EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Defisit AS Juli 2025 Tembus Rekor Baru

Defisit AS Juli 2025 Tembus Rekor Baru

Defisit AS Juli 2025 melonjak 19 persen menjadi US$ 291 miliar. Pengeluaran tumbuh jauh lebih cepat daripada penerimaan negara.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
14 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

 

WASHINGTON EKOIN.CO – Defisit anggaran Amerika Serikat (AS) pada Juli 2025 melonjak hampir 20 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menembus US$ 291 miliar atau setara Rp 4.770 triliun. Kenaikan tajam ini dipicu pengeluaran pemerintah yang tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan pendapatan. Bergabung di WA NEWS EKOIN

Data Departemen Keuangan AS mencatat, defisit Juli 2025 naik US$ 47 miliar atau sekitar 19 persen dibanding Juli 2024. Kenaikan ini menjadi sorotan karena terjadi meski penerimaan negara turut meningkat, namun tetap tak mampu mengimbangi laju belanja negara.

Defisit AS Capai Rekor Bulanan

Penerimaan pemerintah AS pada Juli tercatat sebesar US$ 338 miliar, naik 2 persen atau US$ 8 miliar dari tahun lalu. Namun, pengeluaran membengkak hingga US$ 630 miliar, melonjak 10 persen atau US$ 56 miliar, dan menjadi rekor tertinggi untuk bulan Juli.

Meski pertumbuhan pendapatan tercatat positif, laju pengeluaran yang jauh lebih tinggi membuat defisit semakin melebar. Departemen Keuangan menjelaskan bahwa kenaikan pengeluaran sebagian besar berasal dari pembayaran program jaminan sosial, layanan kesehatan, dan bunga utang nasional.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Bulan Juli tahun ini juga memiliki jumlah hari kerja lebih sedikit dibandingkan tahun lalu. Hal ini memengaruhi pencatatan penerimaan pajak dan belanja pemerintah. Namun, menurut Departemen Keuangan, penyesuaian terhadap perbedaan hari kerja hanya menurunkan defisit menjadi sekitar US$ 271 miliar.

Tarif dan Kebijakan Tak Redam Defisit

Peningkatan defisit ini terjadi di tengah upaya pemerintah AS memberlakukan tarif impor lebih tinggi untuk menekan defisit perdagangan dan fiskal. Namun, kebijakan tersebut dinilai belum mampu mengubah tren pembengkakan anggaran.

Analis ekonomi di Washington menilai, perbedaan laju pertumbuhan penerimaan dan pengeluaran menjadi faktor kunci di balik lonjakan defisit. “Ketika pengeluaran tumbuh dua kali lipat dari penerimaan, defisit akan semakin sulit dikendalikan,” kata seorang ekonom senior.

Departemen Keuangan menegaskan bahwa meski ada faktor musiman, lonjakan defisit ini menunjukkan tantangan struktural dalam pengelolaan anggaran. Jika tren ini berlanjut, beban bunga utang akan semakin menekan ruang fiskal pemerintah di tahun-tahun mendatang.

Beberapa pakar memperingatkan bahwa defisit tinggi dapat memengaruhi daya saing ekonomi AS, terutama jika investor global mulai mempertanyakan keberlanjutan fiskal negara tersebut. Nilai tukar dolar dan imbal hasil obligasi pemerintah pun berpotensi terdampak.

Laporan keuangan bulanan ini menjadi pengingat bahwa kebijakan fiskal perlu dikaji ulang. Pemerintah dihadapkan pada pilihan sulit antara menahan pengeluaran atau meningkatkan penerimaan, di tengah tekanan ekonomi dan politik domestik.

Pemerintah juga perlu mempertimbangkan dampak sosial dari pengetatan fiskal. Pemangkasan belanja sosial dapat memicu protes, sementara kenaikan pajak berisiko memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Tren defisit ini menegaskan bahwa kebijakan tarif yang digadang-gadang mampu memperkuat neraca fiskal belum membuahkan hasil nyata. Para pengamat menyarankan reformasi pajak dan efisiensi belanja sebagai langkah awal.

Selain itu, proyeksi ke depan menunjukkan bahwa pengeluaran untuk kesehatan, jaminan sosial, dan bunga utang akan terus meningkat. Tanpa langkah pengendalian, defisit bisa menembus angka lebih tinggi pada kuartal mendatang.

Situasi ini juga menempatkan Federal Reserve dalam posisi sulit. Suku bunga yang tinggi membuat biaya bunga utang pemerintah semakin berat, namun penurunan suku bunga bisa memicu inflasi yang merugikan.

Di sisi politik, defisit yang membengkak dapat menjadi amunisi bagi oposisi untuk mengkritik kebijakan fiskal pemerintah. Perdebatan di Kongres terkait anggaran diperkirakan akan memanas menjelang pembahasan APBN tahun depan.

Meski begitu, sebagian ekonom tetap optimistis bahwa dengan reformasi kebijakan yang tepat, defisit bisa ditekan secara bertahap. Kuncinya adalah keseimbangan antara mendukung pertumbuhan ekonomi dan menjaga keberlanjutan fiskal.


 

  1. Defisit AS pada Juli 2025 melonjak signifikan menjadi US$ 291 miliar.
  2. Kenaikan pengeluaran jauh melampaui pertumbuhan penerimaan.
  3. Tarif impor belum mampu menahan pembengkakan defisit.
  4. Tantangan fiskal bersifat struktural dan membutuhkan reformasi.
  5. Risiko ekonomi dan politik meningkat jika tren berlanjut.

 

  1. Pemerintah perlu mengkaji ulang kebijakan fiskal secara menyeluruh.
  2. Efisiensi belanja publik harus diprioritaskan.
  3. Reformasi pajak dapat meningkatkan penerimaan negara.
  4. Pengelolaan utang harus lebih hati-hati.
  5. Kolaborasi antara eksekutif dan legislatif penting untuk keberlanjutan fiskal.

( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: anggaranASdefisitekonomifiskaltarif
Post Sebelumnya

Dampak Tarif AS Mulai Guncang Ekonomi Menuju Kehancuran

Post Selanjutnya

Netanyahu Tuai Kecaman Gara-Gara Israel Raya

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Netanyahu Tuai Kecaman Gara-Gara Israel Raya

Netanyahu Tuai Kecaman Gara-Gara Israel Raya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.