EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Bahlil Lahadalia Minta Pengelolaan Batu Bara Berpikir Jangka Panjang, Cadangan Hanya Cukup 45 Tahun

Bahlil Lahadalia Minta Pengelolaan Batu Bara Berpikir Jangka Panjang, Cadangan Hanya Cukup 45 Tahun

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengingatkan pengusaha batu bara agar tidak hanya memikirkan keuntungan jangka pendek, melainkan juga keberlanjutan pasokan energi untuk masa depan. Peringatan ini muncul seiring dengan status Indonesia sebagai eksportir batu bara global dan fakta bahwa cadangan batu bara nasional, yang tercatat sebesar 31,95 miliar ton per tahun 2024, diperkirakan hanya akan bertahan selama 45 tahun.

Ray oleh Ray
12 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, ENERGI, INDUSTRI, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan peringatan serius mengenai pengelolaan batu bara di Indonesia. Bahlil meminta para pengusaha agar tidak hanya berfokus pada keuntungan semata, melainkan juga memikirkan keberlanjutan pasokan energi bagi generasi mendatang. Hal tersebut disampaikan dalam Konferensi Pers Capaian Kinerja Sektor ESDM Semester I 2025 yang diadakan di Jakarta, Selasa (12/8/2025).

Peringatan ini muncul mengingat posisi Indonesia sebagai salah satu eksportir utama batu bara termal di dunia. Ironisnya, Indonesia kerap tidak memiliki daya tawar yang kuat dalam menghadapi fluktuasi harga pasar global.

“Indonesia eksportir batu bara (untuk) listrik, 45% dunia berasal dari Indonesia. Begitu harga turun gak bisa apa-apa. Permintaan sedikit, barangnya banyak. Revisi RKAB akan kita lakukan tanpa pandang bulu untuk stabilitas. Akan ada pajak baik dan pengusaha untung baik atau jangan dimaknai untuk 5 tahun saja, ini untuk anak cucu kita, kita harus kelola hati-hati,” tutur Bahlil.

Selanjutnya, Bahlil memaparkan realisasi produksi batu bara Indonesia selama paruh pertama tahun 2025. Produksi telah mencapai 357,6 juta ton, atau 48,34% dari target tahunan yang dipatok sebesar 739,67 juta ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 238 juta ton atau 66,5% dialokasikan untuk ekspor.

Sementara itu, sebesar 104,6 juta ton (29% dari total produksi) digunakan untuk keperluan domestik, seperti pembangkit listrik dan smelter. Sisanya, sekitar 15 juta ton, digunakan sebagai stok cadangan.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Menariknya, Bahlil juga mengungkapkan data terkait cadangan batu bara nasional. Berdasarkan data dari Kementerian ESDM, total cadangan batu bara per tahun 2024 mencapai 31,95 miliar ton. Dengan asumsi rata-rata produksi tahunan sebesar 700 juta ton, cadangan ini diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga 45 tahun ke depan, dengan catatan tidak ada penemuan cadangan baru.

Data dari Neraca Sumber Daya dan Cadangan Mineral dan Batu Bara Nasional tahun 2025 merinci bahwa total cadangan tersebut terdiri dari cadangan terkira sebesar 14,418 miliar ton dan cadangan terbukti sebesar 17,536 miliar ton. Fakta ini semakin memperkuat urgensi pengelolaan batu bara yang hati-hati dan berkelanjutan.

Tags: Bahlil Lahadaliabatu baracadanganDMODomestic Market ObligationeksporenergiindonesiakeberlanjutanKementerian ESDMproduksiRKAB
Post Sebelumnya

Pertamina Patra Niaga Raih Sertifikasi ISCC, Perluas Cakupan Distribusi Bahan Bakar Ramah Lingkungan

Post Selanjutnya

Joao Mota: Malu, Anggaran Nol, Birokrasi Berbelit 6 Bulan Menjabat, Dirut Agrinas Mengundurkan Diri

Ray

Ray

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
Ledakan Beruntun Guncang Pabrik Baja di Pennsylvania, Satu Tewas dan 10 Luka-luka

Ledakan Beruntun Guncang Pabrik Baja di Pennsylvania, Satu Tewas dan 10 Luka-luka

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.