EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda RAGAM EDUKASI
UGM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Sekjen MPR RI

Sumber dok ugm.ac.id

UGM Jalin Kerja Sama Strategis dengan Sekjen MPR RI

Kerja sama antara Universitas Gadjah Mada dan Sekjen MPR RI ini bertujuan memperkuat kajian ketatanegaraan melalui pendidikan, riset, dan pelibatan mahasiswa dalam membangun tata kelola negara yang demokratis dan berkeadaban.

Agus DJ oleh Agus DJ
6 Juli 2025
Kategori EDUKASI, POLITIK
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Sekretariat Jenderal Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (Sekjen MPR RI) menyepakati kerja sama penguatan kajian ketatanegaraan. Nota Kesepahaman Bersama (MoU) ditandatangani pada Jumat (4/7) di Ruang Sidang Pimpinan, Gedung Pusat UGM, Yogyakarta.

Kesepakatan ini menjadi langkah awal sinergi strategis dalam bidang Tridarma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan dilakukan oleh perwakilan kedua institusi dalam suasana penuh kehangatan akademik.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan dari Sekretariat Jenderal MPR RI terhadap UGM. Ia menyatakan universitas adalah ruang penting untuk menumbuhkan pemikiran-pemikiran kebangsaan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dari Sekretariat Jenderal MPR RI karena kami melihat universitas perlu diberdayakan sebagai ruang tumbuhnya pemikiran-pemikiran Indonesia,” ujar Ova dalam sambutannya.

Nota kesepahaman ini akan berlaku selama lima tahun ke depan dan akan ditindaklanjuti melalui perjanjian kerja sama konkret. Fakultas Hukum UGM akan menjadi pelaksana utama dalam sejumlah program penguatan ketatanegaraan.

Berita Menarik Pilihan

Hasto PDIP: Parlementary Threshold Diperlukan sebagai Instrumen Konsolidasi Demokrasi

Pengamat: Jokowi Besarkan PSI Pakai Strategi ‘Transfer Pemain’ Cukup Efektif tapi…

Fokus pada Kolaborasi Ilmiah dan Praktis

Kerja sama ini mencakup berbagai aspek seperti pelatihan, penyusunan kajian akademik, penulisan jurnal ilmiah, serta seminar dan diskusi kebangsaan. Ova menjelaskan bahwa UGM siap menyumbangkan pemikiran lintas disiplin ilmu untuk kebijakan nasional.

“Kami memiliki 18 fakultas dan dua sekolah pascasarjana, sehingga UGM dapat menyumbangkan pemikiran lintas bidang untuk mendukung kerja-kerja kebijakan nasional, termasuk isu terkini seperti regulasi kecerdasan buatan dan etika penggunaannya,” jelas Ova.

UGM dan Sekjen MPR RI juga akan membuka peluang magang, riset, dan pelatihan kepemimpinan kebangsaan bagi mahasiswa. Program ini diharapkan dapat memperkuat peran generasi muda dalam sistem ketatanegaraan nasional.

“Program magang menjadi salah satu komponen penting dalam mendukung pengembangan kapasitas mahasiswa,” tambah Ova.

Di sisi lain, Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah, S.E., M.M., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kesepakatan ini. Ia menilai kontribusi akademisi sangat dibutuhkan dalam mendukung pelaksanaan tugas-tugas konstitusional lembaga legislatif.

“Kami sangat bangga bisa membuat MoU hari ini dan berharap kerja sama antara MPR dan UGM dapat berjalan lebih intensif di berbagai bidang yang telah dirumuskan,” ungkap Siti Fauziah.

Perluasan Kolaborasi Lintas Fakultas

Siti menambahkan bahwa kolaborasi dengan UGM tidak hanya terbatas pada Fakultas Hukum. Dalam MoU ini, kerja sama akan diperluas ke fakultas-fakultas lain guna memperkuat basis kajian yang lebih menyeluruh dan multidisiplin.

