EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda BERANDA
Pemerintah dan ExxonMobil Bahas Investasi Energi USD10 Miliar

Sumber dok ekon.go.id

Pemerintah dan ExxonMobil Bahas Investasi Energi USD10 Miliar

Pertemuan Menko Airlangga dan CEO ExxonMobil Indonesia membahas investasi USD10 miliar untuk proyek energi rendah karbon, menciptakan ribuan lapangan kerja, serta memperkuat perdagangan energi Indonesia-Amerika Serikat.

Agus DJ oleh Agus DJ
5 Juli 2025
Kategori BERANDA, EKONOMI, ENERGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima audiensi dari Wade Floyd, CEO baru ExxonMobil Indonesia, di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (1/07). Audiensi tersebut bertujuan memperkuat kerja sama strategis di sektor energi, hilirisasi industri, serta mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya Pemerintah dalam mendorong penguatan hubungan dagang Indonesia dan Amerika Serikat melalui kerja sama energi strategis. ExxonMobil bersama Pertamina tengah menjajaki peningkatan volume impor minyak mentah dan LPG dari AS.

Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung ketahanan energi nasional sekaligus menekan defisit neraca perdagangan sektor energi antara Indonesia dan Amerika Serikat. Pemerintah memandang kerja sama ini sebagai bagian dari transformasi ekonomi jangka panjang.

“Kolaborasi ini menjadi bagian dari agenda besar Indonesia dalam mewujudkan transisi energi, hilirisasi industri, dan target net-zero emission. Pemerintah menilai sinergi dengan pelaku usaha global seperti ExxonMobil menjadi kunci pembangunan ekonomi yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi global,” jelas Menko Airlangga.

Menurutnya, proyek-proyek bersama seperti ini memberi peluang besar bagi Indonesia untuk mempercepat realisasi visi pembangunan rendah emisi yang inklusif dan memiliki daya saing tinggi.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Investasi dan Fasilitas CCS

Dalam pertemuan tersebut, ExxonMobil menegaskan komitmennya untuk merealisasikan investasi senilai USD10 miliar di Indonesia. Investasi ini akan difokuskan pada pembangunan kompleks petrokimia terintegrasi dengan fasilitas Carbon Capture and Storage (CCS) di Pulau Jawa.

Fasilitas tersebut ditargetkan akan mulai beroperasi sebelum tahun 2030. Pada tahap awal, fasilitas ini dirancang untuk memiliki kapasitas penyimpanan sebesar 2 juta ton CO₂ per tahun guna mendukung pengurangan emisi karbon industri.

Rencana pembangunan ini juga menciptakan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat. Lebih dari 10 ribu lapangan kerja diperkirakan akan tercipta saat fase konstruksi, serta sekitar 600 pekerjaan permanen berketerampilan tinggi setelah fasilitas beroperasi.

CEO ExxonMobil Indonesia, Wade Floyd, memaparkan perkembangan rencana investasi serta langkah konkret ke depan. Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan penuh Pemerintah Indonesia terhadap proyek-proyek energi yang telah dan akan dijalankan.

Turut mendampingi Menko Airlangga dalam pertemuan ini yakni Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kemenko Perekonomian Elen Setiadi. Pemerintah menyatakan kesiapan untuk mendukung pelaksanaan proyek tersebut hingga selesai.

Dampak Strategis untuk Hubungan Dagang

Melalui kolaborasi ini, Pemerintah Indonesia berharap tercipta dampak positif terhadap ketahanan energi dan keseimbangan perdagangan sektor energi. Peningkatan impor energi dari AS dinilai mampu memperkuat hubungan dagang bilateral.

Langkah ini juga sejalan dengan strategi hilirisasi nasional, yang tidak hanya menciptakan nilai tambah dalam negeri, tetapi juga meningkatkan daya saing ekspor produk industri berbasis energi bersih.

Pemerintah menilai partisipasi perusahaan global seperti ExxonMobil akan mempercepat alih teknologi serta membuka akses terhadap pasar internasional. Hal ini akan memperkuat posisi Indonesia dalam industri energi dunia yang kini tengah bertransformasi.

Dengan memperluas kerja sama lintas sektor dan negara, Indonesia menegaskan komitmennya dalam menjalankan transisi energi yang tidak hanya berbasis target emisi, namun juga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Pertemuan antara Menko Airlangga dan CEO ExxonMobil Indonesia menandai penguatan kerja sama strategis di sektor energi yang berorientasi pada pembangunan rendah karbon. Komitmen investasi dan pembangunan fasilitas CCS menjadi tonggak penting dalam perjalanan transisi energi Indonesia.

Kolaborasi ini juga menunjukkan keseriusan Pemerintah dalam menciptakan ekosistem industri yang tangguh dan modern. Sinergi antara Pemerintah dan perusahaan global menjadi salah satu kunci dalam membangun ketahanan energi nasional dan memperkuat daya saing ekonomi.

Dengan visi jangka panjang, proyek ini tidak hanya berkontribusi pada target lingkungan, namun juga membuka peluang kerja luas dan mempererat hubungan dagang dengan Amerika Serikat sebagai mitra strategis.(*)

Tags: Airlangga HartartoCarbon Capture and Storageemisi CO₂energi rendah karbonExxonMobilhilirisasi industriimpor LPGinvestasi energiKemenko Perekonomianketahanan energiPerdagangan Indonesia-ASPertaminaproyek petrokimia.Pulau JawaWade Floyd
Post Sebelumnya

Wali Kota Bekasi Resmikan Sub Polsektor Pekayon

Post Selanjutnya

Kapal Induk Inggris Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Kapal Induk Inggris Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Kapal Induk Inggris Kunjungi Indonesia, Ini Agendanya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.