EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA
100 Ton Ikan Mati Massal di Waduk, KKP Selidiki Penyebabnya

Ilustrasi Ikan Mas Mati (Dok. detiksumut)

100 Ton Ikan Mati Massal di Waduk, KKP Selidiki Penyebabnya

Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan turun ke Waduk Jatiluhur untuk menyelidiki kematian ikan mas dalam jumlah besar, sementara pembudidaya diimbau untuk segera melakukan panen guna mencegah kerugian lebih lanjut.

Syihana oleh Syihana
10 Februari 2025
Kategori PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, ekoin.co – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengirim tim ke Waduk Jatiluhur, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, untuk menyelidiki penyebab kematian ikan dalam jumlah besar yang diperkirakan mencapai 100 ton.

“KKP melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya telah menurunkan tim untuk mengecek penyebab terjadinya kematian massal ikan di Waduk Jatiluhur,” ujar Tb Haeru Rahayu, Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya KKP pada keterangannya di Jakarta, Senin.

KKP mencatat jumlah ikan yang mati sekitar 100 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp2,2 miliar. Sebagian besar ikan yang terdampak adalah ikan mas.

Direktur Ikan Air Tawar Ditjen Perikanan Budi Daya KKP, Ujang Komarudin, menyebutkan bahwa asumsi harga ikan mas saat ini sekitar Rp22 ribu per kilogram.

Kejadian ini terjadi di dua lokasi, yakni Kampung Pasir Kole, Desa Kutamanah, Kecamatan Sukasari, serta Kampung Citerbang, Desa Panyindangan, Kecamatan Sukatani. Pemberitaan mengenai peristiwa ini ramai diperbincangkan pada Jumat (7/2).

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Ujang menyampaikan bahwa masyarakat pembudidaya telah memahami risiko cuaca ekstrem dan potensi upwelling yang dapat menyebabkan kematian ikan dalam jumlah besar.

“Namun banyak di antara mereka masih menahan panen ikan hasil budi dayanya supaya bisa mencapai ukuran yang lebih besar,” ucapUjang.

Ujang bersama Tim Balai Besar Perikanan Budi Daya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi dan Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Purwakarta turun langsung ke lokasi untuk melihat kondisi di lapangan.

Ujang mengimbau para pembudidaya untuk segera melakukan panen total atau panen lebih awal guna mencegah kematian ikan dalam jumlah lebih besar. Ikan mas sangat bergantung pada ketersediaan oksigen terlarut (O₂) yang stabil di perairan.

KKP menyarankan agar aktivitas budi daya di Waduk Jatiluhur dihentikan sementara hingga kondisi cuaca membaik dan perairan kembali stabil.

“Segera angkat ikan yang sudah mati dari perairan dan langsung kubur supaya kondisi perairan waduk cepat kembali normal dan tidak tercemar,” tambah Ujang, dilansir dari laman Antara.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengajak para pembudidaya untuk mengutamakan keberlanjutan dalam praktik budidaya ikan.

Trenggono menekankan pentingnya menjalankan kegiatan budi daya yang ramah lingkungan dengan mempertimbangkan keseimbangan ekosistem.

Tags: BBPBAT Sukabumicuaca ekstremDinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten PurwakartaDirektorat Jenderal Perikanan Budi Dayaikan maskematian ikan massalKKPpanen ikanupwellingWaduk Jatiluhur
Post Sebelumnya

Survei LSI: Kejaksaan Agung Dapat Apresiasi Publik atas Langkah Hukum Tegas di 100 Hari Prabowo

Post Selanjutnya

Liverpool Tersingkir dari Piala FA Usai Kalah 0-1 dari Plymouth

Syihana

Syihana

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Liverpool Tersingkir dari Piala FA Usai Kalah 0-1 dari Plymouth

Liverpool Tersingkir dari Piala FA Usai Kalah 0-1 dari Plymouth

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.