EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
Hoaks Perang Indonesia-Malaysia Beredar di Publik, Sengketa Perbatasan Diselesaikan Damai

Hoaks Perang Indonesia-Malaysia Beredar di Publik, Sengketa Perbatasan Diselesaikan Damai

Anwar Ibrahim: “Kita tidak memilih perang.” Sugiono: “Negosiasi batas menunjukkan perkembangan nyata.”

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
2 Agustus 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah Indonesia dan Malaysia kembali menegaskan bahwa ketegangan perbatasan tidak akan memicu konflik militer. Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan hal ini saat pidato di Sekretariat ASEAN, Jakarta, Selasa, 29 Juli 2025.

Indonesia dan Malaysia selama ini menjalin komitmen menyelesaikan sengketa perbatasan, baik darat maupun laut, melalui jalur hukum dan diplomasi. Seperti dikatakan Anwar: “Orang yang waras harus memilih jalan negosiasi. Dan itulah yang kami lakukan,” sambil menegaskan bahwa pemerintahnya tidak memilih opsi perang

Menteri Luar Negeri RI Sugiono turut menyampaikan apresiasi atas kemajuan dalam negosiasi perbatasan kedua negara saat menerima Duta Besar Malaysia Syed Mohamad Hasrin Tengku Hussin, Rabu, 12 Maret 2025  Ia menekankan komitmen berkelanjutan Indonesia dalam menyelesaikan sengketa yang masih tertunda.

Sengketa wilayah maritim di Ambalat menjadi salah satu isu utama dalam hubungan kedua negara. Malaysia menegaskan pendekatan hukum internasional dan menolak sikap agresif, menekankan bahwa wilayah tersebut berada dalam kerangka UNCLOS dan putusan ICJ 2002

Dalam pertemuan GBC Malindo yang digelar pada Oktober 2023, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dan rekan Malaysia menyatakan komitmen menyelesaikan sengketa perbatasan secara menyeluruh. Presiden Jokowi dan Anwar Ibrahim juga menegaskan harapan penyelesaian tujuh segmen Outstanding Boundary Problems (OBP), termasuk Ambalat dan Sebatik

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

muncul sebelumnya terkait isu perang: klaim bahwa Presiden Jokowi menyatakan perang terhadap Malaysia dan tuduhan pemutusan hubungan diplomatik serta pengiriman kapal perang. Kedua klaim tersebut terbukti tidak benar dan termasuk dalam kategori misleading content

Anwar Ibrahim Tegaskan Negosiasi, Bukan Perang

Anwar Ibrahim, saat pidato di Jakarta pada 29 Juli 2025, menyatakan bahwa Malaysia tidak akan memilih opsi perang dalam menyelesaikan masalah perbatasan dengan Indonesia . Ia menjelaskan setelah berdiskusi dengan Presiden Prabowo Subianto, bahwa jalur damai adalah satu-satunya pilihan yang rasional.

Dia menyebut jika oposisi di parlemen mengecamnya dengan isu keras soal Sulawesi dan Ambalat, namun ia tetap memilih dilogikakan “pergi berperang atau bernegosiasi”, dan memilih jalur diplomasi. Pendekatan ini dijalankan berdasarkan UNCLOS 1982, keputusan historis, dan perjanjian bilateral yang berlaku

Menlu RI Apresiasi Kemajuan Negosiasi Batas

Pada 12 Maret 2025, di Kantor Kemlu RI, Menlu Sugiono menyampaikan bahwa negosiasi perbatasan laut dan darat mengalami kemajuan positif. Ia menyampaikan komitmen Indonesia untuk terus melanjutkan pembicaraan pada segmen batas yang belum selesai

Sugiono juga menyampaikan kerja sama bilateral di bidang ekonomi dan dukungan terhadap keketuaan Malaysia di ASEAN selama 2025. Nilai perdagangan bilateral di 2024 tercatat USD 21,1 miliar dengan surplus ekspor Indonesia sekitar USD 800 juta

Informasi Tambahan:
Blok Ambalat seluas 15.235 km² di Laut Sulawesi masih menjadi area tumpang-tindih klaim antara Indonesia dan Malaysia. Jaringan diplomasi terus berupaya menemukan resolusi berbasis hukum internasional dan win-win solution kedua pihak

Media tempo lalu juga mencatat bahwa penyebaran hoaks mengenai penggeseran patok perbatasan oleh Malaysia saat isu antara Indonesia dan Cina memanas adalah narasi menyesatkan. Pergeseran itu justru terjadi pada 2019 di Pulau Sebatik dan bukan karena tekanan eksternal baru-baru ini

secara keseluruhan situasi antara Indonesia dan Malaysia tetap stabil meski ada tantangan perbatasan. Pendekatan melalui hukum internasional dan dialog diplomatik menentukan arah resolusi demi menjaga persaudaraan dan stabilitas regional. Kedua pemerintah menunjukkan itikad untuk menghindari konfrontasi, memilih jalan damai yang rasional dan tertib. Komunikasi intens serta forum seperti GBC Malindo menjadi wadah strategis dalam memperkuat penyelesaian sengketa secara sistematis. Masyarakat diminta waspada terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama hoaks yang bisa memprovokasi. Diharapkan kedua negara terus memperkuat kepercayaan dan komitmen kerja sama lintas batas demi keamanan bersama. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: Ambalatdiplomasihoaksnegosiasiperbatasanperdamaian
Post Sebelumnya

Indonesia Akan Buat Rudal Balistik 1000. Km dan Nuklir Semakin Ditakuti Asia dan Dunia,Hanya Saja

Post Selanjutnya

iBrite, Inovasi Telkom Akses Percepat Fiber Optik Nasional

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
iBrite, Inovasi Telkom Akses Percepat Fiber Optik Nasional

iBrite, Inovasi Telkom Akses Percepat Fiber Optik Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.