EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Pasar Cipinang Sepi Imbas Isu Beras Oplosan

Pasar Cipinang Sepi Imbas Isu Beras Oplosan

Isu beras oplosan memicu penutupan banyak toko di Pasar Induk Cipinang. Aktivitas perdagangan beras di Cipinang terganggu akibat kekhawatiran pedagan

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
10 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA TIMUR EKOIN.CO – Aktivitas perdagangan di Pasar Induk Beras Cipinang mendadak lesu pada Sabtu (9/8/2025) setelah merebaknya isu beras oplosan. Sejumlah toko dan gudang di kawasan ini terlihat tutup rapat, memicu kekhawatiran di kalangan pedagang dan pembeli.
Gabung WA Channel EKOIN untuk berita terkini

Beberapa gudang berwarna hijau di Pasar Induk tampak sepi tanpa aktivitas bongkar muat. Rolling door terkunci rapat, hanya menyisakan deretan sepeda motor yang terparkir di depan bangunan.

Meski begitu, di salah satu toko Blok A masih terlihat aktivitas memindahkan beras dari mobil bak terbuka ke gudang. Pemandangan ini menjadi kontras di tengah suasana pasar yang sebagian besar lengang.

Sementara itu, di sekitar Blok A, truk-truk pengangkut beras hanya terparkir dengan para sopir berteduh di depan toko yang tutup. Mereka menunggu instruksi atau pembukaan kembali pasar yang belum jelas waktunya.

Banyak Blok Pasar Sepi Aktivitas

Penutupan toko dan gudang juga terjadi di Blok L, di mana tidak terlihat tanda-tanda transaksi. Kondisi ini membuat arus barang terhambat dan suplai ke sejumlah wilayah terancam terganggu.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Berbeda dengan Blok L, di Blok I transaksi masih berlangsung meski jumlah pembeli berkurang. Beberapa kios di area ini tetap melayani pelanggan yang datang untuk membeli stok harian.

Seorang pedagang di Blok K mengungkapkan bahwa penutupan toko di Blok A terjadi karena ketakutan pedagang terhadap isu beras oplosan.
“Itu pada tutup. Kenapa? Karena memang dia ketakutan. Jadi, untuk menekan harga beras, ya diaduk sama beras broken, beras patah,” ujarnya.

Pedagang itu menambahkan, “Cuma sekarang enggak berani kerja. Takut kena razia tadi. Tutup semua itu. Coba saja ke gudang. Tutup semua.”

Menurutnya, biasanya aktivitas pasar ramai pada Senin hingga Jumat. Namun, dalam tiga pekan terakhir, banyak pedagang memilih libur untuk menghindari kerugian.

“Ya itu karena harga tinggi, menurunkan harga juga harus menurunkan kualitas (beras) juga. Kalau menurunkan kualitas, ditangkap Satgas. Ya mending libur,” tegasnya lagi.

Masih Ada Pedagang yang Bertahan

Meski sebagian besar toko tutup, ada pedagang yang tetap beroperasi. Ia merasa aman karena berjualan beras tradisional yang dikemas dalam karung kecil maupun curah.

“Kalau saya kan melayani beras tradisional. Tapi biasanya itu karung kecil. Karung kecil itu jadi sorotan. Kalau karung gede itu beras curah. Beras curah itu jualnya literan,” jelasnya.

Pedagang ini mengaku tetap waspada meski stok dagangannya tidak terkait isu beras oplosan. Ia berharap pemeriksaan dilakukan secara adil agar tidak merugikan pedagang yang berjualan secara legal.

Kondisi pasar yang tidak stabil membuat sebagian pembeli memilih menunda belanja. Mereka khawatir harga akan naik jika pasokan dari Pasar Induk terus berkurang.

Pengamat perdagangan menilai isu beras oplosan ini bisa berdampak pada distribusi pangan, terutama di Jakarta dan sekitarnya. Ketidakpastian ini dikhawatirkan memicu kenaikan harga di tingkat konsumen.

Selain itu, jika penutupan berlangsung lama, potensi kehilangan pendapatan bagi pedagang dan sopir pengangkut akan semakin besar. Hal ini bisa mengganggu mata pencaharian banyak keluarga yang bergantung pada pasar.

Pasar Induk Beras Cipinang selama ini menjadi pusat distribusi utama beras di Jakarta. Gangguan pasokan dari pasar ini dapat mempengaruhi ketersediaan beras di pasar tradisional dan modern.

Pihak pengelola pasar diharapkan segera berkoordinasi dengan aparat dan pedagang untuk menemukan solusi agar aktivitas kembali normal. Upaya komunikasi yang transparan dinilai penting untuk menghindari kepanikan.

Situasi ini masih terus dipantau, dan belum ada kepastian kapan seluruh toko dan gudang akan kembali beroperasi seperti biasa.

Pedagang yang masih bertahan berharap isu beras oplosan dapat diselesaikan secepatnya agar pasar kembali ramai.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli beras sesuai kebutuhan, tanpa melakukan penimbunan yang justru bisa memicu kelangkaan.

Isu beras oplosan telah menimbulkan kekhawatiran besar di Pasar Induk Beras Cipinang, membuat banyak pedagang menutup usaha demi menghindari risiko hukum dan kerugian finansial.

Diperlukan langkah cepat dari pihak berwenang untuk memverifikasi kebenaran isu tersebut, mengedukasi pedagang, dan memulihkan kepercayaan pasar.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: beras oplosanharga berasJakarta TimurPasar CipinangPasar Indukpedagang beras
Post Sebelumnya

Surplus Beras 3,6 Juta Ton, Kok Langka?

Post Selanjutnya

5 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
5 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia

5 Negara dengan Gaji Tertinggi di Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.