EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Zakharova: Taurus Akan Jadi Masalah Besar Rusia Ancam Jika Ukraina Pakai Rudal Jerman

Zakharova: Taurus Akan Jadi Masalah Besar Rusia Ancam Jika Ukraina Pakai Rudal Jerman

Jika terjadi penggunaan Taurus, maka itu akan menjadi masalah,” kata Zakharova. “Personel militer Jerman akan terlibat langsung dalam perencanaan.”

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Moskow, EKOIN.CO – Rusia mengeluarkan peringatan keras kepada Ukraina terkait potensi penggunaan rudal Taurus buatan Jerman dalam konflik yang tengah berlangsung. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, pada Kamis, 17 Juli 2025, dalam konferensi pers resmi yang dikutip dari berbagai media internasional.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Zakharova menegaskan bahwa penggunaan rudal jarak jauh seperti Taurus tidak dapat dilakukan tanpa keterlibatan langsung dari personel militer negara produsen, dalam hal ini Jerman. Ia menyebutkan bahwa operasi semacam itu sangat bergantung pada data intelijen satelit NATO dan dukungan teknis dari ahli militer negara pembuat rudal.

Pernyataan tersebut menandakan kekhawatiran serius dari Rusia terhadap keterlibatan negara-negara Barat dalam konflik Ukraina. Zakharova secara gamblang mengatakan bahwa jika Ukraina menggunakan Taurus, maka itu akan melibatkan personel Jerman dalam perencanaan serangan terhadap Rusia.

“Tidak diragukan lagi bahwa penggunaan sistem jarak jauh tanpa partisipasi langsung spesialis militer dari negara-negara tempat sistem ini diproduksi… sama sekali mustahil,” ujarnya seperti dikutip dari pernyataan resmi. Ia menambahkan bahwa dukungan NATO, termasuk misi penerbangan dan pengintaian satelit, merupakan bagian integral dari penggunaan rudal semacam itu.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Rusia Tegaskan Keterlibatan Jerman Tak Bisa Dielak

Zakharova juga menyebut bahwa pelibatan Jerman secara langsung akan memunculkan dampak diplomatik dan militer yang lebih besar. Ia menilai keterlibatan seperti ini merupakan bentuk eskalasi konflik yang dapat memicu respon lanjutan dari pihak Rusia.

“Personel militer Jerman akan terlibat langsung dalam perencanaan operasi militer melawan negara kita,” kata Zakharova. Ia memperingatkan bahwa penggunaan rudal Taurus oleh Ukraina tidak hanya akan menjadi provokasi, tetapi juga memperdalam keterlibatan NATO dalam konflik tersebut.

Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya tekanan dari negara-negara Barat untuk memperkuat kemampuan tempur Ukraina. Sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, sebelumnya telah menyalurkan bantuan militer, namun belum secara terbuka menyatakan kesediaan mengirimkan sistem rudal Taurus.

Menurut analis pertahanan yang dilansir dari beberapa laporan, rudal Taurus memiliki jangkauan lebih dari 500 kilometer dan mampu menembus target dengan presisi tinggi. Senjata ini dianggap mampu mengubah dinamika konflik jika digunakan oleh Ukraina.

Kekhawatiran Rusia atas Dukungan NATO

Pernyataan dari pihak Rusia ini memperkuat klaim bahwa Moskow menilai dukungan militer dari Barat bukan hanya berupa suplai senjata, melainkan juga mencakup koordinasi militer aktif. Hal ini dianggap Rusia sebagai pelanggaran terhadap batas keterlibatan yang dapat diterima dalam konflik regional.

Dengan memperingatkan Ukraina secara terbuka, Rusia juga tampak ingin mengirimkan sinyal diplomatik kepada Berlin. Dalam konteks ini, Zakharova menekankan bahwa setiap aksi penggunaan Taurus akan “menjadi masalah” bagi keamanan nasional Rusia.

Kekhawatiran Rusia juga tidak lepas dari pengalaman sebelumnya, ketika beberapa sistem senjata yang disuplai Barat ke Ukraina digunakan dalam serangan lintas batas ke wilayah Rusia. Hal ini telah menjadi bahan retorika Kremlin dalam beberapa bulan terakhir.

Belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Jerman terkait pernyataan Zakharova tersebut. Namun, perdebatan politik internal di Jerman soal pengiriman rudal Taurus ke Ukraina terus berlangsung, dengan sejumlah pihak di parlemen mendukung dan sebagian lainnya menolak.

