EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
750 Pangkalan Militer AS Disebar ke Dunia  Biaya Pangkalan Militer Capai USD 100 M

750 Pangkalan Militer AS Disebar ke Dunia Biaya Pangkalan Militer Capai USD 100 M

Amerika memiliki lebih dari 750 pangkalan. Biayanya mencapai 100 miliar dolar per tahun

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
14 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Washington, EKOIN.CO – Pangkalan militer Amerika Serikat menjadi instrumen utama dalam strategi global Washington untuk mempertahankan dominasinya sejak akhir Perang Dunia Kedua. Berdasarkan laporan sejumlah lembaga internasional, lebih dari 750 pangkalan militer AS tersebar di sekitar 80 negara di seluruh dunia. Penyebaran ini mencerminkan bagaimana militer digunakan sebagai alat politik luar negeri.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Pangkalan-pangkalan tersebut tersebar dari Jepang hingga Jerman, dari Korea Selatan hingga Bahrain, menjangkau hampir setiap kawasan strategis di dunia. Tujuan utama keberadaannya mencakup pencegahan konflik, penanggulangan ancaman global, hingga memastikan kepentingan ekonomi dan keamanan nasional Amerika tetap terjaga.

Menurut analisis dari Costs of War Project di Brown University, biaya tahunan untuk mempertahankan keberadaan militer global tersebut mencapai sekitar 100 miliar dolar Amerika Serikat. Dana ini berasal dari anggaran pertahanan yang dibayar oleh pajak warga AS.

Pengeluaran besar ini menjadi sorotan karena menyerap anggaran publik dalam jumlah signifikan. Biaya tersebut mencakup pemeliharaan fasilitas, logistik, gaji personel, serta dukungan operasional di wilayah-wilayah penempatan pasukan.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Jejak kekuatan sejak Perang Dunia II

Kehadiran pangkalan-pangkalan militer ini bukan semata-mata karena kebutuhan pertahanan, melainkan bagian dari strategi geopolitik jangka panjang. Sejak akhir Perang Dunia II, Amerika Serikat tidak pernah menarik mundur secara besar-besaran kehadiran militernya dari luar negeri.

Sebaliknya, pasukan justru diperluas di berbagai lokasi, terutama setelah Perang Dingin berakhir. Negara-negara seperti Jepang dan Jerman tetap menjadi lokasi utama pangkalan militer AS selama puluhan tahun pascaperang.

Pangkalan seperti Ramstein di Jerman dan Okinawa di Jepang telah menjadi pusat logistik dan komando penting dalam operasi militer AS di berbagai belahan dunia. Selain itu, kehadiran militer di Timur Tengah terus ditingkatkan sejak intervensi militer di Irak dan Afghanistan.

Menurut Global Firepower, keberadaan militer AS di berbagai negara memberikan akses strategis bagi Washington untuk merespons cepat konflik di kawasan. Hal ini juga memberikan pengaruh diplomatik yang tidak kecil terhadap negara tuan rumah.

Namun, tidak semua pihak menyambut kehadiran ini. Di beberapa negara, terjadi penolakan dari masyarakat lokal yang menganggap pangkalan militer sebagai simbol intervensi asing. Demonstrasi dan protes pernah terjadi di Okinawa dan Filipina sebagai bentuk perlawanan sipil.

Simbol pengaruh politik luar negeri

Sejumlah pengamat menyebut pangkalan militer sebagai alat “proyeksi kekuatan” global. Dalam wawancara dengan The Intercept, profesor David Vine dari American University menegaskan bahwa pangkalan luar negeri memungkinkan AS mempertahankan posisi dominan dalam politik internasional.

“Keberadaan pangkalan ini memberikan keunggulan militer sekaligus pengaruh ekonomi dan diplomatik,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa ekspansi militer luar negeri telah menjadi bagian integral dari kebijakan luar negeri Amerika sejak lama.

Keberadaan pasukan AS di berbagai negara juga kerap digunakan sebagai penyeimbang terhadap pengaruh militer negara rival seperti Rusia dan China. Kawasan Indo-Pasifik, misalnya, menjadi fokus perhatian Washington dalam menghadapi meningkatnya kekuatan Beijing.

Pangkalan militer di Guam, Australia, dan Filipina diposisikan sebagai benteng strategis untuk mengantisipasi kemungkinan konflik di Laut China Selatan. Hal ini memperlihatkan bagaimana pangkalan luar negeri menjadi instrumen penting dalam strategi pertahanan regional.

Di sisi lain, keberadaan pangkalan tersebut juga memberikan manfaat ekonomi bagi negara tuan rumah, seperti peningkatan lapangan kerja dan perputaran ekonomi lokal. Namun, dampak sosial dan lingkungan dari aktivitas militer juga kerap menjadi sorotan.

penyebaran pangkalan militer Amerika Serikat menunjukkan bagaimana kekuatan militer digunakan sebagai alat diplomasi global yang kompleks. Meski menuai kontroversi, kehadirannya tetap menjadi bagian sentral dari strategi geopolitik Washington.

Penting untuk dicatat bahwa pembiayaan pangkalan ini bukan hanya soal anggaran, tetapi juga menyangkut legitimasi politik di dalam negeri AS dan penerimaan publik di negara tuan rumah. Selama pemerintah AS masih melihat kehadiran militer sebagai kebutuhan strategis, pangkalan-pangkalan ini diperkirakan akan tetap eksis.

Strategi penyebaran kekuatan ini juga mencerminkan pandangan AS terhadap peran globalnya: sebagai penjaga stabilitas dan kekuatan utama dalam tatanan internasional. Namun, efek jangka panjangnya terhadap hubungan internasional dan masyarakat lokal tetap menjadi bahan evaluasi.

Ketergantungan pada kekuatan militer juga mengundang pertanyaan terkait efektivitas pendekatan diplomatik yang seimbang. Perlu adanya diskusi publik yang lebih luas terkait arah kebijakan pertahanan luar negeri yang berkelanjutan.

Dengan pengeluaran sebesar itu, publik AS dan dunia internasional memiliki hak untuk mengetahui sejauh mana manfaat, risiko, dan konsekuensi dari keberadaan pangkalan militer tersebut dalam jangka panjang.(*)


 

Tags: Amerika Serikatbiaya tahunangeopolitik internasional.pangkalan militerpengaruh globalstrategi militer
Post Sebelumnya

Ancaman Nuklir India-Pakistan Ancam Stabilitas Dunia Potensi Perang Nuklir di Asia Selatan

Post Selanjutnya

Kapasitas Starlink Penuh, Layanan Baru Dihentikan

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Kapasitas Starlink Penuh, Layanan Baru Dihentikan

Kapasitas Starlink Penuh, Layanan Baru Dihentikan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.