada publik.

Evaluasi positif Metro Jabar Trans

Studi awal menunjukkan Metro Jabar masih diminati, jadi jika subsidi lokal berkelanjutan, potensi peningkatan jumlah penumpang kemungkinan besar tinggi .

Tantangan utama

Ketiadaan skema pendanaan berikutnya, anggaran pusat terbatas, dan lemahnya regulasi menjadi penghambat.

Peluang perbaikan

Kesempatan masih terbuka untuk memperkuat skema Buy The Service, mengoptimalkan DAK, dan memaksa pemda mengalokasikan pajak transportasi.

Studi banding internasional

Negara seperti Prancis sukses mengintegrasikan CSR untuk moda umum. Indonesia bisa meniru model tersebut agar pendanaan lebih beragam.

Peran teknologi dan inovasi

Sistem digital ticketing, penjadwalan waktu real time, dan iklan digital di armada bisa meningkatkan pendapatan non‑tarif.

Partisipasi BUMN dan swasta

Kemitraan publik-swasta perlu diarahkan untuk membiayai infrastruktur tanpa membebani APBN atau APBD secara langsung.

Perlunya audit dan transparansi

Setiap alokasi dana, baik subsidi atau CSR, harus diaudit dan dipublikasikan agar publik dapat memantau efisiensi dan efektivitasnya.

Harapan pengguna

Masyarakat berharap pemerintah segera menetapkan skema pendanaan jangka panjang agar trayek-trayek berhenti bisa kembali beroperasi.

Tantangan legislatif

DPR dan Kemendagri perlu mengharmonisasi peraturan agar pemda tidak sekadar tergantung pada subsidi pusat dalam operasional layanan massal.

Konsistensi janji kampanye

Subsidi transportasi salah satu janji utama hukumnya harus jelas, agar integritas dan kredibilitas pemerintah terjaga di mata publik.

Peran media

Media seperti EKOIN.CO perlu terus mengawal perkembangan kebijakan ini agar pemerintah benar-benar merealisasikan janji kampanye.

Keterkaitan dengan lingkungan

Transportasi massal yang kuat bisa menurunkan polusi dan kemacetan, sejalan dengan target perubahan iklim nasional.

Kondisi keuangan negara

Pengurangan subsidi BBM dan pemangkasan APBN memberi ruang untuk dialihkan ke transportasi umum, bila dikelola dengan baik.Potensi ekonomi

Transportasi massal dapat menjadi penggerak ekonomi lokal, mendukung sektor UMKM, pariwisata, dan produktivitas tenaga kerja.

Perhatian daerah

Pemerintah daerah yang bijak bisa mengambil alih layanan trayek yang mati agar tak memutus akses warga.

Kendati subsidi transportasi massal masih janji di atas kertas, masih ada peluang memperbaiki skema pendanaan.
Sinergi APBN, APBD, CSR, dan BUMN perlu diwujudkan agar trayek yang mati dapat dihidupkan lagi.
Regulasi dan pengawasan wajib diperkuat agar tukar subsidi BBM dan pajak jalan mendukung moda transportasi.
Audit dan transparansi publik harus dilakukan agar penggunaan dana jelas manfaatnya.
Harapan masyarakat pada janji kampanye harus dijawab dengan kebijakan nyata agar transportasi massal tumbuh dan berkelanjutan.(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

 

Tags: APBDAPBNBRTbuy the serviceCSRkebijakan publikMRTskema pendanaansubsidi transportasi.Trans JogjaTrans Metro Dewatatrayek berhenti
Post Sebelumnya

Panel Surya Tercanggih Asia Kini Diproduksi di Jawa Tengah

Post Selanjutnya

PLN Kembali Jadi Utilitas Terbaik ASEAN versi Fortune

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya
PLN Kembali Jadi Utilitas Terbaik ASEAN versi Fortune

PLN Kembali Jadi Utilitas Terbaik ASEAN versi Fortune

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.