“Masukan dari universitas dan masyarakat sangat penting bagi perkembangan ketatanegaraan kita, karena bukan hanya berguna bagi MPR, tetapi juga bagi seluruh anggota parlemen,” pungkas Siti.

Ia berharap agar nota kesepahaman ini dapat segera ditindaklanjuti secara konkret dalam waktu dekat melalui perjanjian kerja sama antarunit di masing-masing institusi.

Sebagai universitas nasional, UGM terus menegaskan komitmennya untuk hadir dalam pembangunan demokrasi melalui pendekatan ilmiah. Kolaborasi dengan lembaga negara merupakan bentuk tanggung jawab akademik dalam kehidupan berbangsa.

Melalui kesepakatan ini, UGM memperkuat kontribusinya terhadap tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berkeadaban. Kerja sama ini juga diharapkan dapat mendorong penyusunan regulasi yang berpihak kepada kepentingan rakyat.

Kesepakatan antara UGM dan Sekretariat Jenderal MPR RI mencerminkan semangat kolaborasi antara akademisi dan lembaga negara dalam memperkuat sistem ketatanegaraan. Perjanjian ini tidak hanya simbolis, tetapi juga memuat arah strategis implementasi kebijakan berbasis ilmu pengetahuan.

Dengan keterlibatan aktif mahasiswa dan pemanfaatan seluruh sumber daya akademik UGM, kerja sama ini diharapkan menjadi model pengembangan kapasitas lembaga negara dalam menjawab tantangan zaman, termasuk isu-isu seperti etika teknologi dan kepemimpinan kebangsaan.

Kerja sama yang terbuka dan konkret antara dunia akademik dan legislatif ini merupakan langkah penting menuju tata kelola negara yang lebih demokratis, partisipatif, dan responsif terhadap dinamika masyarakat modern.(*)

Tags: etika teknologiFakultas Hukum UGMjurnal akademik.kebijakan nasionalkerja sama ketatanegaraankonstitusimagang mahasiswaMoU UGM MPRMPR RInota kesepahamanOva Emiliapendidikan hukumriset kebangsaanseminar konstitusiSiti Fauziahtridarma perguruan tinggiUGM
Post Sebelumnya

10 Penyakit Kronis yang Rentan Lansia

Post Selanjutnya

Tradisi Macapat Jadi Alat Pembelajaran Berkelanjutan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat berdialog dengan media

Hasto PDIP: Parlementary Threshold Diperlukan sebagai Instrumen Konsolidasi Demokrasi

oleh Ainurrahman
3 Februari 2026
0

“Dari biji-bijian yang kecil pun, kita sebenarnya bisa menciptakan oksigen bagi kehidupan. Caranya dengan mengumpulkan biji-bijian tersebut, membiarkannya dalam suhu...

Yusak Farchan, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Citra Institute

Pengamat: Jokowi Besarkan PSI Pakai Strategi ‘Transfer Pemain’ Cukup Efektif tapi…

oleh Ainurrahman
2 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Presiden RI ke-7 Joko Widodo atau Jokowi siap membesarkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menargetkan lolos ke...

Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bermimpi PSI jadi partai besar.

Mimpi PSI Jadi Partai Besar, Kaesang Boyong Tujuh Skuad Baru dari NasDem, Demokrat dan PKS

oleh Ainurrahman
2 Februari 2026
0

Makassar, Ekoin.co - Pamer skuad baru di Rakernas PSI Makassar, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep bermimpi PSI jadi partai besar. Tujuh kader...

Yusak Farchan, Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Citra Institute

Pengamat: Jokowi ‘Turun Gunung’ Tak Menjamin PSI Jadi Partai Besar

oleh Ainurrahman
1 Februari 2026
0

"Saya telah kerja serius untuk PSI. PSI sekarang sudah menjadi partai super terbuka. PSI saat ini semakin terbuka, inklusif banyak...

Post Selanjutnya
Tradisi Macapat Jadi Alat Pembelajaran Berkelanjutan

Tradisi Macapat Jadi Alat Pembelajaran Berkelanjutan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.