EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Strategi Tak Langsung Gaza Lawan Operasi Militer

Strategi Tak Langsung Gaza Lawan Operasi Militer

Brigade Qassam di Gaza menggunakan strategi tak langsung. Serangan kecil dan fleksibel melemahkan musuh besar secara bertahap.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
8 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Gaza EKOIN.CO – Strategi militer yang diterapkan oleh faksi-faksi perlawanan di Gaza, termasuk Brigade Qassam, menunjukkan efektivitas tinggi meskipun keterbatasan sumber daya dan jumlah personel. Dalam menghadapi operasi militer berskala besar, kelompok ini mengandalkan strategi tidak langsung yang menyulitkan pasukan konvensional.

Konsep strategi tidak langsung menekankan pada pentingnya menciptakan kebebasan manuver bagi pasukan kecil sambil membatasi ruang gerak musuh, baik secara fisik maupun psikologis. Pendekatan ini diuraikan oleh Gunilla Eriksson dan Ulrika Patterson dalam buku Operasi Khusus dari Perspektif Pasukan Kecil, yang ditulis di bawah naungan Departemen Studi Militer Universitas Nasional Swedia untuk Ilmu Pertahanan.

Para penulis menjelaskan bahwa dalam strategi ini, kemenangan tidak harus dicapai melalui kekuatan militer konvensional, melainkan dengan memperlemah musuh secara bertahap. Taktik yang diadopsi bertujuan membuat konflik menjadi sangat mahal secara politik, ekonomi, dan militer bagi lawan.

Taktik Fleksibel dan Mobilitas Tinggi

Salah satu metode utama yang digunakan adalah “metode erosi”. Pendekatan ini dilakukan melalui serangan-serangan kecil yang terus-menerus, seperti penyergapan, sabotase, serta serangan mendadak terhadap konvoi dan pos militer. Setelah melakukan serangan, pasukan dengan cepat menghilang dari medan pertempuran, memanfaatkan pengetahuan medan dan jalur tersembunyi.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Dalam konteks ini, penyergapan menjadi alat yang sangat penting. Serangan semacam ini dilancarkan secara tiba-tiba dan ditarik kembali secepat mungkin, sering kali menggunakan medan perkotaan, pegunungan, bahkan terowongan bawah tanah.

Keberhasilan strategi ini sangat dipengaruhi oleh mobilitas tinggi serta kemampuan adaptasi pasukan terhadap perubahan situasi di lapangan. Taktik gerilya dan fleksibilitas menjadi kunci dalam menghadapi kekuatan besar yang mengandalkan persenjataan canggih.

Peperangan semacam ini dikategorikan sebagai “perang tak beraturan”. Tidak seperti perang konvensional, perang tak beraturan tidak bergantung pada tank, pesawat tempur, atau formasi militer besar. Sebaliknya, ia mengandalkan unit-unit kecil yang lincah dan tersebar.

Pelemahan Psikologis Melalui Operasi Mendadak

Selain itu, faksi perlawanan di Gaza juga menerapkan strategi perang psikologis. Serangan mendadak dan tidak terduga dirancang untuk menciptakan ketegangan dan rasa takut di barisan musuh, yang pada gilirannya mengganggu moral serta stabilitas mental pasukan lawan.

Dengan pendekatan ini, kelompok kecil seperti Brigade Qassam mampu menciptakan efek besar di medan pertempuran meski tanpa keunggulan jumlah dan peralatan. Serangan mereka diarahkan untuk merusak logistik, memutus komunikasi, serta memperlambat gerak maju militer musuh.

Gunilla Eriksson dan Ulrika Patterson menjelaskan bahwa keberhasilan pasukan kecil sangat bergantung pada kemampuan mereka mempertahankan inisiatif dan menyerang di titik-titik lemah musuh. Ini sekaligus menunjukkan bahwa strategi militer modern tidak hanya bergantung pada kekuatan konvensional, tetapi juga pada kecerdikan taktik.

Faktor moral juga turut memainkan peran besar. Pasukan perlawanan yang memiliki semangat tinggi dan dukungan masyarakat lokal bisa lebih tangguh menghadapi tekanan berkepanjangan dibandingkan pasukan reguler dengan dukungan yang terbatas dari publiknya sendiri.

Keuntungan lainnya adalah ketergantungan yang rendah terhadap logistik dan struktur komando besar. Pasukan kecil bisa bertindak lebih mandiri dan cepat menyesuaikan diri terhadap medan dan kondisi perang yang berubah-ubah.

