EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
RI Tegaskan Konflik ASEAN Harus Diselesaikan Damai  Pantau Ketat Konflik Thailand-Kamboja

RI Tegaskan Konflik ASEAN Harus Diselesaikan Damai Pantau Ketat Konflik Thailand-Kamboja

Indonesia sangat berharap bahwa konflik ini tidak berlanjut menjadi konfrontasi terbuka.” “Kami siap membantu proses dialog jika diminta

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
26 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia menyatakan keyakinannya bahwa konflik antara Thailand dan Kamboja yang semakin memanas dapat diselesaikan melalui cara-cara damai. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi, pada Jumat, 25 Juli 2025, di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta. Ketegangan antara kedua negara tetangga itu meningkat dalam beberapa pekan terakhir, terutama di wilayah perbatasan yang kerap menjadi sumber sengketa.

Dalam keterangan pers usai pertemuan internal di Istana, Retno menegaskan bahwa Indonesia selalu mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi. Menurutnya, sebagai negara sesama anggota ASEAN, baik Thailand maupun Kamboja memiliki komitmen untuk menjaga stabilitas kawasan Asia Tenggara.

“Indonesia sangat berharap bahwa konflik ini tidak berlanjut menjadi konfrontasi terbuka. Kami terus berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait dan menegaskan pentingnya dialog,” ujar Retno kepada wartawan, seperti dikutip dari Detikcom.

Pemerintah Indonesia, lanjut Retno, juga telah melakukan pembicaraan dengan Sekretariat ASEAN untuk mendorong penggunaan mekanisme penyelesaian konflik yang sudah tersedia di tubuh organisasi tersebut. ASEAN, menurutnya, memiliki prinsip non-intervensi, namun tetap mendorong penyelesaian damai atas setiap perselisihan antar negara anggotanya.

ASEAN Diminta Aktif Dorong Dialog Damai

Ketegangan antara Thailand dan Kamboja dipicu oleh sengketa perbatasan yang belum tuntas, terutama terkait kawasan Candi Preah Vihear, yang telah lama menjadi sumber klaim oleh kedua negara. Meski Mahkamah Internasional pernah mengeluarkan keputusan pada tahun 1962 yang mengakui kepemilikan candi tersebut oleh Kamboja, namun sengketa wilayah di sekitarnya masih terus terjadi.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Pihak Thailand menuding adanya pelanggaran wilayah oleh tentara Kamboja di sepanjang perbatasan, sementara Kamboja menolak tuduhan tersebut dan menyebutnya sebagai provokasi. Situasi ini menyebabkan ketegangan militer meningkat di kawasan tersebut, dengan kedua pihak dilaporkan meningkatkan kehadiran pasukan.

Menteri Retno menegaskan bahwa Indonesia tidak dalam posisi untuk mengambil sikap memihak, namun terus mendorong penggunaan forum ASEAN sebagai sarana dialog terbuka antara kedua negara. “Kami percaya bahwa ASEAN memiliki kapasitas untuk menjadi fasilitator perdamaian,” ujarnya.

Dalam perkembangan lain, pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia juga mengonfirmasi bahwa tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban atau terdampak langsung dari ketegangan di perbatasan Thailand-Kamboja tersebut.

Indonesia Siap Jadi Mediator Bila Diperlukan

Sejalan dengan prinsip diplomasi damai, Indonesia membuka diri untuk menjadi mediator jika diminta oleh kedua pihak. Pemerintah Indonesia menyatakan bahwa stabilitas kawasan adalah prioritas, dan penyelesaian damai menjadi tanggung jawab bersama antar negara ASEAN.

“Kami siap membantu proses dialog jika diminta. Saat ini fokus kami adalah mendorong agar ketegangan ini tidak bereskalasi lebih jauh,” jelas Retno Marsudi. Dia menambahkan bahwa komunikasi dengan kedua negara sedang berlangsung secara intensif.

Sementara itu, Presiden Joko Widodo dilaporkan telah menerima laporan berkala mengenai situasi terkini di kawasan konflik tersebut. Pemerintah Indonesia juga telah menghubungi Kedutaan Besar di Bangkok dan Phnom Penh untuk memantau situasi serta memastikan keselamatan WNI.

