Nusa Tenggara Timur EKOIN.CO – Majalah gaya hidup mewah asal Amerika Serikat, Robb Report, kembali mengumumkan daftar 20 hotel paling mewah di dunia untuk tahun 2025. Dalam edisi terbarunya, satu-satunya hotel dari Indonesia, Nihi Sumba, berhasil masuk dalam peringkat tujuh besar, mengungguli sejumlah hotel ikonis dunia.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Daftar ini disusun berdasarkan pendapat 26 master perjalanan, para profesional di industri perhotelan global, yang mengamati kenyamanan, keunikan layanan, desain, serta pengalaman tamu. Hotel Rosewood Amsterdam, Belanda, berhasil menempati posisi pertama sebagai hotel mewah terbaik dunia.
Rosewood Amsterdam mencuri perhatian karena berada di Distrik Kanal yang merupakan situs warisan dunia UNESCO. Hotel ini memiliki 134 kamar dan suite yang dirancang desainer ternama Piet Boon, serta layanan konsierge yang dinilai luar biasa.
“Tur pribadi ke rumah Anne Frank, helikopter di atas ladang tulip sebelum ramai, hingga akses pribadi ke Rijksmuseum, semua dapat diatur oleh tim mereka,” tulis Robb Report dalam ulasannya.
Sementara itu, Nihi Sumba yang berada di Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur, tidak kalah mencuri perhatian. Hotel ini dikenal karena menyuguhkan kemewahan dalam suasana alam yang tenang dan eksotis. Pemandangan samudra, desain vila privat, dan komitmen terhadap pelestarian budaya lokal menjadi nilai lebihnya.
Robb Report menyatakan bahwa pengalaman menginap di Nihi Sumba memberikan kesan mendalam bagi wisatawan yang mencari kemewahan sekaligus kedamaian spiritual dan keterhubungan dengan alam.
Hotel ini memang sudah lama dikenal di kalangan wisatawan kelas atas. Pada 2016 hingga 2018, Nihi Sumba bahkan pernah dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia oleh majalah Travel + Leisure. Posisi strategisnya di pesisir barat Sumba menjadikannya tempat yang ideal untuk berlibur jauh dari hiruk-pikuk kota.
Hotel Mewah Terbaik dari Eropa hingga Karibia
Selain Nihi Sumba dan Rosewood Amsterdam, sejumlah hotel lain dari berbagai negara juga menempati peringkat atas. Di urutan kedua ada Collegio alla Querce di Florence, Italia, yang terkenal karena bangunan historis dan seni arsitekturnya.
Urutan ketiga diisi Claridge’s di London, hotel klasik yang telah menjadi ikon sejak abad ke-19. Selanjutnya, La Mamounia di Marrakech, Maroko menempati posisi keempat dengan taman-taman eksotis dan desain arsitektur Maroko yang otentik.
Posisi kelima dihuni oleh Son Net di Majorca, Spanyol yang dikenal dengan keindahan lanskap alam Mediterania. Sementara Eden Rock di St Barths, Karibia menempati posisi keenam karena kemewahannya yang terpencil dan eksklusif.
Robb Report menempatkan Flockhill Lodge dari Pulau Selatan Selandia Baru di posisi kedelapan. Lodge ini menawarkan pengalaman liburan mewah di tengah padang rumput dan pegunungan luas.
Le Bristol di Paris menempati posisi kesembilan, diikuti oleh Villa Mabrouka di Tangier, Maroko di posisi kesepuluh. Keduanya dikenal sebagai simbol kemewahan dan layanan unggul di Eropa dan Afrika Utara.
Indonesia Bersaing di Kancah Global
Kehadiran Nihi Sumba dalam daftar tersebut menunjukkan bahwa Indonesia mampu bersaing dalam pasar pariwisata kelas atas dunia. Hotel ini tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga memperlihatkan potensi ekonomi pariwisata yang besar bagi kawasan timur Indonesia.
Dalam daftar 20 besar juga tercantum hotel-hotel ternama seperti Gleneagles di Skotlandia, Hotel Du Cap-Eden-Roc di Prancis, dan Passalacqua di Danau Como, Italia. Rosewood Schloss Fuschl di Austria dan The Beau-Rivage Palace di Swiss juga masuk dalam daftar.
