EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN
Ahli Harvard Ungkap Makanan Penuh Gizi tapi Jarang Dilirik Orang Tua

Ahli Harvard Ungkap Makanan Penuh Gizi tapi Jarang Dilirik Orang Tua

Dr. Nimali Fernando menekankan kacang-kacangan sebagai superfood kaya protein, vitamin, dan serat yang mampu mencegah penyakit kronis sekaligus mudah diolah untuk anak.

Ray oleh Ray
8 Juli 2025
Kategori HIBURAN, KESEHATAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Orang tua umumnya sudah paham pentingnya memberi anak sayur dan membatasi gula tambahan. Namun ada satu makanan padat nutrisi yang masih jarang masuk ke piring anak-anak, yaitu kacang-kacangan.

Padahal menurut dokter anak lulusan Harvard, Dr. Nimali Fernando, makanan ini justru termasuk superfood yang sangat direkomendasikan, bahkan untuk anak yang paling pilih-pilih makanan sekalipun.

“Saya percaya, membiasakan anak makan sehat sejak dini bisa membentuk pola makan positif hingga dewasa,” tulis Dr. Fernando, seperti dikutip dari CNBC Make It di Jakarta pada Senin (7/7/2025). Menurutnya, intervensi sejak dini bisa menurunkan risiko penyakit kronis jangka panjang seperti diabetes, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.

Berikut alasan utama mengapa kacang-kacangan seharusnya lebih sering diberikan pada anak:

1. Kaya Protein Nabati untuk Tumbuh Kembang

Berita Menarik Pilihan

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

Vika Kolesnaya Alami Baby Blues, Billy Syahputra Ungkap Caranya Hadapi Sang Istri

Kacang seperti kacang merah, hitam, lentil, hingga edamame adalah sumber protein nabati yang sangat baik. Banyak jenis kacang mengandung semua asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh anak untuk tumbuh, bergerak aktif, dan berenergi.

Selain itu, kacang kaya serat baik yang larut maupun tidak larut. Serat tidak larut membantu memperlancar buang air besar, mencegah sembelit, dan menjaga kesehatan pencernaan. Sementara serat larut memberi rasa kenyang lebih lama, membantu mengontrol nafsu makan, menurunkan kolesterol jahat (LDL), dan menstabilkan gula darah setelah makan.

2. Sumber Vitamin dan Mineral Esensial

Kacang-kacangan secara alami mengandung berbagai nutrisi penting, seperti folat, yang penting untuk pertumbuhan dan regenerasi sel. Ada zat besi untuk mengangkut oksigen dalam tubuh, magnesium untuk fungsi otot dan saraf dan vitamin B kompleks untuk produksi energi dan kesehatan otak.

Khusus kedelai, kandungan lemak sehat seperti omega-3 dan omega-6 mendukung kesehatan jantung dan otak anak.

3. Murah, Tahan Lama, dan Ramah Lingkungan

Kelebihan lain kacang adalah harganya yang terjangkau dan mudah disimpan dalam waktu lama. Artinya, keluarga dengan anggaran terbatas tetap bisa menyediakan makanan sehat di rumah.

Dari sisi lingkungan, kacang-kacangan juga lebih ramah dibanding sumber protein hewani. Produksi kacang memiliki jejak karbon yang lebih rendah dan bisa membantu menciptakan sistem pangan yang lebih berkelanjutan.

4. Disukai Banyak Anak dan Mudah Diolah

Tantangan terbesar orang tua biasanya adalah meyakinkan anak mau mencoba makanan baru. Tapi kacang justru cenderung disukai anak-anak, termasuk yang picky eater. Dr. Fernando menyarankan beberapa cara praktis seperti edamame kukus untuk camilan, kacang hitam dalam quesadilla keju, brownies berbasis kacang hitam, yang ternyata enak dan bergizi.

Untuk anak yang lebih eksploratif, bisa coba sup lentil, chili kacang, atau semur kacang. Kacang bisa diolah menjadi berbagai bentuk dan rasa, menjadikannya bahan makanan yang fleksibel untuk hampir semua lidah anak.

Tags: dikutip dari CNBC Make ItDr. Nimali FernandoHarvardjejak karbonkacang-kacangannutrisi anakolahan kacangomega 3penyakit kronispicky eaterprotein nabatiseratsuperfoodvitamin B
Post Sebelumnya

PSAT Melantai di BEI, Sahamnya Langsung Melonjak 25%

Post Selanjutnya

OJK Catat 47 Bisnis ITSK Terdaftar, 10 di Antaranya Kredit Alternatif

Ray

Ray

Berita Terkait

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Di tengah sorotan publik dan rentetan laporan hukum terkait pertunjukan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono memilih langkah yang...

Kebahagiaan menyambut kelahiran anak pertama tak selalu berjalan mulus. Billy Syahputra dan istrinya, Vika Kolesnaya, merasakan langsung fase adaptasi emosional yang kerap dialami pasangan baru setelah persalinan.

Vika Kolesnaya Alami Baby Blues, Billy Syahputra Ungkap Caranya Hadapi Sang Istri

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

Faktor lain yang memperkuat tekanan emosional Vika adalah kerinduan kepada ibunya yang berada di Belarus. Sebagai anak perempuan satu-satunya, ia...

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Mengawali tahun 2026, Pinkan Mambo kembali mencuri perhatian publik dengan pilihan hidup yang jauh dari pakem selebritas...

IMS 2026 Resmi Dibuka, 180 Merek Otomotif Serbu JIExpo Kemayoran

Mau ke IIMS 2026? Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Daftar Fasilitas Gratis untuk Lansia

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Pameran yang berlangsung sampai 15 Februari tersebut tidak sekadar menampilkan produk otomotif terbaru, tetapi juga memadukan unsur hiburan dan gaya...

Post Selanjutnya
OJK Catat 47 Bisnis ITSK Terdaftar, 10 di Antaranya Kredit Alternatif

OJK Catat 47 Bisnis ITSK Terdaftar, 10 di Antaranya Kredit Alternatif

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.