EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Riza Chalid Kabur ke Jepang Jelang Demo Malaysia

Riza Chalid Kabur ke Jepang Jelang Demo Malaysia

Riza Chalid sempat terlacak di Malaysia. Ia kini diduga kuat berada di Jepang.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
30 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta EKOIN.CO – Kasus dugaan korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang di tubuh PT Pertamina kembali menjadi sorotan publik. Perhatian kini tertuju pada Mohammad Riza Chalid, pengusaha minyak yang dikenal dengan julukan “Mister Gasoline”. Riza telah resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung RI sejak 10 Juli 2025. Namun, hingga kini keberadaannya tidak diketahui secara pasti.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Informasi terbaru mengungkap bahwa Riza Chalid sempat terlacak berada di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun, sehari sebelum aksi demonstrasi besar menuntut pengunduran diri Perdana Menteri Anwar Ibrahim pada Sabtu, 26 Juli 2025, Riza diduga kuat telah meninggalkan Malaysia dan menuju Jepang. Keberangkatan ini menambah teka-teki pelarian tokoh yang selama ini dikenal sangat berpengaruh di sektor energi tersebut.

Riza Tinggalkan Malaysia Jelang Demo Besar

Pengungkapan keberangkatan Riza Chalid ke Jepang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center of Energy and Resources Indonesia (CERI), Yusri Usman, pada Minggu, 27 Juli 2025. Menurut Yusri, langkah Riza untuk meninggalkan Malaysia berkaitan erat dengan ketegangan politik di negara tersebut. “Kepergiannya sepertinya sudah direncanakan. Ia tahu akan ada gejolak politik besar di Kuala Lumpur,” ujar Yusri seperti dikutip dari tvonenews.

Lebih lanjut, Yusri menjelaskan bahwa Riza Chalid memiliki hubungan istimewa dengan elite politik Malaysia, termasuk dengan Anwar Ibrahim. Selain itu, Riza diketahui menguasai 51% saham Air Asia sejak 2012 melalui PT Fersindo Nusaperkasa. Fakta ini menunjukkan bahwa keberadaan Riza di Malaysia tidak semata bisnis, tetapi juga terjalin secara politis.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Menurut Yusri, Jepang bukanlah tempat asing bagi Riza Chalid. “Ia punya jaringan kuat dengan CEO perusahaan minyak Jepang sejak awal 2000-an. Beberapa dikenalkan oleh Rosano Barack alias Chanok,” ucapnya. Jaringan inilah yang diyakini menjadi alasan Riza merasa aman berpindah ke Jepang di tengah statusnya sebagai tersangka.

Pemanggilan Kejagung dan Dugaan Pelarian

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap Riza Chalid pada Kamis, 24 Juli 2025. Namun, Riza tidak hadir tanpa memberikan konfirmasi. Ketidakhadiran ini menimbulkan dugaan bahwa Riza tengah berusaha menghindar dari proses hukum yang sedang berlangsung di Indonesia.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Anang Supriatna, menyatakan bahwa pemanggilan telah dilakukan secara resmi. “Jika panggilan kedua tidak dipenuhi, maka Riza Chalid akan dinyatakan buronan,” tegas Anang. Kejagung menegaskan bahwa langkah hukum terhadap Riza akan terus berlanjut meski ia belum diketahui keberadaannya.

Kasus yang membelit Riza Chalid berkaitan dengan pengelolaan minyak mentah dan produk kilang oleh PT Pertamina Subholding bersama Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) dalam rentang waktu 2018 hingga 2023. Nilai kerugian negara dalam kasus ini ditaksir mencapai miliaran dolar AS, menjadikannya sebagai salah satu kasus korupsi energi terbesar dalam sejarah Indonesia.

Dugaan korupsi ini tidak hanya melibatkan pengusaha, tetapi juga indikasi adanya keterlibatan pejabat negara. Oleh karena itu, Kejaksaan Agung menyatakan akan membongkar seluruh jaringan dalam kasus ini hingga ke akar-akarnya. Pemeriksaan terhadap pihak lain yang diduga terlibat masih terus berlangsung.

