Jakarta EKOIN.CO – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memberlakukan kebijakan transportasi gratis bagi 15 golongan masyarakat. Kebijakan ini mulai berlaku sejak Rabu, 7 Mei 2025, mencakup layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.
Program ini diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, dalam acara peluncuran di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Selatan. Ia menegaskan kebijakan ini sebagai bentuk komitmen dalam memperluas akses layanan publik dan mengurangi beban biaya transportasi warga.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
15 Golongan Dapat Layanan Transportasi Gratis
Pemprov DKI membagi layanan ini dalam dua jenis kartu: JakCard Combo dan TJ Card.
Pengguna JakCard Combo mencakup:
- PNS dan pensiunan Pemprov DKI
- Tenaga kontrak di Pemprov
- Siswa penerima KJP
- Karyawan bergaji UMP (melalui Bank DKI)
- Warga Rusunawa
- Pengurus PKK
Sementara TJ Card ditujukan untuk:
- Penyandang disabilitas
- Lansia (60 tahun ke atas)
- Veteran RI
- Warga Kepulauan Seribu
- Penerima raskin
- Marbot masjid
- Guru dan tenaga PAUD
- Jumantik
- TNI dan Polri
Cara Dapat Kartu Gratis Transjakarta
Masyarakat wajib melakukan pendaftaran sesuai kategori.
Pendaftar JakCard Combo dapat mendatangi langsung kantor Bank DKI.
Untuk TJ Card, pendaftaran dibuka secara online melalui laman resmi klg.transjakarta.co.id.
Setelah diverifikasi, kartu dapat diambil di lokasi yang telah ditentukan oleh Transjakarta atau mitra terkait.
Gubernur Pramono juga menyampaikan akan memperluas trayek Transjakarta ke wilayah Bodetabek, termasuk jalur Alam Sutera–Blok M.
Langkah ini menyasar sekitar 3,5 juta pekerja harian yang masuk Jakarta. Ia meminta Dinas Perhubungan mempercepat pengoperasian lima trayek baru dalam waktu dekat.
Transportasi Gratis Dorong Masyarakat Beralih dari Kendaraan Pribadi
Kebijakan ini diharapkan mendorong warga untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum.
Pemprov DKI menargetkan peningkatan kualitas udara dan penurunan kemacetan melalui moda terintegrasi.
Dengan layanan yang saling terhubung dan tarif gratis bagi golongan tertentu, Jakarta menargetkan efisiensi dan keadilan dalam akses mobilitas perkotaan.





