EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Pemulihan Hutan Jadi Fokus Nasional di WDCD 2025

Sumber dok kehutanan.go.id

Pemulihan Hutan Jadi Fokus Nasional di WDCD 2025

Wamenhut Sulaiman Umar Siddiq menegaskan pentingnya pemulihan hutan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan yang sejalan dengan visi nasional dan agenda global untuk mengatasi degradasi lahan secara inklusif dan berkelanjutan.

Agus DJ oleh Agus DJ
10 Juli 2025
Kategori EKONOMI, KEUANGAN, LINGKUNGAN, SOSIAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia atau World Day to Combat Desertification and Drought (WDCD) 2025 di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, pada Rabu (09/07).

Peringatan yang jatuh setiap tanggal 17 Juni ini mengangkat tema “Restore the Land. Unlock the Opportunities”, menyoroti pentingnya pemulihan lahan sebagai pintu masuk menuju kesejahteraan ekonomi, sosial, dan ekologis.

Wakil Menteri Kehutanan, Sulaiman Umar Siddiq, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema tersebut sejalan dengan UN Decade Ecosystem Restoration 2021–2030 dan prioritas nasional dalam membangun ketahanan pangan, energi, air, serta ekonomi hijau.

“Tema WDCD tahun ini sangat relevan dengan fokus Dekade Restorasi Ekosistem PBB dan sejalan dengan visi dan misi kehutanan,” ujar Sulaiman di hadapan para peserta.

Sebagai National Focal Point dari United Nations Convention to Combat Desertification (UNCCD), Kemenhut menyelenggarakan talkshow dan diskusi publik guna meningkatkan kesadaran terhadap pemulihan lahan sebagai fondasi pembangunan berkelanjutan.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Strategi Nasional dan Tantangan Ekologis

Wamenhut menjelaskan bahwa pendekatan berbasis tapak menjadi strategi utama Kemenhut untuk menciptakan dampak ekologis, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan.

Pendekatan tersebut meliputi tiga hal: menjaga keanekaragaman hayati dan ketahanan ekosistem, mendukung produksi untuk pembangunan wilayah dan ketahanan pangan, serta penguatan jejaring sosial berbasis tapak hutan.

Indonesia memiliki hutan seluas 120,5 juta hektare atau sekitar 63% dari total luas daratan, namun masih menghadapi tantangan serius dalam pemulihan 12,7 juta hektare lahan kritis.

Sejak 2017, telah diberlakukan moratorium izin baru di hutan alam dan lahan gambut seluas sekitar 66 juta hektare sebagai upaya perlindungan kawasan.

Target Indonesia adalah mencapai kondisi net sink pada sektor kehutanan pada 2030 melalui program FOLU Net Sink 2030 yang melibatkan pencegahan deforestasi, konservasi, serta pengelolaan lahan gambut.

Capaian Rehabilitasi dan Pendanaan

Dalam periode 2015–2024, lebih dari 2 juta hektare hutan dan lahan telah direhabilitasi. Luas kebakaran hutan dan lahan juga turun 19,6% dari angka tahun 2019.

Kemenhut terus memperkuat strategi pendanaan dengan mengakses dana global seperti GEF, GCF, CIF, REDD+, ITTO, dan AFOCO serta memanfaatkan Dana Reboisasi (DR) untuk rehabilitasi dan pencegahan kebakaran hutan.

Kebijakan Multiusaha Kehutanan turut didorong untuk mendiversifikasi produk, membuka peluang investasi, dan menciptakan lapangan kerja.

Program perhutanan sosial juga berkembang pesat. Hingga 2024, akses kelola lahan oleh masyarakat telah mencapai lebih dari 8 juta hektare.

“Melalui keanggotaan Indonesia dalam UNCCD dan momentum WDCD 2025, Kemenhut mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut serta dalam aksi nyata pemulihan hutan dan lahan,” ungkap Wamenhut.

Kolaborasi dan Komitmen Bersama

Direktur Jenderal Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan, Dyah Murtiningsih, menambahkan pentingnya kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam pemulihan lahan.

“Terdapat 3 langkah yang dilakukan untuk mencegah degradasi lahan,” jelas Dyah saat sesi diskusi bersama peserta.

Langkah pertama adalah membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan dari dampak pembangunan yang merusak. Kedua, mengajak seluruh pihak melakukan rehabilitasi vegetatif dan teknis.

Ketiga, menurut Dyah, adalah membangun komitmen bersama. “Dengan komitmen yang kuat akan mampu mengatasi degradasi lahan yang ada di Indonesia,” tegasnya menutup paparan.

Peringatan WDCD 2025 ini diselenggarakan secara hibrid dengan lebih dari 250 peserta hadir langsung, serta partisipan daring melalui Zoom dan siaran langsung YouTube.

Peringatan WDCD 2025 menjadi momentum nasional dalam memperkuat komitmen pemulihan hutan dan lahan yang telah dilakukan secara sistematis dan terukur. Pemerintah mendorong strategi berbasis tapak sebagai jalan menuju pembangunan berkelanjutan.

Langkah nyata seperti moratorium, rehabilitasi, dan pengelolaan kebakaran hutan menunjukkan kemajuan konkret. Pendekatan kolaboratif dengan masyarakat memperbesar peluang keberhasilan pemulihan lahan kritis dan penurunan degradasi.

Melalui dukungan pendanaan global dan nasional serta semangat kolaborasi, Kemenhut optimistis bahwa tujuan FOLU Net Sink 2030 dapat tercapai. Momentum WDCD 2025 menjadi panggilan aksi bagi seluruh pihak untuk terlibat secara aktif dalam pelestarian ekosistem.(*)

Tags: dana reboisasidegradasi lahanDyah Murtiningsihekonomi hijauFOLU Net SinkKemenhutKementerian KehutananManggala Wanabaktimoratorium hutanmultiusaha kehutananpemulihan hutanperhutanan sosialrehabilitasi lahan kritisrestorasi ekosistemSulaiman Umar SiddiqUNCCDWDCD 2025
Post Sebelumnya

Upaya WHO dan RI Wujudkan Indonesia Bebas Kusta

Post Selanjutnya

Aplikasi SiOra Diluncurkan, Wisata Komodo Kini Serba Digital

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Aplikasi SiOra Diluncurkan, Wisata Komodo Kini Serba Digital

Aplikasi SiOra Diluncurkan, Wisata Komodo Kini Serba Digital

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.