EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Ekspor Kapal Selam Jerman Picu Kontroversi Politik

Ekspor Kapal Selam Jerman Picu Kontroversi Politik

Jerman menyetujui ekspor kapal selam INS Drakon ke Israel di tengah kritik internasional. Kapal selam ini menjadi bagian kontrak pertahanan yang disepakati sejak 2012.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
14 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

BERLIN, EKOIN.CO – Pemerintah Jerman akhirnya memberikan persetujuan ekspor kapal selam baru ke Israel, hanya beberapa hari setelah sebelumnya mengumumkan penghentian sebagian ekspor senjata ke negara tersebut. Keputusan ini dilaporkan oleh surat kabar TAZ yang berbasis di Berlin, mengutip informasi dari Anadolu, pada Rabu (13/8/2025).
Gabung WA Channel EKOIN

Izin ekspor kapal selam tersebut diumumkan pada 8 Agustus, namun belum jelas kapan persetujuan resmi diberikan. Informasi ini diungkapkan Luca Schiewe dari organisasi Facing Finance saat menanggapi pertanyaan dalam rapat umum luar biasa pemegang saham penting di perusahaan manufaktur Thyssenkrupp Marine Systems (TKMS) pada Jumat lalu.

Saat konferensi pers di Berlin, juru bicara Kementerian Ekonomi Jerman, Daniel Greve, menolak mengomentari kasus spesifik ini. Ia menegaskan bahwa setiap persetujuan ekspor senjata, termasuk kapal selam, diputuskan secara individual dengan mempertimbangkan kebijakan luar negeri dan keamanan.


Kapal Selam Dolphin untuk Israel

Kontrak pembelian kapal selam ini ditandatangani pada 2012. Dewan Keamanan Federal telah menyetujui pengiriman pada Desember 2023. Namun, izin tambahan dari Kantor Federal untuk Urusan Ekonomi dan Pengendalian Ekspor (BAFA) baru diselesaikan belakangan.

Facing Finance menyebutkan manajemen TKMS telah memastikan pengiriman berjalan sesuai jadwal. Awalnya, pihak perusahaan enggan memberikan keterangan kepada media terkait perkembangan izin ekspor tersebut.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Awal pekan lalu, kapal selam bernama INS Drakon terpantau menjalani uji coba laut di lepas pantai Pulau Rügen, Laut Baltik. Kapal ini merupakan unit keenam dari kelas Dolphin yang dikirim ke Israel, dengan nilai kontrak sekitar €500 juta. Jerman berkontribusi €135 juta untuk pembiayaan pembelian tersebut.


Kontroversi dan Latar Belakang Politik

Kesepakatan kapal selam ini menjadi sorotan karena turut menjadi objek investigasi hukum di Israel. Komisi penyelidikan di sana sedang memeriksa kontrak antara pemerintah Israel dan TKMS, terkait dugaan penyimpangan dalam proses pengadaan.

Di sisi lain, situasi keamanan di Timur Tengah, khususnya Gaza, terus memburuk. Serangan militer Israel sejak 18 Maret telah menewaskan 10.201 orang, termasuk 106 anak-anak, serta melukai lebih dari 42.000 warga.

Pada November tahun lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant atas tuduhan kejahatan perang di Gaza.

Israel juga tengah menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) terkait operasi militernya di wilayah kantong tersebut. Kondisi ini memicu kritik internasional terhadap dukungan militer, termasuk pengiriman kapal selam dari negara-negara Barat.

Meskipun terdapat tekanan diplomatik, keputusan Jerman tetap mengikuti jalur formal perizinan ekspor senjata. Pemerintah federal menyatakan seluruh persetujuan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek hukum internasional dan keamanan nasional.

Pengiriman INS Drakon diperkirakan rampung dalam beberapa bulan ke depan setelah uji coba laut selesai. Kapal selam ini disebut memiliki kemampuan tempur bawah air canggih yang dapat beroperasi jarak jauh.

Dengan kapasitas tersebut, keberadaan kapal selam baru ini berpotensi memperkuat armada angkatan laut Israel di tengah ketegangan yang belum mereda.

Keputusan Jerman ini diperkirakan akan memicu perdebatan politik internal, terutama dari kelompok yang menentang ekspor senjata ke negara yang sedang terlibat konflik bersenjata.

Namun, pihak pendukung kebijakan ini beralasan bahwa kontrak kapal selam tersebut sudah ada sejak lama dan menjadi bagian dari komitmen kerja sama pertahanan bilateral.

Pemerintah Jerman sendiri belum memberikan penjelasan rinci terkait implikasi geopolitik dari pengiriman kapal tersebut di tengah eskalasi perang di Gaza.

Bagi pihak Israel, kedatangan INS Drakon diyakini sebagai penambahan kekuatan strategis yang signifikan, meskipun menuai kritik dari berbagai pihak internasional.

Pengamat militer menilai, di tengah situasi regional yang kompleks, setiap pengiriman kapal selam atau sistem persenjataan besar ke kawasan tersebut berpotensi memperpanjang konflik dan meningkatkan risiko eskalasi militer.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: ekspor senjataINS DrakonIsraelJermankapal selamTKMS
Post Sebelumnya

Israel Diprediksi Serang Iran Sebelum Agustus Berakhir

Post Selanjutnya

Birokrasi Hambat Pangan, Dirut Agrinas Angkat Bicara

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Birokrasi Hambat Pangan, Dirut Agrinas Angkat Bicara

Birokrasi Hambat Pangan, Dirut Agrinas Angkat Bicara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.