EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Negosiasi Nuklir Iran-Eropa Digelar dalam Waktu Dekat

Negosiasi Nuklir Iran-Eropa Digelar dalam Waktu Dekat

Iran dan tiga negara Eropa akan gelar pembicaraan nuklir. Pertemuan digelar pekan depan, lokasi masih dirahasiakan.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
21 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Teheran EKOIN.CO – Iran bersama tiga negara Eropa—Inggris, Prancis, dan Jerman—dilaporkan sedang menyiapkan pertemuan baru untuk membahas program nuklir Teheran. Rencana ini dikabarkan akan dilaksanakan pada pekan depan menyusul meningkatnya tekanan dari ketiga negara Eropa tersebut terkait keberlanjutan negosiasi. Jika pembicaraan tidak segera dilanjutkan, sanksi internasional terhadap Iran terancam diberlakukan kembali.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Informasi ini disampaikan oleh kantor berita Reuters pada Senin, 21 Juli 2025. Prinsip-prinsip dasar untuk pelaksanaan perundingan disebut telah dicapai oleh keempat negara. Namun, waktu dan tempat pertemuan masih dalam tahap konsultasi dan belum ditentukan siapa yang akan menjadi tuan rumah pembicaraan tersebut.

Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa dan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, baru-baru ini kembali membuka jalur komunikasi usai ketegangan yang dipicu serangan militer oleh Israel dan Amerika Serikat. Diskusi tersebut menandai pembicaraan langsung pertama setelah ketegangan antar pihak meningkat drastis.

Negosiasi Diwarnai Ancaman Snapback

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Araqchi memperingatkan bahwa jika Eropa ingin berperan dalam menyelesaikan masalah ini, mereka perlu bersikap bertanggung jawab dan tidak menggunakan pendekatan berbasis tekanan. Ia juga menentang penggunaan mekanisme “snapback” yang menurutnya tidak memiliki dasar hukum maupun moral.

Peringatan ini muncul setelah negara-negara Eropa menekankan bahwa kegagalan dalam melanjutkan negosiasi akan memicu aktivasi mekanisme snapback. Mekanisme ini memungkinkan diberlakukannya kembali sanksi internasional terhadap Iran sebagaimana yang tercantum dalam resolusi Dewan Keamanan PBB.

Sebelumnya, Iran dan Amerika Serikat sempat mengadakan lima putaran pembicaraan mengenai program nuklir mereka dengan Oman bertindak sebagai mediator. Namun, proses tersebut berakhir tanpa hasil konkret akibat kebuntuan soal tingkat pengayaan uranium.

Iran tetap bersikeras bahwa program nuklirnya hanya digunakan untuk keperluan sipil. Sementara itu, negara-negara Barat tetap khawatir bahwa pengayaan uranium yang tinggi bisa digunakan untuk membangun senjata nuklir, yang telah lama menjadi kekhawatiran global.

Ketidakpastian Lokasi dan Peran AS

Sejauh ini, tidak ada keterangan resmi mengenai negara mana yang akan menjadi tuan rumah pembicaraan baru tersebut. Negara-negara Eropa masih berkoordinasi untuk menetapkan tempat netral yang bisa memfasilitasi dialog diplomatik secara terbuka dan aman.

Sementara itu, Amerika Serikat tidak termasuk dalam rencana pembicaraan tersebut karena telah menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran pada tahun 2018. Langkah AS itu diambil pada masa pemerintahan Presiden Donald Trump, yang menyebut kesepakatan tersebut tidak efektif.

Perjanjian nuklir yang dikenal dengan sebutan Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA) awalnya ditandatangani pada tahun 2015. Pihak-pihak yang terlibat termasuk Iran, AS, Inggris, Prancis, Jerman, Cina, dan Rusia. Setelah AS keluar, lima negara lainnya tetap berupaya menjaga keberlangsungan perjanjian tersebut.

Kondisi ini membuat Eropa menjadi pemain kunci dalam menjaga jalur diplomasi dengan Iran. Sebagai satu-satunya blok Barat yang masih terikat dengan JCPOA, Eropa menghadapi tekanan dari kedua sisi: menjaga hubungan baik dengan Iran sambil tetap menjaga posisi mereka dalam komunitas internasional.

Upaya terbaru ini dinilai penting untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di kawasan Timur Tengah, yang saat ini juga mengalami ketegangan karena konflik-konflik lain. Penundaan atau kegagalan negosiasi bisa berdampak besar terhadap stabilitas regional.

