EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda HIBURAN
Penyakit Keturunan, Bisa Sembuh atau Tidak?  Peluang Sembuh dari Penyakit Keturunan

Penyakit Keturunan, Bisa Sembuh atau Tidak? Peluang Sembuh dari Penyakit Keturunan

Penyakit keturunan belum sepenuhnya bisa disembuhkan. Namun, penanganan dini dapat mengendalikan gejalanya.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
13 Juli 2025
Kategori HIBURAN, KESEHATAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Penyakit keturunan merupakan kondisi medis yang diwariskan dari orang tua ke anak melalui gen. Istilah ini mencakup berbagai jenis gangguan genetik seperti thalassemia, hemofilia, fibrosis kistik, hingga kelainan metabolik langka. Banyak masyarakat mempertanyakan apakah penyakit jenis ini bisa disembuhkan secara total atau hanya dikendalikan saja.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Berdasarkan penjelasan dari Kementerian Kesehatan, sebagian besar penyakit keturunan belum memiliki terapi yang dapat menyembuhkan secara menyeluruh. Namun, berbagai pendekatan medis modern telah tersedia untuk mengurangi dampak dan memperpanjang harapan hidup pasien.

Terapi Gen dan Kemajuan Medis

Terapi gen menjadi salah satu inovasi yang saat ini banyak dikembangkan untuk menangani penyakit keturunan. Teknik ini bertujuan memperbaiki atau mengganti gen yang rusak dengan salinan gen sehat. Terapi ini telah menunjukkan hasil positif pada beberapa pasien dengan kondisi genetik tertentu.

Berita Menarik Pilihan

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

Vika Kolesnaya Alami Baby Blues, Billy Syahputra Ungkap Caranya Hadapi Sang Istri

Menurut dr. Hermawan, spesialis genetika dari RSUP Persahabatan Jakarta, terapi gen memang menjanjikan, tetapi belum bisa diakses secara luas di Indonesia. “Biayanya sangat mahal dan masih dalam tahap uji klinis untuk beberapa jenis penyakit,” katanya seperti dikutip dari situs resmi Kemenkes.

Selain terapi gen, penanganan penyakit keturunan juga dilakukan melalui pendekatan suportif. Misalnya, penderita thalassemia memerlukan transfusi darah rutin, sementara pasien hemofilia harus menjalani terapi faktor pembekuan darah secara berkala.

Deteksi Dini dan Pencegahan

Deteksi dini menjadi kunci penting dalam menangani penyakit keturunan. Pemeriksaan premarital atau sebelum menikah dapat mengidentifikasi potensi risiko penyakit genetik yang bisa diturunkan ke anak.

“Konseling genetika perlu dilakukan bagi pasangan yang memiliki riwayat penyakit keturunan dalam keluarga,” ujar dr. Nani Widya dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes. Dengan konseling tersebut, pasangan bisa lebih memahami risiko dan opsi yang tersedia.

Program skrining bayi baru lahir juga menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah. Skrining ini bertujuan mendeteksi penyakit bawaan sedini mungkin sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum gejala muncul atau berkembang lebih parah.

Di beberapa negara maju, terapi gen telah digunakan untuk menyembuhkan penyakit seperti spinal muscular atrophy (SMA) dan immunodeficiency congenital tertentu. Meski demikian, metode ini belum tersedia secara merata di negara-negara berkembang karena keterbatasan teknologi dan biaya.

Di Indonesia, pengobatan penyakit keturunan umumnya masih berfokus pada pengendalian gejala. Dukungan keluarga dan akses terhadap layanan kesehatan menjadi faktor penting yang memengaruhi kualitas hidup pasien.

Upaya pencegahan juga bisa dilakukan melalui edukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup sehat, menghindari pernikahan sedarah, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi individu dengan riwayat penyakit dalam keluarga.

Dalam beberapa kasus, transplantasi organ atau sumsum tulang bisa menjadi solusi untuk mengatasi penyakit keturunan tertentu. Namun prosedur ini memiliki risiko tinggi dan memerlukan donor yang sesuai.

Pemerintah Indonesia melalui Kemenkes terus mendorong penelitian dan pengembangan dalam bidang genetika untuk menemukan metode pengobatan yang lebih efektif dan terjangkau.

Banyak institusi pendidikan dan lembaga penelitian di Indonesia juga telah mulai menjajaki kerja sama dengan universitas luar negeri untuk mempercepat perkembangan terapi penyakit genetik.

Kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit keturunan dinilai masih rendah. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam menekan angka penderita penyakit genetik di masa depan.

Penyakit keturunan memang belum bisa disembuhkan sepenuhnya, tetapi bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Dengan kemajuan teknologi dan perawatan yang tepat, penderita tetap bisa menjalani hidup secara produktif.

Kebijakan kesehatan yang inklusif dan dukungan finansial dari negara diharapkan dapat memperluas akses terapi bagi pasien dengan penyakit keturunan.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah, akademisi, dan swasta menjadi salah satu langkah strategis untuk mempercepat penanganan dan pencarian solusi atas penyakit keturunan.

Masyarakat juga diimbau agar tidak menjadikan penyakit keturunan sebagai stigma sosial. Edukasi harus terus ditingkatkan agar penerimaan terhadap penderita lebih baik dan inklusif.

dari fakta di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar penyakit keturunan belum dapat disembuhkan secara total, tetapi gejalanya dapat dikendalikan melalui berbagai pendekatan medis yang terus berkembang. Terapi gen menjadi harapan baru bagi sebagian pasien, walau belum terjangkau secara luas di Indonesia. Pemeriksaan genetika sebelum menikah dan skrining bayi baru lahir menjadi langkah pencegahan penting untuk meminimalkan risiko penularan penyakit ke generasi berikutnya. Kebijakan kesehatan yang mendukung riset dan inovasi dalam bidang genetika sangat dibutuhkan untuk mempercepat akses pengobatan. Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan penanganan dini juga harus terus ditingkatkan melalui edukasi berkelanjutan.

terbaik untuk masyarakat adalah rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi yang memiliki riwayat penyakit keturunan dalam keluarga. Mengikuti program konseling genetika dapat membantu menentukan langkah-langkah pencegahan. Bagi pasangan yang akan menikah, sebaiknya menjalani tes kesehatan menyeluruh agar mengetahui risiko penurunan penyakit. Pemerintah juga perlu memberikan dukungan biaya bagi terapi yang inovatif agar bisa diakses semua kalangan. Terakhir, perlu diciptakan ekosistem yang ramah dan inklusif bagi penderita penyakit keturunan agar mereka bisa tetap hidup layak dan bermartabat.(*)

Apakah Anda ingin artikel ini dijadikan gambar untuk disebar di media sosial? Saya bisa bantu.

Tags: genetikakesehatanpencegahanpengobatanpenyakit keturunanterapi gen
Post Sebelumnya

Cara Efektif Menyembuhkan Rasa Trauma Manusia

Post Selanjutnya

Aman atau Tidak Gym Tiap Hari? Seberapa Sering Olahraga Gym yang Aman

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

Pandji Pragiwaksono Datang ke Polda Metro untuk Sampaikan Hasil Obrolan Bersama MUI

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Di tengah sorotan publik dan rentetan laporan hukum terkait pertunjukan Mens Rea, Pandji Pragiwaksono memilih langkah yang...

Kebahagiaan menyambut kelahiran anak pertama tak selalu berjalan mulus. Billy Syahputra dan istrinya, Vika Kolesnaya, merasakan langsung fase adaptasi emosional yang kerap dialami pasangan baru setelah persalinan.

Vika Kolesnaya Alami Baby Blues, Billy Syahputra Ungkap Caranya Hadapi Sang Istri

oleh Iwan Purnama
6 Februari 2026
0

Faktor lain yang memperkuat tekanan emosional Vika adalah kerinduan kepada ibunya yang berada di Belarus. Sebagai anak perempuan satu-satunya, ia...

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

Pinkan Mambo Bikin Sensasi di Awal 2026, Ngamen dan Jualan

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Mengawali tahun 2026, Pinkan Mambo kembali mencuri perhatian publik dengan pilihan hidup yang jauh dari pakem selebritas...

IMS 2026 Resmi Dibuka, 180 Merek Otomotif Serbu JIExpo Kemayoran

Mau ke IIMS 2026? Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Daftar Fasilitas Gratis untuk Lansia

oleh Iwan Purnama
5 Februari 2026
0

Pameran yang berlangsung sampai 15 Februari tersebut tidak sekadar menampilkan produk otomotif terbaru, tetapi juga memadukan unsur hiburan dan gaya...

Post Selanjutnya
Aman atau Tidak Gym Tiap Hari?  Seberapa Sering Olahraga Gym yang Aman

Aman atau Tidak Gym Tiap Hari? Seberapa Sering Olahraga Gym yang Aman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.