EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Mampukah Rudal Patriot Menahan Serangan Udara Rusia?

Mampukah Rudal Patriot Menahan Serangan Udara Rusia?

Trump setujui penyaluran rudal Patriot ke Ukraina. NATO bantu Ukraina tangkis serangan udara Rusia.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

KYIV EKOIN.CO – Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada pertengahan Juli 2025 mengumumkan perubahan besar dalam kebijakan pertahanan, dengan meningkatkan dukungan militer terhadap Ukraina melalui sekutu NATO. Keputusan ini disampaikan setelah berlangsungnya pertemuan puncak NATO dan sebagai respons terhadap eskalasi serangan rudal Rusia di berbagai kota Ukraina.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyediakan sistem senjata, termasuk rudal Patriot, senilai sekitar USD 10 miliar atau setara Rp162 triliun kepada negara-negara anggota NATO Eropa. Persenjataan ini akan digunakan oleh negara-negara tersebut untuk membantu Ukraina dalam menghadapi serangan udara dari Rusia.

Inisiatif ini merupakan langkah strategis dengan skema yang memperbolehkan negara-negara Eropa membeli langsung persenjataan dari Amerika Serikat atau mengalihkan stok senjata mereka ke Ukraina, lalu menggantinya melalui pembelian dari AS. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya telah mengusulkan pendekatan ini dalam pertemuan NATO.

Trump menyoroti bahwa meskipun negosiasi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin telah dilakukan berulang kali, serangan ke Kyiv dan kota-kota lain terus berlangsung. “Pembicaraan diplomatik tidak berarti jika rudal terus menghantam rumah warga,” tegasnya dalam pernyataan yang dikutip Axios.

Berita Menarik Pilihan

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

Peran NATO dalam Meningkatkan Dukungan

Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengonfirmasi bahwa beberapa negara Eropa seperti Jerman, Finlandia, Swedia, Norwegia, Inggris, Belanda, Denmark, dan Kanada telah menunjukkan minat untuk terlibat dalam pengadaan dan distribusi persenjataan ini. Tujuan utama dari kerja sama ini adalah meningkatkan kemampuan pertahanan udara Ukraina secara signifikan.

Langkah ini dinilai sebagai perubahan besar dari sikap Trump sebelumnya, yang sempat menolak pengiriman senjata ofensif ke Ukraina. Kini, strategi pertahanan tersebut diperluas untuk mencakup rudal jarak jauh yang berpotensi menjangkau wilayah Rusia, termasuk ibu kota Moskow.

Meskipun tidak semua detail teknis dari rencana tersebut telah dipublikasikan, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tetap berkomitmen menjaga cadangan senjatanya sendiri untuk kepentingan global. Sementara itu, proses transfer ke Ukraina akan terus difasilitasi.

Sistem rudal Patriot menjadi sorotan utama karena kemampuannya dalam menghadapi rudal balistik Rusia. Kyiv sendiri sudah mulai mengoperasikan sistem ini sejak April 2023, setelah mendapatkannya dari Washington dan sekutu Eropa Barat.

Efektivitas Sistem Patriot dan Tantangan Ukraina

Patriot pertama kali dikembangkan pada 1970-an untuk menghadapi ancaman rudal Uni Soviet. Dalam beberapa pekan setelah dikerahkan ke Ukraina, sistem ini berhasil mencegat rudal Kinzhal buatan Rusia. Rudal tersebut diluncurkan dari jet tempur pada ketinggian lebih dari 12 kilometer dan melaju hingga sepuluh kali kecepatan suara.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengklaim bahwa kecepatan Kinzhal membuat sistem pertahanan udara Barat tidak mampu menghadangnya. Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa Patriot mampu menghadapi rudal jenis tersebut dalam beberapa kasus.

Selain Patriot, Ukraina juga telah menerima sistem pertahanan udara Skynex buatan Jerman yang dilengkapi meriam otomatis 35 mm. Sistem ini efektif dalam menembak jatuh drone-drone Rusia seperti Geran. Namun, hingga kini Ukraina hanya memiliki dua unit Skynex, dan belum ada kepastian terkait penambahan unit baru.

Menurut analis militer Ukraina, Romanenko, Moskow kerap mengubah jalur serangan drone untuk menghindari intersepsi. Oleh karena itu, Ukraina memerlukan pesawat ringan dengan kemampuan pengacakan elektronik serta helikopter tempur yang mampu menghadapi drone berkecepatan tinggi.

Kritik juga muncul dari pakar perang drone Ukraina, Andrey Pronin. Ia menyebut Kementerian Pertahanan Ukraina kurang serius mengembangkan drone pencegat buatan lokal. Pronin menyebut kondisi tersebut “amatir” dan mengatakan bahwa meski timnya telah mengembangkan teknologi pencegat yang efektif, belum ada langkah nyata dari pemerintah.

