EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Australia Terlibat Genosida Di Gaza Pertahankan Ekspor Komponen F-35 ke Israel

Australia Terlibat Genosida Di Gaza Pertahankan Ekspor Komponen F-35 ke Israel

Australia tetap memasok komponen senjata F-35 untuk Israel meski menuai kecaman. Partai Hijau menilai kebijakan ini berkontribusi pada genosida di Gaza.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
12 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Pemerintah Australia kembali menjadi sorotan tajam internasional setelah terungkap tetap menyuplai komponen senjata ke Israel di tengah konflik memanas di Gaza. Keputusan ini menuai gelombang kecaman dari partai oposisi, organisasi hak asasi manusia, hingga kelompok aktivis kemanusiaan, yang menilai kebijakan tersebut berpotensi memperpanjang penderitaan warga sipil Palestina. (Baca Juga : Australia Terus Suplai Senjata ke Israel)

Juru bicara urusan luar negeri Partai Hijau Australia, David Shoebridge, menyebut publik mengetahui pemerintah di bawah kendali Perdana Menteri Anthony Albanese mengizinkan ekspor lapis baja, suku cadang pesawat tempur F-35, dan material militer penting lainnya ke Israel. “Pemerintah tidak berniat menghentikan ekspor itu,” ujarnya pada Minggu (10/8).

Australia dan Komponen Senjata untuk Israel

Shoebridge, yang juga senator dari New South Wales, menuding pemerintahan Albanese secara terang-terangan mendukung Israel yang diduga kuat melakukan genosida di Palestina. Ia menilai retorika dua tahun terakhir dari pemerintah hanyalah janji kosong tanpa tindakan nyata. “Kita menyaksikan genosida secara langsung, dan publik tidak akan menerima lagi alasan-alasan yang dibuat-buat,” tegasnya. (Baca Juga : Kritik Australia Soal Genosida)

Kritik ini mencuat setelah Menteri Pertahanan Australia, Richard Marles, mengklarifikasi bahwa negaranya memang tidak mengirim senjata secara langsung. Namun, Australia tetap memproduksi dan mengekspor komponen penting untuk jet tempur Lockheed Martin F-35. Pesawat tempur ini diketahui digunakan oleh militer Israel dalam operasi militer di Gaza.

Kebijakan Pertahanan di Tengah Sorotan

Marles menegaskan bahwa Australia merupakan bagian dari program internasional F-35 yang sudah berjalan selama beberapa dekade. “Ini adalah kesepakatan multilateral dengan rantai pasokan yang dikelola oleh Lockheed Martin di Amerika Serikat dan melibatkan banyak pemasok,” jelasnya. (Baca Juga : F-35 Australia untuk Israel)

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Menurutnya, keterlibatan Australia dalam produksi F-35 adalah komitmen jangka panjang yang tidak bisa dihentikan sepihak. Meski begitu, pernyataan ini dinilai tidak mampu meredam kritik publik yang melihat bahwa produksi komponen untuk senjata tetap menjadi bentuk dukungan terhadap operasi militer Israel.

Kebijakan ini diungkap hanya beberapa hari setelah Kanselir Jerman Friedrich Merz mengambil sikap tegas terhadap Israel yang memutuskan untuk mengambil alih Kota Gaza sepenuhnya. Dalam langkah bersejarah, Jerman menghentikan ekspor peralatan militer ke Israel untuk pertama kalinya. (Baca Juga : Jerman Stop Ekspor Militer ke Israel)

Kontras dengan Kebijakan Jerman

Keputusan Jerman ini memicu perbandingan tajam di antara negara-negara Barat. Sementara Berlin mengambil langkah tegas menghentikan aliran peralatan militer, Canberra justru tetap mempertahankan suplai komponen senjata. Banyak pihak menilai kebijakan Australia bertentangan dengan komitmen internasional dalam perlindungan hak asasi manusia.

Analis hubungan internasional menyebut bahwa keterlibatan dalam produksi komponen teknis tetap dapat dipandang sebagai dukungan tidak langsung dalam konflik bersenjata. Kondisi ini memunculkan perdebatan di tingkat nasional maupun internasional mengenai kewajiban moral dan hukum yang seharusnya dipegang Australia.

Di lapangan, tekanan terhadap Australia datang dari berbagai arah. Aktivis kemanusiaan menyerukan agar Canberra mengikuti jejak Jerman dengan menghentikan seluruh bentuk dukungan logistik militer. Mereka menilai keberlanjutan suplai komponen senjata akan memperpanjang siklus kekerasan di Gaza.

Tekanan Politik Dalam Negeri

Desakan untuk menghentikan suplai komponen F-35 juga menguat di dalam negeri. Oposisi menilai kebijakan ini merusak citra Australia sebagai negara yang menjunjung tinggi perdamaian. Sebagian LSM bahkan memperingatkan bahwa tindakan ini berpotensi melanggar prinsip hukum humaniter internasional.

Shoebridge memperingatkan bahwa setiap komponen yang dikirim pada akhirnya akan menjadi bagian dari operasi militer yang menimbulkan korban jiwa. “Setiap suku cadang adalah bagian dari rantai yang membawa kematian,” ucapnya. (Baca Juga : Aktivis Kecam Suplai Senjata Australia)

Dilema Strategis Canberra

Kini, pemerintahan Albanese berada dalam dilema besar. Menghentikan suplai komponen berarti memutus keterlibatan dalam rantai pasokan global F-35 dan berpotensi mengganggu hubungan strategis dengan Amerika Serikat. Namun, mempertahankan kebijakan justru membuat Australia rentan kritik dan tekanan internasional.

Para pengamat menilai keputusan ini akan sangat menentukan reputasi Canberra di kancah global. Sebagian memandang perubahan kebijakan akan mengirim pesan kuat bahwa Australia memihak pada nilai-nilai kemanusiaan, sementara sebagian lainnya menilai konsistensi dalam komitmen industri pertahanan juga penting bagi stabilitas aliansi militer.

Dengan konflik Gaza yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, perdebatan seputar peran Australia dalam suplai senjata diperkirakan akan terus bergulir. Apa pun langkah selanjutnya, dunia akan memantau dengan cermat arah kebijakan yang diambil Canberra. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: AustraliaF-35GazagenosidaIsraelsenjata
Post Sebelumnya

Korupsi Minyak Mentah, Kejagung Panggil 6 Saksi Baru

Post Selanjutnya

HUT ke-57 TP Sriwijaya Akan Di adakan Di Masjid Al Husna.

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
HUT ke-57 TP Sriwijaya Akan Di adakan Di Masjid Al Husna.

HUT ke-57 TP Sriwijaya Akan Di adakan Di Masjid Al Husna.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.