Efektivitas taktik ini dapat terlihat dalam ketahanan faksi perlawanan di Gaza, yang mampu bertahan meski menghadapi gempuran bertubi-tubi dari militer yang jauh lebih kuat. Mereka menciptakan ancaman yang terus-menerus terhadap pasukan lawan melalui pola serangan tidak terduga dan penyamaran yang cermat.

Dalam praktiknya, faksi-faksi ini juga menggunakan terowongan bawah tanah sebagai jalur mobilitas, tempat perlindungan, serta sarana peluncuran serangan. Hal ini semakin memperkuat fleksibilitas taktik yang mereka terapkan di tengah tekanan militer berat.

Strategi tidak langsung ini pada dasarnya membatasi musuh dari memperoleh kemenangan cepat. Ketika perang menjadi terlalu mahal dan memakan waktu, maka tekanan internasional, kelelahan pasukan, dan kerugian ekonomi dapat mendorong pihak kuat untuk mundur atau melakukan negosiasi.

Situasi di Gaza menjadi contoh nyata dari bagaimana pasukan kecil yang terorganisasi dan menguasai medan dapat menghambat dominasi militer konvensional. Walau tanpa tank, pesawat tempur, atau sistem senjata canggih, mereka tetap menjadi ancaman yang sulit dilumpuhkan sepenuhnya.

Kondisi geografis yang padat dan kompleks, seperti wilayah urban serta jaringan bawah tanah, memberi keuntungan tambahan kepada pasukan kecil dalam melancarkan taktik penyergapan dan penghindaran.

Meskipun demikian, strategi semacam ini membutuhkan kesiapan fisik dan mental tinggi dari setiap personel. Pelatihan, disiplin, serta pemahaman strategi lapangan menjadi bagian penting dalam keberhasilan operasi-operasi taktis mereka.

Para analis meyakini bahwa strategi ini akan terus digunakan dalam konflik-konflik masa depan, terutama ketika ada ketidakseimbangan kekuatan antara pihak-pihak yang terlibat. Model perlawanan asimetris seperti di Gaza menjadi rujukan penting dalam studi pertahanan global saat ini.

Faktor teknologi seperti komunikasi cepat dan sistem pengintaian mini juga meningkatkan efektivitas serangan kecil yang tepat sasaran. Dengan informasi lapangan yang akurat, pasukan kecil bisa menyesuaikan waktu serangan dan titik sergap secara efisien.

Model perang ini telah mengubah paradigma konflik kontemporer, menjadikan perlawanan kecil sebagai tantangan utama militer konvensional. Perubahan tersebut memaksa banyak angkatan bersenjata dunia untuk menyesuaikan strategi dan doktrin mereka agar lebih adaptif terhadap dinamika peperangan tidak konvensional.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Konflik berkepanjangan seperti di Gaza menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap strategi perang asimetris. Dalam kondisi ketimpangan kekuatan, pemanfaatan strategi tidak langsung bisa menjadi satu-satunya cara bertahan yang efektif bagi kelompok kecil.

Penerapan metode erosi yang konsisten memungkinkan lawan kehilangan inisiatif. Serangan yang tak terduga dan berulang menciptakan tekanan psikologis yang signifikan, memperlambat aksi ofensif musuh.

Dengan menghindari konfrontasi terbuka, pasukan kecil meminimalkan kerugian sekaligus menjaga kontinuitas perlawanan. Ini memperpanjang umur konflik sambil menurunkan efisiensi operasi musuh.

Dukungan masyarakat lokal menjadi pilar penting dalam keberhasilan taktik ini. Lingkungan yang akrab dan bersimpati mempermudah pergerakan serta penyamaran pasukan kecil dari pantauan lawan.

strategi militer modern tidak lagi semata-mata soal superioritas teknologi dan jumlah personel. Perang tak beraturan menuntut kecerdasan taktis, adaptasi lingkungan, serta keunggulan moral untuk mempertahankan posisi dalam konflik berkepanjangan. (*)

 

Tags: Brigade QassamGazametode erosipenyergapanperang tak beraturanstrategi militer
Post Sebelumnya

Tentara Israel Bongkar Realita Pahit Perang Gaza

Post Selanjutnya

Megawati Pilih Manisa BBSK, Bukan Klub Top

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Megawati Pilih Manisa BBSK, Bukan Klub Top

Megawati Pilih Manisa BBSK, Bukan Klub Top

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.