JAKARTA EKOIN.CO – Turun berok atau hernia merupakan kondisi medis yang terjadi ketika suatu organ atau jaringan tubuh menonjol melalui dinding otot atau jaringan pengikat di sekitarnya yang melemah. Umumnya, benjolan hernia tampak di area perut atau selangkangan dan bisa muncul serta menghilang tergantung pada posisi tubuh dan aktivitas fisik yang dilakukan.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Kondisi ini tidak selalu menimbulkan rasa sakit, tetapi pada banyak kasus dapat menyebabkan ketidaknyamanan hingga nyeri yang memerlukan penanganan medis. Seperti dijelaskan oleh Cleveland Clinic, sebagian besar penderita hernia pada akhirnya membutuhkan tindakan operasi untuk memperbaiki kondisi tersebut.
Gejala hernia yang paling umum adalah munculnya benjolan yang terlihat atau dapat diraba di bawah permukaan kulit. Lokasi benjolan ini akan berbeda tergantung pada jenis hernia yang diderita seseorang. Selain benjolan, rasa tidak nyaman saat mengangkat beban, batuk, atau berdiri juga sering menjadi indikasi.
Jenis Hernia dan Ciri-Cirinya
Salah satu jenis hernia yang paling umum adalah hernia inguinal, yang terjadi ketika jaringan seperti bagian usus menonjol ke saluran inguinal dekat selangkangan. Biasanya ditandai dengan benjolan di sisi panggul yang tampak saat batuk atau mengejan. Pada pria, gejala bisa meluas hingga nyeri dan pembengkakan di area skrotum.
Sementara itu, hernia femoral terjadi ketika jaringan menonjol ke saluran femoralis di bawah saluran inguinal. Jenis ini lebih umum terjadi pada wanita. Gejalanya meliputi benjolan di atas paha, nyeri mendadak di selangkangan, serta rasa sakit di perut yang dapat disertai mual dan muntah.
Untuk hernia umbilikalis, benjolan muncul di sekitar pusar. Jenis ini umum ditemukan pada bayi dan anak-anak, namun bisa juga terjadi pada orang dewasa. Gejalanya tampak saat penderita batuk atau mengejan, disertai rasa tidak nyaman di sekitar area tersebut.
Jenis lainnya adalah hernia insisional, yang muncul di bekas luka operasi sebelumnya. Ciri khasnya adalah benjolan di sekitar area bekas operasi, yang akan lebih jelas terlihat saat berdiri atau batuk. Gejala lain yang bisa menyertai adalah nyeri, mual, muntah, bahkan demam.
Hernia hiatal sedikit berbeda karena terjadi di bagian dalam tubuh, tepatnya saat lambung menembus diafragma dan masuk ke rongga dada. Gejalanya meliputi heartburn, gangguan pencernaan, nyeri dada non-jantung, kesulitan menelan, dan suara serak yang bisa muncul akibat iritasi pada tenggorokan.
Gejala pada Wanita dan Tindakan Pencegahan
Meski secara umum gejala hernia serupa antara pria dan wanita, pada wanita, terutama yang mengalami hernia inguinal, benjolan mungkin tidak tampak jelas. Ini menyebabkan kesalahan diagnosis karena gejalanya bisa menyerupai kram menstruasi atau gangguan reproduksi.
WebMD menyebutkan bahwa wanita lebih rentan mengalami hernia femoralis dibanding pria. Rasa nyeri di selangkangan yang datang tiba-tiba dan tidak biasa harus segera diperiksakan ke tenaga medis untuk memastikan penyebabnya.
Jika tidak ditangani secara tepat, hernia bisa menyebabkan komplikasi serius seperti strangulasi, yaitu kondisi ketika suplai darah ke jaringan yang menonjol terputus. Ini bisa menyebabkan kematian jaringan dan memerlukan tindakan bedah darurat.
Diagnosis dini dan pengobatan sangat penting dalam mencegah komplikasi yang lebih serius. Pemeriksaan fisik oleh dokter serta tes tambahan seperti USG atau CT scan bisa membantu memastikan jenis dan tingkat keparahan hernia yang dialami pasien.
Cleveland Clinic menegaskan bahwa tindakan operasi sering kali menjadi solusi jangka panjang yang efektif bagi penderita hernia, terutama jika gejala semakin parah atau benjolan terus membesar.
Gaya hidup juga dapat memengaruhi risiko hernia. Kebiasaan mengangkat beban berat, batuk kronis, obesitas, serta kehamilan bisa meningkatkan tekanan pada dinding perut, yang menjadi pemicu utama kondisi ini.
Makanan berserat tinggi untuk mencegah sembelit dan latihan penguatan otot inti secara teratur juga bisa membantu mengurangi risiko hernia, terutama pada individu dengan riwayat keluarga penderita kondisi serupa.
Beberapa jenis hernia seperti hernia umbilikalis pada bayi bisa sembuh dengan sendirinya. Namun pada orang dewasa, sebagian besar kasus memerlukan perawatan medis yang lebih intensif.
Penting untuk tidak mengabaikan gejala awal, meskipun tampak ringan. Pemeriksaan rutin dan komunikasi terbuka dengan dokter dapat membantu mencegah perkembangan kondisi yang lebih berbahaya.
Komunitas medis menyarankan untuk segera mencari pertolongan medis apabila benjolan yang muncul terasa nyeri saat disentuh, atau disertai dengan gejala sistemik seperti mual, muntah, dan demam.
Penanganan sejak dini dapat mengurangi risiko komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup penderita. Operasi laparoskopi yang bersifat minimal invasif saat ini juga semakin banyak dipilih karena pemulihan lebih cepat dan risiko lebih rendah.
dari berbagai sumber menunjukkan bahwa hernia adalah kondisi medis yang dapat dikenali dari gejala yang khas dan bisa ditangani secara efektif apabila mendapat perhatian medis yang tepat waktu.
Langkah pencegahan seperti menjaga berat badan ideal, menghindari mengejan berlebihan saat buang air besar, serta menghindari mengangkat beban secara sembarangan bisa menjadi strategi sederhana untuk mengurangi risiko hernia.
Diperlukan kesadaran lebih tinggi dari masyarakat terhadap gejala-gejala awal hernia, agar deteksi dan penanganan dapat dilakukan lebih awal. Informasi yang benar dan akurat juga membantu menghindari kesalahan diagnosis.
Bagi tenaga kesehatan, pendekatan edukatif kepada pasien sangat penting agar mereka mengenali perbedaan gejala dari berbagai jenis hernia dan segera mencari pertolongan medis ketika dibutuhkan.
Pemanfaatan media informasi seperti yang dilakukan oleh Cleveland Clinic dan WebMD dapat dijadikan rujukan awal bagi masyarakat untuk memahami ciri-ciri serta pentingnya tindakan medis terhadap hernia.(*)