Riza Chalid sebelumnya pernah disebut dalam kasus “papa minta saham” pada tahun 2015 lalu, yang melibatkan pejabat tinggi negara dan perusahaan migas asing. Namun, ia tidak pernah hadir dalam proses hukum dan berhasil menghindar dari jerat pengadilan.

Sosok Riza Chalid dikenal memiliki jaringan luas lintas negara, terutama di sektor energi dan migas. Oleh karena itu, dugaan pelariannya ke Jepang bukan hal mengejutkan, mengingat banyaknya akses dan koneksi internasional yang ia miliki. Hingga saat ini, otoritas Indonesia masih menelusuri kemungkinan keberadaan Riza di luar negeri.

Interpol menjadi salah satu opsi yang sedang dipertimbangkan Kejagung untuk membantu melacak keberadaan Riza Chalid. Langkah ini diambil apabila panggilan kedua tetap diabaikan oleh Riza. Sementara itu, publik menantikan langkah tegas dari aparat penegak hukum dalam menuntaskan kasus ini.

Di tengah gonjang-ganjing politik Malaysia, eksodus Riza Chalid ke Jepang menimbulkan spekulasi mengenai keterlibatannya dalam dinamika politik di negeri jiran tersebut. Analis menilai bahwa kasus ini bisa menjadi isu regional yang berdampak pada hubungan antarnegara di Asia Tenggara.

Sementara itu, Air Asia belum memberikan pernyataan resmi terkait keterlibatan Riza Chalid sebagai pemegang saham mayoritas. Pihak manajemen hanya menyatakan bahwa operasional perusahaan berjalan normal tanpa gangguan. Namun, tekanan publik mulai meningkat, terutama terkait transparansi kepemilikan saham di perusahaan penerbangan tersebut.

Pemerintah Indonesia telah menyampaikan nota diplomatik ke Kedutaan Besar Jepang di Jakarta terkait informasi keberadaan Riza Chalid. Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Jepang mengenai permintaan kerja sama hukum tersebut.

Kasus Riza Chalid menjadi ujian besar bagi Kejaksaan Agung dalam menegakkan hukum di sektor energi yang selama ini dikenal sulit disentuh. Publik berharap penegakan hukum tidak hanya menyentuh pengusaha, tetapi juga aktor-aktor lain yang selama ini bersembunyi di balik kebijakan energi nasional.

Saran dari kalangan pengamat hukum dan energi menyebutkan bahwa penelusuran harta Riza Chalid di luar negeri harus segera dilakukan. Selain itu, kerja sama internasional menjadi kunci dalam memburu Riza dan mengembalikan potensi kerugian negara.

dari kasus ini adalah bahwa tata kelola energi Indonesia harus diperbaiki agar tidak memberi ruang bagi praktik korupsi sistemik. Transparansi dalam pengelolaan sumber daya alam menjadi tuntutan utama masyarakat di tengah tingginya harga energi global.

Diperlukan upaya diplomasi intensif agar negara-negara mitra, seperti Jepang, tidak menjadi tempat aman bagi tersangka korupsi asal Indonesia. Penegakan hukum harus berjalan tanpa kompromi, terlebih jika menyangkut kerugian negara dalam skala besar.

Kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum menjadi taruhan dalam kasus ini. Langkah cepat, transparan, dan akuntabel dibutuhkan untuk menjaga integritas institusi hukum di Indonesia.

Masyarakat diharapkan turut mengawal proses hukum agar kasus ini tidak berhenti di tengah jalan. Pengawasan publik melalui media juga menjadi kekuatan penekan bagi pemerintah untuk bertindak tegas. (*)


 

Tags: Air AsiaJepangKejagungkorupsi energiMalaysiaRiza Chalid
Post Sebelumnya

Israel Terancam Dikeluarkan dari Horizon Eropa

Post Selanjutnya

Tiga Menteri Tutup FIBA Inaspro 3×3 Jakarta 2025

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Tiga Menteri Tutup FIBA Inaspro 3×3 Jakarta 2025

Tiga Menteri Tutup FIBA Inaspro 3x3 Jakarta 2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.