EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Tarif RI 19 Persen Picu Reaksi Warganet  Warga AS Nilai Trump Kalah Negosiasi

Tarif RI 19 Persen Picu Reaksi Warganet Warga AS Nilai Trump Kalah Negosiasi

Trump salah ketika dia bilang kami tidak membayar tarif. Kesepakatan ini justru merugikan kami.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
20 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Washington, EKOIN.CO – Kesepakatan dagang terbaru antara Indonesia dan Amerika Serikat menjadi sorotan, tak hanya di media internasional, tetapi juga di kalangan warganet. Melalui platform media sosial seperti TikTok, sejumlah warga AS mengekspresikan ketidakpuasan mereka terhadap hasil negosiasi yang dianggap merugikan pihak AS.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Video dari akun TikTok @thinkbyx dan @kclmft menjadi viral setelah menampilkan pandangan warga AS yang menyayangkan keputusan pemerintahan Donald Trump terkait tarif perdagangan dengan Indonesia. Dalam video berdurasi lebih dari dua menit tersebut, pengguna bernama Nicholas menyebut bahwa kesepakatan tarif tersebut menunjukkan ketimpangan yang merugikan AS.

“Trump salah ketika dia bilang kita tidak membayar tarif. Kenyataannya, kami tetap membayar,” ujar Nicholas dalam video tersebut, merujuk pada kesepakatan yang mencantumkan tarif sebesar 19% untuk sejumlah produk dari Indonesia. Ia menekankan bahwa tarif tersebut tetap dikenakan pada pihak AS meskipun pemerintah menyatakan sebaliknya.

Pernyataan Nicholas mengundang beragam komentar dari netizen lainnya. Banyak dari mereka menganggap bahwa Presiden Trump gagal dalam bernegosiasi dengan Presiden Indonesia Prabowo Subianto. Sentimen seperti ini memperlihatkan kegelisahan publik terhadap praktik perdagangan bilateral yang dinilai timpang.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Respons publik dalam negeri dan luar negeri

Reaksi yang muncul dari masyarakat AS ini dianggap mengejutkan oleh sebagian pengamat kebijakan luar negeri. Dikutip dari berbagai media internasional, perdebatan tarif ini mencerminkan bahwa masyarakat kini lebih sadar terhadap dinamika politik luar negeri dan dampaknya pada harga barang konsumsi.

Beberapa warganet AS mengaku baru mengetahui bahwa barang-barang dari Indonesia dikenakan tarif tinggi, meskipun Trump menyatakan bahwa kesepakatan dagang itu menguntungkan AS. “Kami pikir kesepakatan ini bebas tarif. Kenyataannya kami justru bayar lebih mahal,” tulis salah satu pengguna TikTok lainnya dalam kolom komentar.

Sementara itu, dari pihak Indonesia, belum ada pernyataan resmi dari Presiden Prabowo Subianto menanggapi viralnya komentar warga AS tersebut. Namun sebelumnya, Kementerian Perdagangan RI menyampaikan bahwa perjanjian dagang ini tetap menguntungkan bagi kedua negara, dengan fokus pada ekspor produk-produk unggulan Indonesia.

Kesepakatan ini dikabarkan mencakup komoditas seperti tekstil, karet, dan peralatan elektronik. Tarif 19% disebutkan diberlakukan sebagai tarif masuk tetap untuk sejumlah produk AS ke pasar Indonesia, sementara barang dari Indonesia tetap terkena bea masuk di pasar AS.

Dinamika hubungan dagang Indonesia-AS

Ketidakseimbangan dalam pengenaan tarif ini menjadi salah satu pemicu ketegangan di kalangan warganet. Banyak dari mereka membandingkan tarif tersebut dengan perjanjian dagang AS dengan negara-negara lain yang lebih menguntungkan secara sepihak.

Hubungan dagang Indonesia dan AS telah mengalami pasang surut sejak beberapa dekade terakhir. Di masa pemerintahan Trump, pendekatan proteksionis terhadap perdagangan luar negeri kerap dikritik oleh para ekonom. Kebijakan tersebut dinilai terlalu agresif dan berisiko menciptakan ketegangan dagang dengan negara mitra.

Namun dalam kasus kesepakatan dengan Indonesia kali ini, sentimen yang muncul justru menunjukkan bahwa masyarakat AS merasa dirugikan. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan persepsi terhadap strategi dagang Trump, yang selama ini dianggap membela kepentingan dalam negeri.

