EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Pabrik Tekstil POLY Karawang Ditutup Selamanya

Pabrik Tekstil POLY Karawang Ditutup Selamanya

POLY menutup permanen pabrik Karawang sejak Juli 2025. Pabrik tidak lagi layak secara teknis dan komersial.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 Juli 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Karawang EKOIN.CO – PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY), emiten sektor tekstil, resmi menutup secara permanen unit produksi pabrik kimia dan seratnya yang berada di Karawang, Jawa Barat. Keputusan ini diumumkan melalui Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin, 21 Juli 2025.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Manajemen POLY menyampaikan bahwa penutupan ini merupakan langkah lanjutan setelah penghentian sementara operasional pabrik sejak 1 November 2024. Faktor utama yang melatarbelakangi keputusan ini adalah terus melemahnya permintaan produk industri, baik di pasar domestik maupun internasional.

Menurut manajemen, tantangan bisnis yang dihadapi mencakup kelebihan kapasitas global, kenaikan tarif ekspor ke Amerika Serikat, serta meningkatnya harga bahan baku yang menekan profitabilitas perusahaan. Selain itu, POLY juga menghadapi ketidakpastian kebijakan pemerintah yang turut memperburuk situasi.

Kebijakan bea anti-dumping dan revisi peraturan importasi disebut belum sesuai harapan. Ketidakpastian ini turut mempersulit strategi perusahaan dalam mempertahankan keberlangsungan unit produksinya di Karawang.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Penutupan Permanen dan Dampaknya terhadap Kinerja Keuangan

Manajemen POLY menyatakan bahwa perusahaan akan merevisi proyeksi bisnis berdasarkan operasi pabrik lain yang masih berjalan, yaitu di Kaliwungu, Kendal. Penutupan permanen ini diakui akan memberikan dampak terhadap pendapatan perseroan mulai tahun 2025 dan tahun-tahun selanjutnya.

Perusahaan juga menjelaskan bahwa selama masa penghentian sementara, fasilitas produksi di Karawang tetap dijaga dan dirawat. Namun, biaya pemeliharaan yang tinggi dan lamanya waktu tidak beroperasi membuatnya tidak lagi layak secara teknis maupun komersial untuk diaktifkan kembali.

“Penghentian produksi yang berlangsung lebih dari enam bulan membuat operasionalisasi kembali fasilitas unit produksi kami di Karawang menjadi tidak layak secara teknis dan komersial,” ujar manajemen dalam keterangannya.

Akibat keputusan ini, POLY akan melakukan revisi terhadap proyeksi keuangan yang telah ditetapkan. Revisi ini disesuaikan dengan kapasitas produksi yang lebih kecil pasca penutupan fasilitas Karawang.

Langkah Restrukturisasi dan Strategi Bisnis Selanjutnya

Selain itu, manajemen POLY mengungkapkan bahwa perusahaan tengah melanjutkan proses restrukturisasi utang dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). POLY berharap dapat mencapai kesepakatan akhir atas proposal restrukturisasi yang telah diajukan.

Walau belum ada titik temu final, POLY memastikan proses negosiasi masih berlangsung dan membutuhkan waktu tambahan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam strategi penyelamatan bisnis dan keberlangsungan usaha di masa mendatang.

Sebagai langkah lanjut, perusahaan berencana melakukan reposisi produk serta memperkuat unit produksi yang tersisa di Pabrik Kaliwungu. Evaluasi menyeluruh terhadap produk dan dukungan operasional akan dilakukan untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing.

POLY juga menyatakan akan meneruskan proses pencarian pendanaan dari para kreditur maupun investor. Dukungan finansial tersebut diharapkan dapat memperkuat lini produksi yang tersisa dan memperbaiki kinerja perusahaan.

“Keputusan ini sangat penting bagi keberlanjutan usaha di masa depan dan perseroan meminta dukungan dan kerjasama dari semua pihak terkait dan pemangku kepentingan,” kata manajemen dalam keterangannya di laman resmi BEI.

Penutupan ini menandai fase baru dalam strategi bisnis POLY. Perusahaan menyadari pentingnya adaptasi dalam menghadapi dinamika pasar global dan domestik yang terus berubah.