Sementara itu, Ukraina belum memberikan komentar langsung mengenai peringatan Rusia ini. Pihak Kyiv sebelumnya menyatakan bahwa semua bantuan militer yang diterima digunakan untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayah negara.

Terkait penggunaan rudal Taurus, beberapa media Barat menyebut bahwa Ukraina telah mengajukan permintaan resmi kepada pemerintah Jerman sejak awal tahun 2025. Namun, keputusan final belum diambil oleh Berlin hingga kini.

Peringatan Rusia ini menjadi bagian dari rangkaian komunikasi publik yang ditujukan untuk menahan pengiriman senjata strategis ke Ukraina. Rusia secara konsisten menyatakan bahwa keterlibatan militer Barat akan memperpanjang konflik dan meningkatkan risiko benturan langsung dengan NATO.

Dalam konteks hubungan internasional, pernyataan Zakharova bisa memicu reaksi diplomatik, terutama dari Jerman dan negara-negara anggota NATO lainnya. Namun, sejauh ini belum ada indikasi bahwa ancaman Rusia akan memengaruhi keputusan kebijakan pertahanan negara-negara Barat terhadap Ukraina.

Situasi ini juga menambah ketegangan dalam diplomasi internasional terkait konflik Rusia-Ukraina, yang telah berlangsung sejak Februari 2022. Pihak Barat dan Rusia terus saling menyalahkan atas eskalasi konflik yang tak kunjung mereda.

Dengan adanya peringatan keras dari Rusia ini, perkembangan hubungan antara Berlin, Kyiv, dan Moskow akan menjadi sorotan utama dalam beberapa pekan ke depan. Terutama jika keputusan soal rudal Taurus akhirnya diambil oleh Jerman.

Sebagai catatan, rudal Taurus bukan satu-satunya sistem senjata jarak jauh yang diminta Ukraina dari mitra-mitra Baratnya. Ukraina juga telah mengoperasikan sistem HIMARS dari Amerika Serikat dan Storm Shadow dari Inggris.

Meski demikian, penggunaan sistem seperti Taurus dipandang memiliki dampak yang lebih strategis, terutama untuk menghantam infrastruktur militer Rusia di wilayah belakang garis depan.

dari peringatan ini menunjukkan bahwa Rusia memandang dukungan senjata berteknologi tinggi dari negara Barat bukan sebagai bantuan biasa, melainkan sebagai bentuk keterlibatan aktif yang bisa menjustifikasi langkah balasan.


Ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat semakin menguat seiring meningkatnya jenis dan jangkauan senjata yang dikirimkan ke Ukraina. Situasi ini berpotensi menciptakan eskalasi militer lebih lanjut jika tidak segera diatasi secara diplomatik.

Masyarakat internasional, terutama pihak-pihak yang terlibat, diharapkan dapat menahan diri agar tidak mengambil langkah-langkah yang memicu konflik baru. Semua bentuk dukungan militer seharusnya mempertimbangkan dampaknya terhadap perdamaian jangka panjang.

Negara-negara seperti Jerman perlu memperhitungkan risiko keterlibatan langsung dalam konflik, terutama ketika dukungan militer berpotensi digunakan untuk serangan terhadap wilayah Rusia. Konsultasi multilateral dibutuhkan untuk menghindari kesalahpahaman strategis.

Pernyataan Rusia ini sebaiknya dipandang sebagai sinyal bahwa konflik sudah mendekati batas kritis dan perlu segera dicari solusi diplomatik yang adil bagi semua pihak. Jalur dialog dan negosiasi harus dibuka selebar-lebarnya oleh komunitas internasional.

Dengan mempertimbangkan dinamika geopolitik yang kompleks, pendekatan yang bijak dan berimbang perlu diterapkan oleh semua negara agar konflik tidak berkembang menjadi perang yang lebih luas dan berdampak global. (*)

 


 

Tags: JermanMaria ZakharovaNATOrudal TaurusRusiaUkraina
Post Sebelumnya

Mampukah Rudal Patriot Menahan Serangan Udara Rusia?

Post Selanjutnya

Indonesia Gabung BRICS, Tak Jauhi Negara Barat

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Indonesia Gabung BRICS, Tak Jauhi Negara Barat

Indonesia Gabung BRICS, Tak Jauhi Negara Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.