The Ritz Paris, Blackberry Farm di Tennessee, dan Clayoquot Wilderness Lodge di Kanada turut mengisi posisi 17 hingga 19. Fawn Bluff Private Lodge di British Columbia, Kanada menutup daftar sebagai hotel mewah peringkat ke-20 dunia.
Daftar tahunan ini tidak hanya berfungsi sebagai panduan wisata, tetapi juga menjadi indikator arah tren industri perhotelan mewah global. Robb Report menegaskan bahwa daftar ini dibuat dengan pertimbangan menyeluruh atas kualitas layanan, inovasi, dan pengalaman tamu.
Meskipun hotel-hotel Eropa mendominasi daftar, kehadiran hotel dari Asia dan wilayah lainnya menjadi tanda bahwa kemewahan kini tidak lagi terpusat di satu kawasan. Pilihan wisatawan makin beragam, dengan preferensi yang bergeser ke arah keunikan dan keberlanjutan.
Dengan pengakuan dari Robb Report, Nihi Sumba diharapkan semakin meningkatkan reputasi Indonesia di sektor wisata premium. Pemerintah dan pemangku kepentingan pariwisata dapat memanfaatkan momentum ini untuk menarik lebih banyak wisatawan kelas atas ke tanah air.
Langkah tersebut sejalan dengan visi pengembangan destinasi super prioritas yang mengedepankan kualitas layanan serta pengalaman tak terlupakan bagi wisatawan mancanegara.
Sebagai bagian dari kawasan Indonesia Timur, Sumba mendapat keuntungan langsung dari peningkatan perhatian global ini. Dampaknya pun dirasakan oleh masyarakat lokal melalui kesempatan kerja dan peningkatan ekonomi daerah.
Penting untuk menjaga keseimbangan antara pengembangan pariwisata dan pelestarian budaya serta lingkungan alam Sumba agar daya tarik kawasan ini tetap terjaga dalam jangka panjang.
Peningkatan standar layanan, pelatihan sumber daya manusia lokal, dan kemitraan dengan komunitas menjadi langkah penting untuk mempertahankan reputasi hotel seperti Nihi Sumba.
pengakuan internasional terhadap Nihi Sumba sebagai hotel mewah terbaik ketujuh di dunia menegaskan bahwa Indonesia mampu bersaing dalam industri perhotelan global. Pengalaman unik yang ditawarkan tidak hanya soal kemewahan, tetapi juga kedekatan dengan alam dan budaya lokal yang autentik.
Kehadiran dalam daftar Robb Report membuka peluang promosi wisata Indonesia di pasar kelas atas, sekaligus menjadi cermin bahwa destinasi luar Jawa dapat diangkat ke panggung internasional. Ini menjadi motivasi bagi industri pariwisata Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan daya saingnya.
Dengan keberhasilan Nihi Sumba, kawasan timur Indonesia dapat menjadi poros baru pariwisata mewah nasional. Namun, penting untuk memastikan bahwa pembangunan dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif bagi masyarakat setempat.
Langkah strategis juga dibutuhkan dari pemerintah pusat dan daerah untuk mendukung infrastruktur, konektivitas, dan regulasi yang ramah investasi di sektor perhotelan dan pariwisata.
pelaku industri pariwisata di Indonesia disarankan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan inovasi agar bisa menembus pasar global. Pemerintah juga dapat memperkuat promosi destinasi unggulan lainnya, dengan menekankan pada pengalaman wisata yang eksklusif dan berbeda.
Pelatihan tenaga kerja lokal menjadi kunci dalam memastikan mutu layanan tetap terjaga. Kolaborasi antara hotel, komunitas lokal, dan pemerintah akan menciptakan ekosistem pariwisata yang sehat dan berkelanjutan.
Pengembangan destinasi wisata hendaknya tidak hanya mengejar keuntungan ekonomi, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan dan budaya agar keaslian destinasi tetap terjaga.
Industri media dan digital marketing lokal juga bisa dilibatkan dalam mempromosikan potensi hotel-hotel Indonesia lainnya agar lebih dikenal dunia. Strategi promosi yang adaptif dengan tren global dapat memberikan dampak signifikan.
Dengan langkah-langkah tersebut, kehadiran hotel Indonesia dalam daftar global tidak hanya menjadi prestasi semata, tetapi juga pintu masuk bagi pertumbuhan sektor pariwisata nasional yang inklusif dan berdaya saing tinggi. (*)





