Kuala Lumpur EKOIN.CO – Malaysia tengah menimbang integrasi rudal BrahMos-A ke dalam armada pesawat tempur Su-30MKM, sebuah langkah strategis yang berpotensi memperkuat kekuatan udara negara tersebut di Laut Cina Selatan. Inisiatif ini diharapkan meningkatkan kemampuan serangan presisi jarak jauh terhadap target maritim dan darat.
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v
Malaysia Kaji Integrasi Rudal BrahMos-A
Angkatan Udara Malaysia (RMAF) sedang mengkaji kemungkinan integrasi BrahMos-A, rudal jelajah supersonik buatan India, ke dalam Su-30MKM. Langkah ini merupakan bagian dari kerja sama pertahanan bilateral yang lebih dalam dengan India. Malaysia bahkan telah meminta dokumentasi teknis lengkap dari New Delhi, termasuk rencana penguatan struktur pesawat, integrasi avionik, analisis aerodinamika, hingga estimasi biaya yang meliputi desain, uji terbang, dan sertifikasi.
Kepala program pengembangan pertahanan Malaysia menyatakan, “Kami ingin memastikan Su-30MKM mampu menahan beban rudal tanpa mengurangi kinerja manuver pesawat.” Proses ini mirip dengan integrasi BrahMos-A ke Su-30MKI milik India, yang dilakukan Hindustan Aeronautics Limited (HAL), namun setiap negara menghadapi tantangan unik terkait standar keselamatan dan sistem kendali tembakan.
Tantangan Teknis dan Strategis
Integrasi BrahMos-A menuntut penguatan struktur pesawat untuk menahan beban sekitar 2,5 ton, terutama saat melakukan manuver berkecepatan tinggi. Sistem perangkat lunak misi dan kendali tembakan juga perlu diperbarui agar kompatibel dengan sistem panduan rudal. Pakar militer menekankan, keberhasilan integrasi tidak hanya soal teknis tetapi juga strategi, karena rudal ini akan memperluas kemampuan serangan jarak jauh Malaysia dan menjadi pendorong keseimbangan kekuatan regional.
Keunggulan BrahMos-A terletak pada kecepatannya yang supersonik dan kemampuan menyerang target darat maupun laut dengan presisi tinggi. Analis pertahanan menyebutkan bahwa potensi integrasi rudal ini dapat membuat Malaysia lebih siap menghadapi dinamika keamanan di Laut Cina Selatan, sekaligus menambah kapasitas deterrent terhadap ancaman eksternal.
Selain aspek teknis, Malaysia juga mempertimbangkan biaya keseluruhan program, termasuk desain, uji coba, dan sertifikasi. Proses ini diharapkan selesai dalam beberapa tahun ke depan, mengingat kompleksitas integrasi dan kebutuhan pelatihan bagi pilot serta teknisi.
Penguatan armada Su-30MKM dengan BrahMos-A dipandang strategis karena memiliki kesamaan desain dengan Su-30MKI India. Namun, pakar militer menekankan, meski terdapat kesamaan, proses adaptasi tetap memerlukan evaluasi intensif terkait kinerja pesawat dan keamanan operasional.
Kerja sama pertahanan Malaysia-India telah berlangsung beberapa tahun, namun fokus terbaru pada rudal BrahMos-A menandai fase baru hubungan bilateral yang lebih konkret dalam bidang militer. Sejumlah analis melihat langkah ini sebagai sinyal bahwa Malaysia ingin meningkatkan kapabilitas maritim dan udara, terutama di wilayah yang rawan konflik seperti Laut Cina Selatan.
Sumber militer menyebutkan, integrasi rudal jelajah supersonik ini dapat meningkatkan kemampuan serangan presisi Malaysia hingga radius ratusan kilometer, memberikan keunggulan strategis di kawasan regional. Hal ini juga menunjukkan kesiapan negara untuk mengikuti tren modernisasi militer di Asia Tenggara.
Dari sisi politik, keputusan Malaysia mengintegrasikan BrahMos-A dapat meningkatkan posisi negosiasi dengan negara-negara tetangga dan memperkuat posisi diplomatik dalam sengketa regional. Pengamat menekankan bahwa modernisasi ini sebaiknya diimbangi dengan upaya dialog dan kerjasama keamanan kawasan.
Integrasi rudal BrahMos-A ke Su-30MKM diyakini akan menjadi tonggak penting dalam modernisasi angkatan udara Malaysia. Langkah ini bukan sekadar penambahan persenjataan, tetapi juga upaya meningkatkan interoperabilitas dan kesiapan operasional di masa depan.
Pakar militer menambahkan, meski menghadapi tantangan teknis, keuntungan strategis dan pertahanan jangka panjang dari penggunaan BrahMos-A diyakini sepadan. Evaluasi menyeluruh terus dilakukan untuk memastikan integrasi berjalan aman, efektif, dan sesuai anggaran yang tersedia.
Modernisasi ini juga membuka peluang kerja sama industri pertahanan antara Malaysia dan India, termasuk transfer teknologi dan pengembangan kapasitas lokal. Dengan langkah ini, Malaysia berupaya mengurangi ketergantungan pada persenjataan impor sekaligus meningkatkan kemampuan produksi domestik di masa depan.
Dalam konteks geopolitik, penguatan Su-30MKM dengan rudal supersonik memberi Malaysia daya tawar lebih tinggi dalam dialog regional dan keamanan maritim. Strategi ini dinilai akan memperkuat posisi pertahanan sekaligus menjaga keseimbangan kekuatan di kawasan Laut Cina Selatan.
Integrasi BrahMos-A diharapkan memberikan Malaysia kemampuan serangan presisi jarak jauh yang signifikan, sekaligus mendukung strategi pertahanan maritim dan udara. Program ini menegaskan komitmen negara untuk menghadapi tantangan keamanan modern di Asia Tenggara.
langkah Malaysia menilai BrahMos-A sebagai bagian dari modernisasi Su-30MKM merupakan strategi cerdas untuk meningkatkan kapasitas tempur dan pertahanan nasional. Tantangan teknis dan biaya tinggi menjadi perhatian utama, namun keuntungan strategis jangka panjang diyakini lebih besar.
bagi pemerintah Malaysia adalah melanjutkan studi teknis, menyiapkan pelatihan pilot dan teknisi, memastikan interoperabilitas sistem, mengatur anggaran dengan hati-hati, dan menyeimbangkan modernisasi dengan diplomasi kawasan. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