Situasi ini memunculkan tantangan baru dalam memperkuat pertahanan udara Ukraina. Ketiadaan sistem drone pencegat yang memadai dan terbatasnya unit pertahanan udara yang tersedia menjadi perhatian utama di tengah serangan Rusia yang terus berlanjut.

Beberapa analis pertahanan juga menyatakan bahwa meskipun sistem Patriot efektif, jumlah pencegat yang tersedia belum memadai untuk menangani volume serangan tinggi. Jika serangan mencapai ribuan dalam sehari, Ukraina membutuhkan ratusan rudal pencegat untuk perlindungan maksimal.

Sementara itu, Trump dan para pemimpin NATO menegaskan bahwa langkah ini diambil bukan untuk memperpanjang konflik, melainkan untuk memaksa Rusia kembali ke meja perundingan dengan posisi Ukraina yang lebih kuat secara militer.

Bantuan tambahan ini juga mencerminkan tekanan politik domestik dan internasional untuk menghentikan penderitaan warga sipil Ukraina yang terus menjadi korban dalam serangan rudal dan drone.

dari strategi ini adalah penguatan posisi Ukraina di medan perang untuk menciptakan kondisi yang memungkinkan penyelesaian diplomatik. Namun, kesuksesannya sangat bergantung pada kesiapan logistik dan respons Rusia terhadap perubahan kebijakan ini.

Dukungan dari negara-negara NATO diprediksi akan terus bertambah seiring meningkatnya ancaman dari Rusia. Ini sekaligus menjadi ujian bagi kemampuan koordinasi militer Barat dalam merespons konflik secara kolektif.

Dari sisi Ukraina, meski bantuan militer terus mengalir, perbaikan pada sektor industri pertahanan domestik tetap menjadi kebutuhan mendesak. Keputusan-keputusan strategis ke depan akan menentukan ketahanan negara dalam jangka panjang.

Sistem pertahanan udara seperti Patriot dan Skynex akan berperan penting sebagai garda terdepan dalam melindungi kota-kota Ukraina dari kehancuran akibat rudal dan drone. Namun, tanpa manajemen persenjataan yang efisien dan dukungan taktis yang kuat, efektivitasnya akan berkurang.

Diperlukan percepatan dalam integrasi sistem tempur, pelatihan personel, dan pengembangan teknologi lokal untuk menjawab tantangan yang terus berkembang di medan perang modern seperti saat ini. (*)

 

Tags: NATOpertahanan udararudal PatriotRusiatrumpUkraina
Post Sebelumnya

Andi Arief: Hakim Tom Lembong Marxis

Post Selanjutnya

Zakharova: Taurus Akan Jadi Masalah Besar Rusia Ancam Jika Ukraina Pakai Rudal Jerman

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Kanit Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya, AKP Ari Purwanto.

Wajah Cantik Ternyata Kurir Sabu, NE Tertangkap Tangan Transaksi di Pinggir Jalan Puma Raya

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Dari tangan NE, polisi menyita sabu seberat 1,04 kilogram serta satu unit telepon seluler berikut kartu SIM yang diduga digunakan...

Kominika Pandji Pragiwaksono tiba di Ditreskrimum Polda Metro Jaya. Foto: Amsi

Didampingi Haris Azhar, Pandji Pragiwaksono Datangi Polda Metro Terkait Kontroversi Stand-Up ‘Mens Rea’

oleh Aminuddin Sitompul
6 Februari 2026
0

Diketahui, Pandji kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya buntut materi stand-up comedy 'Mens Rea' yang dibawakannya. Laporan terhadap Pandji kali ini dilayangkan...

Plt. Deputi Pemberantasan BNN Brigjen Roy Hardi Siahaan saat menunjukkan barang bukti sabu seberat 160 kg dan ganja 200 kg hasil tangkapan di jaringan Aceh-Medan, Kamis (5/2/2026). Operasi besar-besaran ini diperkirakan menyelamatkan jutaan generasi muda Indonesia dari ancaman zat adiktif. (Foto: Humas BNN RI/Ekoin.co)

Penyelundupan Narkoba Terbesar Awal 2026, Melibatkan Jaringan Lintas Negara

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

BNN memperkirakan penggagalan peredaran narkoba dalam jumlah besar ini berpotensi menyelamatkan lebih dari satu juta orang dari bahaya penyalahgunaan. Negara...

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

Datangi Polda Metro, Refly Harun dan Roy Suryo Cs Minta 709 Salinan Perkara Ijazah Palsu Jokowi

oleh Aminuddin Sitompul
5 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Tiga tersangka kasus tudingan ijazah palsu Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, Rismon Hasiholan Sianipar dan Tifauzia Tyassuma,...

Post Selanjutnya
Zakharova: Taurus Akan Jadi Masalah Besar Rusia Ancam Jika Ukraina Pakai Rudal Jerman

Zakharova: Taurus Akan Jadi Masalah Besar Rusia Ancam Jika Ukraina Pakai Rudal Jerman

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.