Jakarta, EKOIN.CO – Lansia sering mengalami berbagai masalah kesehatan seiring bertambahnya usia. Menurut data dari Geriatri.id, penyakit yang paling sering muncul meliputi hipertensi, artritis, stroke, PPOK, diabetes, kanker, jantung koroner, batu ginjal, gagal jantung, dan gagal ginjal . Alodokter menambahkan, lima kondisi umum lainnya adalah inkontinensia urine, stroke, serta sejumlah gangguan pada organ tubuh yang menurun fungsinya
Penyakit Kardiovaskular dan Metabolik Mendominasi
Hipertensi menjadi penyakit paling menonjol di kalangan lansia, karena sering tidak terdeteksi dan memicu komplikasi seperti stroke dan jantung koroner Diabetes tipe 2 juga umum menyerang, dipicu resistensi insulin dan obesitas, bahkan dapat menyebabkan kerusakan ginjal, saraf, hingga gangguan penglihatan Kolesterol tinggi dan obesitas turut memperburuk kondisi metabolik lansia
Gangguan Paru dan Ginjal
PPOK menjadi masalah serius karena paparan polutan dan rokok seumur hidup, mengakibatkan gejala seperti sesak napas, batuk kronis, dan kelelahan Sementara itu, penyakit ginjal kronis pada lansia dapat menyebabkan gagal ginjal, edema, dan urinf berdarah, sering kali disebabkan oleh hipertensi dan diabetes
Gangguan Tulang dan Sendi
Osteoporosis degeneratif sering memicu fraktur dan masalah mobilitas pada lansia, apalagi pada wanita pascamenopause. Terapi fisik, kalsium, dan vitamin D menjadi kunci pencegahan . Radang sendi atau osteoarthritis juga umum terjadi, menimbulkan nyeri dan kekakuan sendi; CDC menyebut hampir setengah lansia di atas usia 65 tahun mengalaminya
Gangguan Kognitif dan Neurodegeneratif
Demensia, termasuk Alzheimer, menjadi tantangan besar bagi lansia. Alzheimer ditandai penurunan memori dan kemampuan berpikir, kemudian muncul perilaku apatis, agresif, dan kebingungan Belum ada terapi penyembuhan total, namun stimulasi mental dan pola hidup sehat dapat memperlambat perkembangan penyakit .
Masalah Sensorik dan Psikologis
Tak kalah penting, kehilangan pendengaran dan penglihatan (katarak, degenerasi makula) banyak dialami lansia. Perawatan seperti penggunaan alat bantu dengar dan operasi katarak direkomendasikan Masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan juga sering muncul akibat pensiun atau penyakit kronis
Pencegahan dan Manajemen Penyakit Lansia
Deteksi dini dengan pemeriksaan rutin menjadi langkah penting mengingat banyak penyakit lansia berkembang tanpa gejala. Gaya hidup sehat—makan bergizi, olahraga ringan, dan berhenti merokok—sangat dianjurkan . Latihan fisik seperti Kegel, stretching, dan latihan beban dapat mengatasi inkontinensia, radang sendi, serta osteoporosis
Dukungan Keluarga dan Sistem Kesehatan
Peran keluarga sangat diperlukan dalam mendampingi lansia menghadapi penyakit kognitif, terutama Alzheimer, agar tidak dianggap normal penuaan . Layanan kesehatan seperti fisioterapi, pemeriksaan pendengaran/mata, serta pengobatan medis harus mudah diakses melalui Puskesmas dan fasilitas kesehatan lainnya . Pemerintah meluncurkan program cek kesehatan gratis di hari ulang tahun melalui Puskesmas yang juga mencakup lansia
lansia rentan terhadap penyakit kardiovaskular, metabolik, paru, ginjal, tulang, neuromuskular, sensorik, dan mental. Strategi pencegahan dan manajemen bisa dilakukan melalui pola hidup sehat, pemeriksaan rutin, terapi fisik, serta dukungan keluarga dan sistem kesehatan.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