Kementerian Luar Negeri Indonesia mengimbau warga negara Indonesia di Thailand dan Kamboja untuk tetap tenang dan mengikuti arahan resmi dari perwakilan diplomatik RI. Hingga kini, situasi di kedua negara masih dalam pantauan dan belum berdampak luas terhadap warga sipil.

Kementerian Luar Negeri RI juga menyatakan akan terus melakukan pendekatan bilateral dengan masing-masing negara jika diperlukan. Pendekatan regional dan bilateral dinilai bisa saling melengkapi dalam meredakan konflik yang ada.

Pemerintah Indonesia juga terus mengedepankan prinsip keamanan bersama di kawasan ASEAN, dan menegaskan bahwa konflik terbuka di kawasan hanya akan mengganggu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi negara-negara anggota.

Sementara itu, pihak ASEAN sendiri belum mengeluarkan pernyataan resmi atas konflik tersebut. Namun, Retno Marsudi memastikan bahwa dalam waktu dekat, pertemuan tingkat menteri luar negeri ASEAN akan membahas situasi ini secara khusus.

Dengan meningkatnya ketegangan, Indonesia juga mendorong agar kedua negara menahan diri dan menghindari tindakan-tindakan yang dapat memicu ketegangan lanjutan. Dialog langsung antara Thailand dan Kamboja dinilai sangat penting untuk menghindari kesalahpahaman.

Retno menambahkan bahwa Indonesia selalu memegang prinsip penghormatan terhadap kedaulatan negara lain, namun juga mendorong penghormatan terhadap keputusan hukum internasional seperti yang telah ditetapkan Mahkamah Internasional.

Pihak Thailand maupun Kamboja belum memberikan tanggapan resmi atas pernyataan Indonesia ini. Namun, komunikasi diplomatik antara ketiga negara dikabarkan terus berlangsung.

Situasi di kawasan perbatasan antara Thailand dan Kamboja masih dalam pengawasan ketat. Kedua negara telah memperkuat kehadiran militernya, meskipun belum ada laporan resmi mengenai bentrokan bersenjata besar.

Indonesia, bersama negara ASEAN lainnya, berharap bahwa upaya diplomasi bisa segera meredakan ketegangan ini sebelum berdampak lebih luas. Stabilitas regional disebut sangat penting untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan hubungan antar negara di Asia Tenggara.

Sebagai langkah lanjutan, Indonesia juga akan menyampaikan laporan dan sikap resmi di forum ASEAN mendatang, dengan harapan konflik bisa segera mereda.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

pemerintah Indonesia telah menunjukkan komitmen yang kuat untuk menjaga perdamaian kawasan melalui pendekatan diplomatik. Upaya ini penting untuk mencegah eskalasi konflik antara Thailand dan Kamboja yang bisa mengganggu stabilitas regional.

Komunikasi yang terbuka dan intensif antar negara ASEAN sangat dibutuhkan dalam situasi seperti ini. Peran organisasi regional menjadi sangat penting sebagai jembatan dialog dan penyelesaian sengketa.

Indonesia juga memberikan contoh bagaimana negara dapat berperan aktif tanpa ikut campur secara langsung, namun tetap mendukung penyelesaian yang adil dan damai. Pendekatan ini mencerminkan prinsip diplomasi aktif yang konstruktif.

Peran masyarakat internasional, terutama negara-negara ASEAN, menjadi kunci dalam meredam konflik dan menghindari kerugian lebih besar. Oleh karena itu, mendorong dialog damai harus terus dilakukan secara konsisten.

Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan situasi bisa mereda dan kedua negara bisa menemukan titik temu. Indonesia siap mendukung setiap langkah yang mengarah pada perdamaian jangka panjang di kawasan ini. (*)


 

Tags: ASEANdiplomasiKambojaKonflik perbatasanRetno MarsudiThailand
Post Sebelumnya

Thailand-Kamboja Sepakat Gencatan Senjata, Ini Syaratnya

Post Selanjutnya

Pencuri Gondol Padi Petani Sragen Tengah Malam Berakibat Gagal Panen

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Pencuri Gondol Padi Petani Sragen Tengah Malam Berakibat Gagal Panen

Pencuri Gondol Padi Petani Sragen Tengah Malam Berakibat Gagal Panen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.