Langkah untuk membuka kembali pembicaraan ini juga menjadi sinyal bahwa meski banyak tekanan dan hambatan, jalur diplomasi masih mungkin dilakukan. Eropa berharap Iran bersedia menunjukkan komitmennya secara terbuka terhadap kesepakatan internasional.

Meski detail pertemuan masih belum jelas, para diplomat menyebutkan bahwa proses penyusunan agenda telah memasuki tahap akhir. Kesepakatan prinsip sudah dirumuskan, hanya tinggal menunggu kejelasan teknis dan kesiapan negara-negara terkait.

Beberapa analis memperkirakan bahwa pembicaraan tersebut bisa digelar di salah satu negara netral seperti Swiss atau Austria, sebagaimana pertemuan sebelumnya. Namun, hal ini belum dikonfirmasi oleh pihak mana pun.

Juru bicara dari Kementerian Luar Negeri Jerman mengatakan bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan mitra-mitra di Eropa untuk memastikan pembicaraan bisa berlangsung dalam suasana konstruktif dan tanpa tekanan politik yang berlebihan.

Langkah negosiasi ini sekaligus menjadi upaya Eropa mencegah krisis nuklir baru. Apabila sanksi internasional benar-benar diberlakukan kembali, maka situasi bisa semakin sulit dikendalikan, baik bagi Iran maupun stabilitas global.

Dari sisi Iran, pemerintah menilai bahwa keterlibatan Eropa harus bebas dari pengaruh pihak ketiga, khususnya Amerika Serikat, yang selama ini dianggap menjadi penghalang utama tercapainya kesepakatan baru.

Iran juga terus mendorong pengakuan atas haknya dalam mengembangkan teknologi nuklir untuk kepentingan damai. Negara itu menyatakan tidak akan tunduk pada tekanan unilateral ataupun ancaman sanksi sepihak.

Sementara itu, pejabat Uni Eropa menegaskan bahwa tujuan utama perundingan ini bukan untuk menghukum, melainkan membuka kembali peluang penyelesaian diplomatik yang adil dan berkelanjutan bagi semua pihak.

situasi pembicaraan nuklir antara Iran dan negara-negara Eropa menandai adanya peluang baru bagi penyelesaian konflik melalui jalur damai. Kendati belum ada kepastian mengenai waktu dan lokasi, inisiatif ini menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih terbuka. Dukungan dari komunitas internasional terhadap upaya ini sangat dibutuhkan untuk menjaga stabilitas kawasan dan mencegah konflik berkepanjangan.

Langkah Eropa yang tetap terlibat dalam JCPOA mencerminkan tanggung jawab mereka dalam menjaga perjanjian non-proliferasi nuklir. Pendekatan ini dapat memberikan jalan tengah yang memungkinkan Iran mempertahankan hak sipilnya atas energi nuklir, namun tetap berada di bawah pengawasan ketat.

utama yang dapat diambil dari situasi ini adalah pentingnya komunikasi terbuka antara negara-negara yang bersengketa. Mekanisme mediasi seperti yang dilakukan Oman perlu diperkuat untuk menjembatani ketegangan dan mempercepat proses negosiasi.

Selain itu, negara-negara besar perlu menahan diri dari tindakan sepihak yang berisiko memperburuk keadaan. Sebaliknya, pendekatan multilateral dan berdasarkan hukum internasional akan lebih efektif dalam menciptakan solusi jangka panjang.

Terakhir, kesuksesan perundingan ini sangat tergantung pada kemauan politik dari semua pihak untuk menempatkan stabilitas global di atas kepentingan jangka pendek. Dunia internasional diharapkan terus mendorong solusi damai atas perbedaan nuklir yang ada di kawasan Timur Tengah. (*)


 

Tags: eropairanJCPOAnuklirperundingansanksi
Post Sebelumnya

Uni Eropa Perintahkan Warga Timbun Bahan Pokok Strategi Darurat Hadapi Ancaman Rusia

Post Selanjutnya

Alasan Perdana Menteri Ukraina Mengundurkan Diri di Tengah Perang

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Alasan Perdana Menteri Ukraina Mengundurkan Diri di Tengah Perang

Alasan Perdana Menteri Ukraina Mengundurkan Diri di Tengah Perang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.