Dalam diskursus media sosial, muncul pula pembahasan mengenai posisi tawar Indonesia yang dinilai meningkat di bawah kepemimpinan Prabowo. Beberapa pengguna menyebut bahwa Prabowo mampu memaksimalkan potensi Indonesia dalam perundingan bilateral.

Dari sisi lain, para analis mencatat bahwa ekspresi ketidakpuasan publik AS seharusnya menjadi pertimbangan dalam membentuk kesepakatan perdagangan yang lebih transparan dan adil. Terlebih lagi, media sosial kini telah menjadi alat utama untuk mengukur reaksi masyarakat secara real time.

Video yang diunggah oleh akun TikTok itu telah ditonton ratusan ribu kali dan terus mendapat tanggapan dari berbagai kalangan. Sebagian besar komentar mempertanyakan keefektifan kebijakan luar negeri Trump terhadap negara-negara berkembang.

Sejumlah pakar hubungan internasional juga menyebut bahwa tren ini mencerminkan kekecewaan publik terhadap narasi politik yang dibangun oleh pemerintah. Di era digital, ketidaksesuaian antara janji politik dan realitas kebijakan dengan cepat terungkap di media sosial.

Meski demikian, hingga kini belum ada tanggapan resmi dari pihak Gedung Putih ataupun Trump sendiri mengenai pernyataan dan kritik yang berkembang di TikTok tersebut. Beberapa media mencatat bahwa perdebatan ini kemungkinan akan berdampak pada retorika kampanye Trump jika kembali mencalonkan diri.

Dari perspektif Indonesia, keberhasilan dalam mempertahankan tarif tertentu bisa menjadi cerminan kekuatan diplomasi ekonomi yang terus berkembang. Dengan posisi tawar yang lebih kuat, Indonesia berpotensi memperluas jangkauan ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan bilateral.

Di tengah sorotan ini, para ahli menyarankan agar kedua negara meningkatkan dialog dan evaluasi terhadap kesepakatan dagang agar dapat lebih adil dan saling menguntungkan. Perbaikan dalam aspek transparansi dan komunikasi disebut krusial untuk menghindari ketegangan serupa di masa depan.

Pemerintah Indonesia juga diimbau untuk terus menyosialisasikan dampak positif dari perjanjian dagang ini kepada masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri, guna memperkuat citra dan posisi Indonesia dalam perdagangan global.

sorotan warganet AS terhadap kesepakatan dagang ini menunjukkan bahwa diplomasi ekonomi tidak lagi hanya menjadi isu elite, melainkan juga bagian dari diskursus publik yang luas. Keberhasilan Prabowo dalam mempertahankan tarif tersebut akan terus diperhatikan dalam konteks hubungan bilateral Indonesia-AS.

Meningkatnya kesadaran publik internasional terhadap ketimpangan tarif memberi pelajaran penting tentang pentingnya penyusunan kesepakatan yang benar-benar mencerminkan prinsip keadilan. Ke depan, pengaruh opini publik dalam kebijakan luar negeri diperkirakan akan semakin besar.

Di sisi lain, pemerintah Indonesia perlu menjaga konsistensi dalam kebijakan perdagangan luar negeri agar tidak hanya menguntungkan jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan. Peran strategis Indonesia di Asia Tenggara dapat menjadi modal dalam perundingan lanjutan dengan negara besar seperti AS.

Meski menuai kritik, kesepakatan dagang ini tetap menjadi langkah penting dalam memperkuat hubungan bilateral. Namun, pelaksanaannya harus terus dipantau agar tidak menimbulkan ketimpangan yang berujung pada kekecewaan publik.

Diperlukan pendekatan diplomasi yang lebih inklusif, melibatkan pengusaha dan masyarakat, agar kebijakan perdagangan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua pihak yang terlibat. Dengan demikian, Indonesia dapat menunjukkan bahwa kekuatan negosiasi tidak hanya terletak pada angka, tetapi juga keadilan dalam pelaksanaannya. (*)


 

Tags: perdagangan IndonesiaPrabowotarif 19 persenTikToktrumpwarganet AS
Post Sebelumnya

Rudal Iran Tembus Iron Dome, Dunia Cemas

Post Selanjutnya

Mentan Ajak Mahasiswa Bangun Kedaulatan Pangan Nasional

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Mentan Ajak Mahasiswa Bangun Kedaulatan Pangan Nasional

Mentan Ajak Mahasiswa Bangun Kedaulatan Pangan Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.