Di sisi lain, penyesuaian terhadap portofolio bisnis menjadi fokus utama untuk mempertahankan keberlangsungan usaha dan nilai perusahaan dalam jangka panjang. Reposisi produk dan evaluasi fasilitas menjadi langkah penting ke depan.

Manajemen juga menekankan pentingnya komunikasi yang intensif dengan seluruh stakeholder selama masa transisi ini. POLY berharap pemangku kepentingan dapat memahami keputusan strategis yang telah diambil.

Situasi ini menjadi refleksi nyata atas tekanan yang dihadapi industri tekstil nasional dalam beberapa tahun terakhir. Banyak pelaku usaha harus melakukan konsolidasi dan efisiensi besar-besaran untuk bertahan.

Dengan ditutupnya pabrik Karawang secara permanen, POLY kini hanya akan mengandalkan fasilitas produksi di lokasi lainnya. Proses restrukturisasi menyeluruh menjadi hal krusial untuk menyelamatkan bisnis dan menyeimbangkan beban operasional.

Industri tekstil nasional juga diharapkan mendapatkan perhatian dari pemerintah, khususnya dalam menciptakan regulasi yang mendukung keberlangsungan usaha dan tidak membebani pelaku industri secara berlebihan.

Transformasi model bisnis dan efisiensi menjadi kata kunci bagi perusahaan untuk tetap relevan. Dukungan dari semua pihak sangat dibutuhkan agar sektor tekstil dapat bangkit kembali di tengah tantangan global yang kian berat.

Meskipun keputusan ini menimbulkan konsekuensi besar bagi perusahaan dan pekerja, POLY berharap dapat membangun kembali fondasi bisnis yang lebih kuat dan berkelanjutan melalui restrukturisasi dan reposisi strategis.

Perlu dilakukan evaluasi mendalam terhadap kebijakan industri nasional agar kejadian serupa tidak terus berulang. Kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi hal penting untuk menciptakan iklim industri yang sehat dan kompetitif.

Ke depan, PT Asia Pacific Fibers Tbk bertekad untuk memfokuskan energi dan sumber daya pada unit yang lebih potensial agar dapat menghasilkan performa keuangan yang lebih stabil dan menguntungkan bagi seluruh pemangku kepentingan.

keputusan POLY untuk menutup permanen pabrik Karawang menandakan adanya tekanan struktural yang serius di sektor tekstil. Lesunya permintaan, naiknya biaya produksi, dan ketidakpastian regulasi mempercepat penutupan ini. Pengaruh terhadap pendapatan dan proyeksi keuangan pun menjadi tidak terhindarkan. Namun, perusahaan menunjukkan langkah antisipatif dengan memfokuskan operasional pada pabrik lain serta melanjutkan proses restrukturisasi utang. Upaya ini merupakan bagian dari adaptasi terhadap dinamika industri tekstil saat ini.

yang bisa diberikan adalah agar pemerintah mempercepat sinkronisasi regulasi dan memberi kepastian kebijakan bagi pelaku usaha. Selain itu, akses pendanaan perlu lebih fleksibel untuk membantu perusahaan dalam masa transisi. Dukungan terhadap industri domestik, terutama sektor padat karya seperti tekstil, harus diprioritaskan. Pemangku kepentingan diharapkan menjaga komunikasi aktif untuk mencegah dampak sosial yang lebih luas. Terakhir, penguatan kapasitas inovasi dan efisiensi menjadi langkah penting dalam menghadapi kompetisi global yang kian tajam. (*)


I

Tags: BEIindustri tekstilKarawangpenutupan pabrikPOLYrestrukturisasi
Post Sebelumnya

Istana: Harga Beras Tembus Zona Tidak Aman KSP Sebut Naik Tajam

Post Selanjutnya

Sampah Menumpuk di Pasar Induk Tangerang Pedagang Resah

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Sampah Menumpuk di Pasar Induk Tangerang Pedagang Resah

Sampah Menumpuk di Pasar Induk Tangerang Pedagang Resah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.