EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Baterai Silikon Korea Bisa Gantikan Mobil Bensin

Baterai Silikon Korea Bisa Gantikan Mobil Bensin

Baterai silikon buatan Pohang mampu menempuh jarak 1.000 km sekali isi daya. Inovasi baterai silikon ini bisa mengakhiri ketergantungan dunia pada bensin.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

POHANG, EKOIN.CO – Terobosan besar hadir dari Korea Selatan setelah tim peneliti di Pohang University of Science and Technology mengumumkan keberhasilan mereka mengembangkan baterai silikon yang mampu menempuh jarak hingga 1.000 km hanya dengan sekali pengisian daya. Inovasi ini diyakini bisa mempercepat peralihan dari kendaraan berbahan bakar bensin menuju mobil listrik. Gabung WA Channel EKOIN

Kemajuan ini tidak hanya menjanjikan jarak tempuh lebih panjang, tetapi juga berpotensi mengakhiri ketergantungan dunia pada bahan bakar minyak. Dengan teknologi baterai silikon, masa depan industri otomotif diprediksi akan berubah secara signifikan dalam dekade mendatang.

Terobosan Besar dalam Industri Kendaraan Listrik

Para peneliti menjelaskan, keunggulan utama baterai silikon terletak pada kemampuannya menyimpan energi 40% lebih besar dibanding baterai lithium-ion konvensional. Selain itu, material silikon melimpah di berbagai belahan dunia, sehingga ketersediaannya tidak menjadi masalah.

Meski silikon kerap menimbulkan tantangan karena ukurannya membesar hingga tiga kali lipat saat diisi daya lalu menyusut kembali, tim Pohang menemukan cara inovatif untuk mengatasinya. Mereka memilih partikel silikon berskala mikro, yang 1.000 kali lebih besar dari partikel nano, sehingga proses produksi menjadi lebih murah dan sederhana.

Inovasi ini berbeda dengan riset sebelumnya yang mengandalkan partikel nano berbiaya tinggi. Pendekatan baru ini memungkinkan produksi massal baterai silikon dengan biaya yang lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas dan kinerja.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Para ilmuwan juga mengembangkan gel polimer elektrolit yang dapat berubah bentuk mengikuti kembang-kempis silikon. Gel ini diperkuat melalui radiasi tembakan elektron, menciptakan ikatan kimia yang stabil bahkan dalam kondisi penggunaan ekstrem.

Stabilitas Setara Baterai Lithium-Ion

Hasilnya, baterai silikon buatan Pohang memiliki kestabilan setara baterai lithium-ion standar, namun dengan densitas energi lebih tinggi. Keunggulan ini diyakini dapat menghapus kekhawatiran konsumen terkait jarak tempuh kendaraan listrik.

“Kami menggunakan anoda mikro-silikon, hasilnya tetap baterai yang stabil. Riset ini membawa kita lebih dekat ke sistem baterai lithium-ion densitas-energi-tinggi,” ujar Park Soojin dari Pohang University, Sabtu (9/8/2025).

Dengan kemampuan menempuh jarak 1.000 km, inovasi ini akan mengubah persepsi masyarakat terhadap mobil listrik. Konsumen tak lagi harus khawatir sering mengisi daya saat melakukan perjalanan jauh.

Keunggulan jarak tempuh ini juga bisa menjadi faktor pendorong beralihnya pabrik otomotif global untuk meninggalkan produksi kendaraan berbahan bakar bensin.

Selain itu, proses produksi baterai silikon skala mikro dinilai lebih ramah lingkungan karena mengurangi kebutuhan energi tinggi yang biasanya diperlukan untuk membuat partikel nano.

Material silikon sendiri mudah ditemukan di pasir kuarsa, membuatnya jauh lebih berkelanjutan dibanding material lain yang sulit didapatkan dan memerlukan penambangan intensif.

Bila teknologi ini diadopsi secara luas, dampaknya bisa terasa pada penurunan signifikan emisi karbon dari sektor transportasi.

Pemerintah di berbagai negara kemungkinan akan terdorong memberikan insentif untuk mempercepat penerapan teknologi ini.

Industri logistik dan transportasi umum bisa menjadi sektor pertama yang memanfaatkan baterai silikon demi efisiensi operasional.

Dengan kapasitas energi tinggi, kendaraan berbobot besar seperti bus listrik atau truk pengiriman dapat beroperasi lebih lama tanpa henti pengisian daya.

Pakar energi memperkirakan, keberhasilan komersialisasi inovasi ini akan memicu persaingan teknologi baterai yang semakin ketat.

Hal tersebut akan mendorong penurunan harga kendaraan listrik secara bertahap, sehingga lebih terjangkau bagi konsumen.

Para peneliti menyatakan teknologi baterai silikon ini siap diaplikasikan ke berbagai model kendaraan listrik yang ada di pasaran.

Jika pengujian skala besar membuktikan keandalannya, industri otomotif global berpotensi memasuki era baru bebas bensin.


Penerapan teknologi ini memerlukan dukungan kebijakan dan investasi dari berbagai pihak agar dapat segera dinikmati masyarakat luas.

Langkah selanjutnya adalah uji ketahanan dalam kondisi iklim dan lingkungan berbeda untuk memastikan performa baterai silikon tetap optimal.

Kesadaran konsumen tentang dampak positif beralih ke kendaraan listrik juga harus terus ditingkatkan.

Kerja sama lintas negara bisa mempercepat distribusi teknologi ini ke pasar global.

Perluasan fasilitas produksi material silikon dapat memperkuat rantai pasok industri baterai masa depan.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: baterai silikonenergi terbarukaninovasi energikendaraan listrikmobil listrikteknologi Korea
Post Sebelumnya

Kejaksaan Usut Dugaan Korupsi Investasi Rp1,86 T di Kimia Farma

Post Selanjutnya

Ukraina Tolak Serah Wilayah demi Perdamaian

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Ukraina Tolak Serah Wilayah demi Perdamaian

Ukraina Tolak Serah Wilayah demi Perdamaian

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.