EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda POLKUM HUKUM
APPSI Dukung Mentan Bongkar Mafia Beras Nasional

Sumber dok Pertanian

APPSI Dukung Mentan Bongkar Mafia Beras Nasional

“Pedagang pasar tidak tahu bahwa beras yang kami terima sudah dioplos sejak dari distributor,” ujar Mujiburohman, menanggapi temuan 212 merek beras bermasalah yang dilaporkan ke Kapolri dan Jaksa Agung.

Agus DJ oleh Agus DJ
1 Juli 2025
Kategori HUKUM, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Mujiburohman, secara terbuka mendukung langkah tegas Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memberantas praktik mafia beras yang meresahkan masyarakat dan merugikan pedagang.

Ia menegaskan bahwa para pedagang pasar turut menjadi korban dari peredaran beras oplosan, yang sering kali tidak mereka ketahui kualitasnya sejak diterima dari distributor. Hal ini menurutnya menciptakan ketidakpercayaan konsumen.

“Pedagang pasar kerap kali disalahkan ketika konsumen mendapati kualitas beras yang tidak sesuai. Padahal, banyak dari kami tidak tahu bahwa beras yang kami terima sudah dioplos sejak dari distributor,” ujar Mujiburohman dalam keterangannya, Selasa (1/7).

Ia menyambut baik langkah Kementerian Pertanian dan Satgas Pangan yang telah membongkar gudang-gudang penyimpanan beras oplosan di sejumlah wilayah. Tindakan ini, kata Mujiburohman, tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga nama baik pedagang pasar.

APPSI, lanjutnya, menginginkan adanya sistem pengawasan ketat dan berkelanjutan dari pemerintah terhadap jalur distribusi beras agar pelaku pasar tidak menjadi korban berulang.

Berita Menarik Pilihan

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

Dukungan APPSI dan Tuntutan Pengawasan Ketat

Menurut Mujiburohman, pedagang pasar memerlukan kepastian bahwa produk yang mereka jual berasal dari sumber legal dan terjamin kualitasnya. Ketidakpastian tersebut bisa berdampak buruk pada citra pasar tradisional.

Ia juga meminta para anggota APPSI untuk lebih selektif dalam memilih distributor, serta lebih berhati-hati dalam memastikan asal-usul barang dagangan yang akan mereka perjualbelikan di lapak masing-masing.

“APPSI siap bekerja sama dengan pemerintah untuk menciptakan pasar yang sehat, transparan, dan berpihak kepada masyarakat,” tegasnya.

Ia memuji keberanian Menteri Pertanian dalam menyampaikan laporan resmi kepada pihak kepolisian dan kejaksaan terkait 212 merek beras yang terbukti tidak sesuai standar.

“Kami sangat mendukung langkah Pak Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam hal ini pemerintah dalam membongkar praktik mafia beras tersebut,” ujar Mujiburohman menambahkan.

Temuan Pemerintah dan Langkah Penegakan Hukum

Sebanyak 212 merek beras dilaporkan kepada Kapolri dan Jaksa Agung setelah ditemukan pelanggaran pada standar mutu, berat, dan harga eceran tertinggi (HET), seperti yang disampaikan oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman.

Pelanggaran tersebut ditemukan melalui investigasi bersama antara Kementerian Pertanian, Satgas Pangan, Kejaksaan, Badan Pangan Nasional, dan unsur pengawasan lainnya.

Pemeriksaan menyeluruh dilakukan terhadap 268 merek beras yang beredar di pasar. Proses ini melibatkan 13 laboratorium pengujian di 10 provinsi berbeda.

Hasil uji menunjukkan bahwa sebagian besar merek beras tidak memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah, baik dari segi kualitas maupun informasi kemasan yang tidak akurat.

Pemerintah menegaskan bahwa temuan ini akan menjadi dasar dalam upaya penindakan hukum dan perbaikan sistem distribusi pangan nasional.

Langkah tegas pemerintah dalam membongkar praktik mafia beras mendapat dukungan luas, termasuk dari organisasi pedagang pasar seperti APPSI. Dukungan ini menjadi sinyal penting bahwa pedagang tradisional menginginkan perubahan sistem distribusi yang lebih transparan dan bertanggung jawab.

Penindakan terhadap peredaran beras ilegal tidak hanya melindungi konsumen, tetapi juga memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap pasar tradisional yang selama ini kerap dicurigai sebagai bagian dari masalah. Pemerintah dituntut untuk terus mengintensifkan pengawasan di seluruh rantai pasok.

Keberhasilan investigasi yang melibatkan lintas lembaga menjadi langkah awal dalam memperbaiki ekosistem pangan. Diharapkan upaya ini akan berdampak positif terhadap stabilitas harga, kualitas pangan, dan kesejahteraan pelaku pasar serta masyarakat luas.(*)

Tags: 212 merek berasAndi Amran SulaimanAPPSIBadan Pangan Nasionalberas oplosanBerita ekonomidistribusi berasinvestigasi panganJakartakejaksaankualitas panganmafia berasMenteri PertanianMujiburohmanpasar tradisionalpedagang pasarpengawasan pemerintahSatgas Pangan
Post Sebelumnya

Ini Alasan e-commerce Tutup Dari Indonesia

Post Selanjutnya

Bantuan AS-Israel tanpa PBB Alat Pancing Pembantaian Warga Gaza yang Kelaparan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Tujuh Orang Terjaring OTT KPK, Ketua PN Depok hingga Direktur PT KRB

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Sebanyak tujuh orang terjaring operasi tangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis malam di Kota Depok....

Tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Tangerang, Banten.

Wakil Ketua Pengadilan Depok Diciduk KPK, Begini Respons MA 

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Depok Bambang Setyawan diciduk KPK. Wakil tuhan ini diduga menerima sejumlah dari...

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

Ketua Pengadilan Depok dan Juru Sita Ikut Diamankan KPK

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Depok, Ekoin.co - Tak hanya Wakilnya, Ketua Pengadilan Negeri Kota Depok dan juru sita ikut diamankan dalam operasi tangkap tangan...

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riadi membedah fakta material terkait dugaan korupsi pengadaan Chromebook di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat. Sidang mengungkap adanya grup WhatsApp internal "Core Team" yang diduga menjadi wadah pengaturan spesifikasi dan harga proyek sebelum tender resmi dijalankan. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

JPU Bongkar ‘Mas Menteri Core Team’: Skandal Mark-Up Chromebook 100 Persen Terkuak di Persidangan

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

“Dari bukti elektronik aplikasi pesan singkat, terungkap keberadaan sejumlah grup WhatsApp, termasuk Mas Menteri Core Team, yang secara aktif membahas...

Post Selanjutnya
Bantuan AS-Israel tanpa PBB Alat Pancing Pembantaian Warga Gaza yang Kelaparan

Bantuan AS-Israel tanpa PBB Alat Pancing Pembantaian Warga Gaza yang Kelaparan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.