EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Putin Ajukan Syarat Donbas Demi Perdamaian

Putin Ajukan Syarat Donbas Demi Perdamaian

Putin ajukan penyerahan Donbas sebagai syarat perdamaian. Trump dorong negosiasi Rusia-Ukraina untuk capai perdamaian.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

KYIV EKOIN.CO – Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan siap mengakhiri perang jika Ukraina bersedia menyerahkan sebagian besar wilayah timurnya kepada Moskow. Kesepakatan ini, menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ), dianggap sebagai langkah strategis menuju perdamaian setelah konflik berkepanjangan sejak 2022.
Gabung WA Channel EKOIN

Putin Ajukan Syarat Serahkan Donbas

Sumber WSJ mengungkapkan, syarat utama yang diajukan Putin adalah penyerahan wilayah Donbas, yang mayoritas penduduknya berbahasa Rusia. Wilayah ini menjadi titik panas pertempuran selama lebih dari dua tahun terakhir dan memiliki nilai strategis bagi Moskow.

Para pejabat Eropa dan Ukraina yang dikutip media tersebut menyebutkan, tawaran ini disampaikan langsung Putin kepada utusan khusus Amerika Serikat, Steve Witkoff, pada Rabu lalu. Langkah ini menandakan adanya upaya diplomasi meski situasi di garis depan masih memanas.

Menurut laporan, Moskow menilai Donbas sebagai bagian dari “dunia Rusia” yang harus dipertahankan, sementara Kyiv bersikeras mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorialnya. Perbedaan pandangan inilah yang menjadi hambatan utama menuju perdamaian.

Sementara itu, belum ada pernyataan resmi dari Kremlin maupun pemerintah Ukraina terkait detail tawaran tersebut. Namun, para analis menilai tawaran ini merupakan sinyal awal adanya peluang perundingan.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Trump Dorong Penyelesaian Konflik

Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut telah mengupayakan jalan menuju perdamaian Rusia-Ukraina sejak awal masa jabatannya. Trump memandang konflik ini sebagai ancaman besar bagi stabilitas Eropa dan keamanan global.

Sejak perang pecah pada Februari 2022, pertempuran di wilayah timur Ukraina telah menewaskan ratusan ribu orang di kedua belah pihak. Serangan udara, artileri, dan pertempuran darat telah mengakibatkan kerusakan infrastruktur parah di Donetsk, Luhansk, dan kota-kota sekitarnya.

WSJ melaporkan, Trump mendorong upaya negosiasi antara kedua negara dengan melibatkan mediator internasional. Tujuannya, menciptakan gencatan senjata jangka panjang yang dapat membuka jalan bagi pembicaraan politik lebih lanjut.

Namun, pengamat geopolitik menilai langkah ini sulit tercapai tanpa adanya konsesi signifikan dari kedua pihak. Ukraina masih menolak ide penyerahan wilayah, sementara Rusia menganggapnya sebagai syarat mutlak untuk perdamaian.

Situasi semakin rumit karena negara-negara Barat, termasuk anggota NATO, terus memasok bantuan militer kepada Ukraina. Hal ini membuat Moskow merasa ancaman terhadap keamanannya semakin besar.

Sejumlah diplomat Eropa percaya bahwa keberhasilan negosiasi bergantung pada kesediaan kedua pihak untuk menunda klaim teritorial dan fokus pada langkah-langkah kemanusiaan.

Meski begitu, di lapangan, kontak senjata terus terjadi dan mempersulit tercapainya kesepakatan damai. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa perang bisa berlangsung bertahun-tahun jika tidak ada terobosan diplomatik.

Putin sendiri diyakini sedang menimbang risiko politik dan ekonomi dari perang yang berlarut-larut. Sanksi internasional telah menekan perekonomian Rusia, sementara biaya militer terus membengkak.

Bagi Ukraina, menerima tawaran penyerahan wilayah berarti mengorbankan prinsip kedaulatan yang selama ini menjadi dasar perjuangannya. Presiden Volodymyr Zelenskyy berulang kali menegaskan tidak akan menyerahkan “sejengkal tanah pun” kepada Rusia.

Sementara itu, masyarakat internasional terbelah dalam menyikapi tawaran ini. Beberapa negara mendorong kompromi demi mengakhiri penderitaan warga sipil, sementara yang lain mendukung penuh posisi tegas Kyiv.

Bagi warga di wilayah konflik, yang terpenting adalah terciptanya keamanan dan perdamaian agar kehidupan dapat kembali normal. Banyak keluarga terpaksa mengungsi, meninggalkan rumah dan pekerjaan mereka sejak awal perang.

Analis menilai, meskipun tawaran ini mungkin belum diterima, setidaknya membuka ruang dialog baru. Jika kedua pihak mau berkomunikasi secara langsung, peluang gencatan senjata akan lebih besar.

Sejumlah pertemuan diplomatik internasional dijadwalkan dalam beberapa bulan ke depan, dan isu Donbas diperkirakan akan menjadi topik utama pembahasan.

Dalam sejarah konflik, sering kali proses menuju perdamaian dimulai dari langkah-langkah kecil seperti ini, meski membutuhkan waktu lama untuk mencapai kesepakatan penuh.

Pihak WSJ menyatakan akan terus memantau perkembangan negosiasi ini dan memberikan laporan terbaru seiring berjalannya waktu.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Kesepakatan yang adil membutuhkan keberanian politik dari kedua belah pihak.
Keterlibatan pihak ketiga yang netral dapat membantu menjembatani perbedaan.
Memprioritaskan keselamatan warga sipil harus menjadi fokus utama.
Diplomasi sebaiknya diutamakan sebelum opsi militer dipertimbangkan lagi.
Tekanan internasional perlu diarahkan untuk menghentikan kekerasan.

Perdamaian yang berkelanjutan memerlukan komitmen dari semua pihak.
Negosiasi yang transparan dapat meningkatkan kepercayaan publik.
Penghentian perang akan membuka peluang pemulihan ekonomi.
Menghormati hukum internasional menjadi kunci stabilitas kawasan.
Setiap langkah menuju kompromi membawa dunia lebih dekat ke perdamaian. (*)

 

Tags: donbasperdamaianPutinRusiatrumpUkraina
Post Sebelumnya

Jepang Kritik Rencana Israel Kuasai Gaza

Post Selanjutnya

Trump Akui Kesalahan Tarif Produk Jepang

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Trump Akui Kesalahan Tarif Produk Jepang

Trump Akui Kesalahan Tarif Produk Jepang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.