EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Persediaan Interceptor Amerika Menyusut Parah Terancam Tak Siap Hadapi Konflik Global

Persediaan Interceptor Amerika Menyusut Parah Terancam Tak Siap Hadapi Konflik Global

AS menembakkan lebih dari 150 rudal THAAD melindungi Israel, menguras stok global. Pengisian ulang penuh bisa memakan waktu tiga hingga delapan tahun.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
31 Juli 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Washington EKOIN.CO – Stok Amerika Serikat dilaporkan menyusut signifikan akibat penggunaan besar-besaran rudal pencegat dalam konflik Israel–Iran pada Juni 2025. Selama 12 hari intensitas tinggi, AS dilaporkan menembakkan lebih dari 150 rudal THAAD guna melindungi Israel dari serangan balasan Iran, sekitar seperempat dari persediaan globalnya

Pada periode itu, selain THAAD, AS juga menerjunkan rudal Patriot dan SM‑3 dari kapal perang untuk memperkuat pertahanan Israel terhadap gelombang serangan rudal Iran Penggunaan yang masif ini mendatangkan kekhawatiran terhadap kemampuan pertahanan udara AS di masa depan.

Berdasarkan laporan think tank dan ahli militer, hanya 11 interceptor THAAD yang diproduksi pada 2024 dan 12 lagi dijadwalkan rampung pada 2025. Proyeksi menunjukkan hanya 25–37 interceptor tambahan tersedia hingga 2026, sehingga pengisian ulang penuh stok bisa memakan waktu 3–8 tahun

Kekhawatiran khusus muncul karena sistem pertahanan AS yang dikerahkan ke Israel hanya dua dari tujuh baterai THAAD global. Salah satu sumber menyebut bahwa Washington bahkan meminta bantuan negara sekutu seperti Arab Saudi untuk meminjam persediaan interceptor, tetapi penolakan memaksa mereka mencari opsi lain

Selain itu, pasokan rudal Patriot juga sangat terbatas. AS saat ini hanya memiliki sekitar 25% dari jumlah interceptor Patriot yang diperlukan untuk dukungan operasi militer globalnya, memicu penghentian sementara pengiriman bantuan militer ke Ukraina

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Krisis THAAD dan Dampaknya pada Pertahanan AS

Penggunaan lebih dari 150 rudal THAAD dalam konflik 12 hari menunjukkan tingkat pemakaian tertinggi sepanjang sejarah. Dengan biaya per unit sekitar US$12–15 juta, total penggunaan melampaui US$800 juta, menekan stok secara drastis

Ahli militer menegaskan bahwa tekanan terus-menerus terhadap sistem pertahanan rudal menimbulkan kekhawatiran terhadap readiness AS jika terjadi eskalasi global lainnya, terutama di Indo-Pasifik atau terhadap ancaman dari Tiongkok

Ketergantungan terhadap Sekutu dan Kapasitas Produksi Terbatas

Beberapa pejabat AS menyatakan bahwa pasokan interceptor sudah berada pada tingkat yang mengerikan. Bahkan Washington sempat mempertimbangkan penjatahan penggunaan rudal untuk Israel, demi menjaga stok mereka tetap tersedia jika terjadi eskalasi lebih lanjut

Produksi interceptor THAAD oleh Lockheed Martin membutuhkan waktu lama. Sementara itu, stok rudal pencegat Patriot juga masih terbatas karena tingkat produksi hanya sekitar 600 unit per tahun dan sebagian besar digunakan untuk konflik di Timur Tengah dan Ukraina

Analisis juga menunjukkan bahwa penggunaan SM‑3 dari Angkatan Laut AS meningkat tajam selama konflik, menghapus cadangan dengan kecepatan yang membuat Senat mendesak percepatan produksi sistem pertahanan udara

Secara keseluruhan, kombinasi krisis THAAD, Patriot, dan SM‑3 menciptakan tekanan besar pada strategi pertahanan global AS. Hal ini memicu pembatasan pengiriman senjata ke negara mitra lain demi menjaga kesiapan dalam konflik mendatang.

Amerika Serikat perlu segera meningkatkan kapasitas produksi rudal pencegat agar tidak terjebak dalam kekeringan strategis jika terjadi konflik skala besar. Pendanaan dan kebijakan prioritas senjata harus disinkronkan agar persediaan kritis tidak dihabiskan sebelum sumber baru tersedia.

Kerja sama industri pertahanan perlu diperkuat, termasuk mempercepat transfer teknologi dan produksi bersama dengan sekutu strategis. Hal ini bertujuan mempercepat pengisian stok interceptor tanpa kehilangan waktu respons.

Pemerintah AS disarankan mempertimbangkan diversifikasi sumber pertahanan udara, seperti pembelian lebih banyak sistem alternatif atau berinvestasi dalam pertahanan non-missile, untuk mengurangi ketergantungan pada satu jenis sistem.

Sementara itu, diplomasi global tetap penting agar konflik regional seperti Israel–Iran bisa mereda lebih cepat, sehingga tidak menyebabkan eskalasi penggunaan alat utama pertahanan udara secara masif.

Secara keseluruhan, deplesi persediaan rudal interceptor AS menandakan panggilan serius untuk reformasi industri pertahanan dan strategi alokasi sumber daya agar tetap siap menghadapi tantangan global.

( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Patriotperang Iran‑Israelpertahanan ASrudal pencegatstok menipisTHAAD
Post Sebelumnya

Tank Harimau Jadi Senjata Unggulan TNI AD Jarang Di Miliki Negara Lain

Post Selanjutnya

Rusia Peringatkan Trump Soal Nuklir Iran Jangan Anggap Remeh

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Rusia Peringatkan Trump Soal Nuklir Iran Jangan Anggap Remeh

Rusia Peringatkan Trump Soal Nuklir Iran Jangan Anggap Remeh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.