EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Sumber dok www.kemenkeu.go.id

Pertumbuhan Ekonomi RI Stabil di Tengah Ketidakpastian Global

Pemerintah terus mengandalkan APBN sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional, dengan menjaga konsumsi, memperluas investasi, serta menstabilkan harga dan daya beli masyarakat di tengah tantangan global.

Agus DJ oleh Agus DJ
7 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Perekonomian Indonesia mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,12 persen secara tahunan (yoy) pada triwulan II tahun 2025. Capaian ini dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) di tengah situasi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan bahwa pertumbuhan ini ditopang oleh konsumsi domestik yang solid, peningkatan investasi dan ekspor, serta dukungan aktif dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Kami akan terus mengoptimalkan peranan APBN untuk terus mendukung perekonomian melalui fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (5/8).

Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 4,97 persen, dipicu oleh inflasi yang terkendali di angka 2,18 persen. Kenaikan belanja terjadi di sektor transportasi, restoran, dan akomodasi selama libur sekolah dan hari besar.

Pemerintah juga memberikan stimulus seperti diskon tarif transportasi dan penurunan Pajak Pertambahan Nilai (PPN), yang mendorong peningkatan belanja masyarakat dalam periode tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Investasi dan Ekspor Jadi Penopang Pertumbuhan

Penanaman Modal Tetap Bruto (PMTB) melonjak 6,99 persen, menjadi pertumbuhan tertinggi sejak kuartal II tahun 2021. Investasi bangunan meningkat 4,89 persen, sedangkan investasi mesin melonjak 25,3 persen.

Realisasi investasi langsung mencapai Rp477,7 triliun, dengan kontribusi besar dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang tumbuh 30,5 persen (yoy). Belanja modal pemerintah juga tumbuh 30,37 persen, didorong pembelian alat berat dan mesin.

“Kita harap ini menggambarkan adanya optimisme dan rencana untuk investasi ke depan,” kata Sri Mulyani. Ia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang fokus pada kemudahan berusaha dan deregulasi iklim investasi.

Ekspor barang tumbuh sebesar 10,67 persen, sementara ekspor jasa meningkat 11,17 persen berkat peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara. Impor bahan baku dan barang modal tumbuh 12,17 persen.

Peningkatan impor tersebut dinilai positif karena memperkuat kapasitas produksi manufaktur untuk periode mendatang, terutama pada industri pengolahan dan sektor-sektor hilirisasi.

Kinerja Sektor Produksi dan Industri Terkerek Naik

Dari sisi produksi, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan 5,68 persen, ditopang hilirisasi dan lonjakan permintaan domestik. Industri logam dasar menjadi yang tertinggi dengan pertumbuhan 14,9 persen.

Industri makanan dan minuman naik 6,2 persen, diikuti industri kimia dan farmasi yang tumbuh 9,4 persen. Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan juga mencatat kenaikan signifikan sebesar 13,82 persen.

Perdagangan tumbuh 5,37 persen, sektor konstruksi naik 4,98 persen, transportasi dan pergudangan meningkat 8,52 persen, serta informasi dan komunikasi tumbuh 7,92 persen secara tahunan.

Momentum pertumbuhan ini diharapkan terus berlanjut pada semester kedua tahun 2025. Pemerintah memproyeksikan dukungan dari program makan bergizi gratis dan pembangunan sekolah rakyat.

Selain itu, penyediaan hunian layak dan stabilisasi harga pangan turut menjadi fokus dalam menjaga kestabilan dan daya beli masyarakat di tengah berbagai tantangan global.

Optimisme Pemerintah di Tengah Gejolak Global

Menkeu menegaskan bahwa World Economic Outlook yang dirilis IMF merevisi pertumbuhan global tahun 2025 dari 2,8 persen menjadi 3 persen. Hal ini dinilai sebagai sinyal positif.

“Dengan perbaikan outlook dari perekonomian kita di kuartal III dan IV sambil terus menjaga momentum kuartal II yang sangat baik, ini diharapkan akan bisa memberikan optimisme dari perekonomian Indonesia,” ujarnya.

APBN tetap menjadi instrumen utama untuk menjaga kestabilan ekonomi nasional melalui peran countercyclical yang kuat, khususnya dalam menghadapi pelemahan ekonomi global.

Pemerintah juga menyiapkan berbagai program perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur, serta insentif usaha untuk menjaga momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

Menurut Menkeu, kinerja APBN tidak hanya menjadi bantalan fiskal, tetapi juga pendorong ekspansi usaha dan konsumsi masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2025 yang mencapai 5,12 persen menjadi bukti ketahanan ekonomi nasional dalam menghadapi tekanan global. Konsumsi domestik, ekspor, dan investasi terus memainkan peran vital.

APBN berperan sebagai tulang punggung dalam menjaga daya saing ekonomi melalui belanja strategis dan berbagai kebijakan fiskal. Pemerintah berkomitmen mempertahankan momentum ini melalui program-program sosial dan infrastruktur.

Optimisme terus dijaga melalui penguatan sektor riil, insentif investasi, dan stabilisasi harga pangan. Dengan strategi fiskal yang adaptif, Indonesia diyakini mampu menjaga pertumbuhan ekonomi berkelanjutan hingga akhir tahun ini.(*)

Tags: APBNbelanja pemerintahBPSeksporIMFindustri pengolahaninflasiinvestasikebijakan fiskalkonsumsi rumah tanggapertumbuhan ekonomiPMDNPMTBSri Mulyanitriwulan II 2025
Post Sebelumnya

Sosialisasi Migas PHKT Tekankan Keselamatan dan Lingkungan

Post Selanjutnya

Jaksa Agung: Pemeriksaan BPK Dorong Kinerja Akuntabel Kejaksaan

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Kejaksaan

Jaksa Agung: Pemeriksaan BPK Dorong Kinerja Akuntabel Kejaksaan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.