EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Sukun Indonesia Resmi Diakui Pangan Dunia

Sumber dok unpad.ac.id

Sukun Indonesia Resmi Diakui Pangan Dunia

Sukun Indonesia resmi mendapat pengakuan dunia sebagai pangan strategis. FAO menetapkan sukun sebagai pangan dunia yang harus dilestarikan.

Agus DJ oleh Agus DJ
21 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Sumedang EKOIN.CO – Sukun Indonesia resmi mendapat pengakuan dunia sebagai pangan strategis, menegaskan perannya dalam ketahanan pangan nasional dan peluang besar menembus pasar internasional. Hal tersebut disampaikan dalam Seminar Nasional & Expo bertajuk “Hilirisasi Agroforestri Berbasis Sukun” di Universitas Padjadjaran, Jatinangor, Rabu 20 Agustus 2025.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Dr. Ir. Mahfudz, M.P., menjelaskan bahwa sukun telah ditetapkan FAO sebagai salah satu pangan dunia yang harus dilestarikan. “Sukun diakui sebagai pangan dunia. Jadi, ada kesepakatan terkait konservasi oleh FAO untuk mengembangkan sukun. Selain itu, sukun juga memiliki fungsi untuk mengembangkan hutan-hutan yang bisa dibangun bersama masyarakat, termasuk ekonomi dan ketahanan pangannya,” ujarnya.

Baca juga : Hibah CTD Tingkatkan Kapasitas Riset Kelautan Unpad

Pernyataan ini menegaskan bahwa keberadaan sukun bukan hanya sekadar buah tropis dengan cita rasa khas, tetapi juga bagian dari strategi global dalam menghadapi krisis pangan. Indonesia dipandang mampu menjadi pusat pengembangan karena memiliki keragaman varietas dan sistem agroforestri yang mendukung.

Dalam sesi talkshow, Mahfudz memaparkan bahwa kebijakan rehabilitasi hutan melalui perhutanan sosial akan berjalan efektif bila dikaitkan dengan pengembangan sukun. Menurutnya, tanaman ini dapat menjaga kelestarian hutan, memperkuat ketersediaan air, serta mendukung energi berkelanjutan.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, S.H., M.H., turut menyoroti hilangnya pohon khas pedesaan, termasuk sukun, yang dulunya menjadi identitas lokal. Ia menyampaikan keprihatinannya bahwa saat ini keberadaan pohon sukun kian jarang ditemukan. “Sukun dapat menjadi kekuatan energi, namun hari ini hampir (pohon sukun) sudah tidak ada. Karena itu, saya meminta Unpad untuk menyiapkan kembali benih-benihnya,” tegas Dedi.

Kolaborasi lintas lembaga

Kegiatan ini juga dihadiri Rektor Unpad Prof. Arief S. Kartasasmita, Ketua Dewan Pengawas Yayasan Sukun Nusantara Sejahtera Insyaf Malik, serta pakar agroforestri dan tokoh nasional. Mereka menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor untuk mengembalikan kejayaan tanaman lokal.

Moderator Prof. Chay Asdak, Ph.D., menghadirkan Dr. (HC) Ir. Burhanuddin Abdullah, M.A., yang menyampaikan materi tentang “Diversifikasi untuk Mencapai Ketahanan Pangan Nasional.” Ia menjelaskan bahwa diversifikasi pangan berbasis lokal, termasuk sukun, adalah solusi strategis menghadapi fluktuasi global.

Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati (Titiek) Soeharto, menekankan peran legislatif dalam memastikan kebijakan pangan nasional berbasis keragaman lokal berjalan konsisten. Ia menambahkan, pangan lokal seperti sukun harus menjadi bagian dari sistem distribusi yang kuat agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Wakil Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E., Ak., M.Si., yang juga Ketua Umum IKA Unpad, menyatakan bahwa koperasi dapat berperan sebagai motor penggerak hilirisasi sukun. Dengan dukungan lembaga keuangan dan jejaring usaha, produk turunan sukun dapat menembus pasar global.

Direktur Rehabilitasi Hutan Kementerian Kehutanan RI, Nikolas Nugroho, S.Hut., M.T., menambahkan bahwa sukun berpotensi menjadi pohon konservasi yang mendukung rehabilitasi kawasan kritis. Melalui program perhutanan sosial, masyarakat dapat memperoleh manfaat ekonomi tanpa merusak lingkungan.

Potensi pangan strategis

Dekan Fakultas Pertanian Unpad, Dr. Ir. Meddy Rachmadi, M.P., menyebutkan bahwa penelitian sukun di Unpad sudah dilakukan sejak lama. Hasil riset menunjukkan bahwa kandungan gizi sukun sebanding dengan bahan pangan pokok lain, bahkan memiliki indeks kenyang yang lebih tinggi.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Industri Pertanian Unpad, Dr. Ir. Sarifah Nurjanah, M.App.Sc., menjelaskan potensi produk olahan sukun. Menurutnya, tepung sukun dapat menjadi bahan baku industri pangan modern, termasuk mie, roti, hingga produk camilan yang memiliki nilai tambah tinggi.

Anggota Komisi IV DPR RI, Dr. Dadang M. Naser, menekankan pentingnya kebijakan afirmatif untuk mendukung budidaya sukun di tingkat petani. Dengan demikian, tanaman ini tidak hanya dilihat sebagai warisan lokal, tetapi juga investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional.

Melalui seminar ini, Unpad bersama pemerintah, DPR, dan para pakar menyepakati langkah konkret dalam hilirisasi agroforestri berbasis sukun. Kolaborasi yang dibangun diyakini mampu menghubungkan riset, kebijakan, hingga penerapan di lapangan.

Penting dicatat, pengembangan sukun juga selaras dengan agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs) yang menekankan pada pengentasan kemiskinan, kelestarian lingkungan, serta ketahanan pangan. Oleh karena itu, upaya ini sekaligus menjadi kontribusi Indonesia di kancah internasional.

Dengan semakin menipisnya ketersediaan lahan pertanian konvensional, sistem agroforestri berbasis sukun dinilai relevan. Pohon sukun yang mudah tumbuh dan berumur panjang dapat berfungsi sebagai penyangga ekosistem sekaligus sumber pangan.

Sejalan dengan itu, penguatan kapasitas petani melalui pelatihan dan dukungan teknologi diperlukan agar produktivitas tanaman sukun meningkat. Hal ini akan mempercepat transformasi dari sekadar tanaman pekarangan menjadi komoditas strategis.

Kegiatan seminar nasional ini menegaskan kembali bahwa keberadaan sukun bukan hanya simbol budaya lokal, tetapi juga kunci masa depan ketahanan pangan Indonesia. Jika dikelola dengan baik, Indonesia berpotensi menjadi pusat pengembangan sukun dunia.

Sebagai penutup, saran yang muncul dari para narasumber menekankan pentingnya penyediaan benih unggul. Dengan demikian, regenerasi pohon sukun di masyarakat dapat berjalan lebih cepat dan terencana.

Selain itu, diperlukan peran aktif pemerintah daerah dalam mendorong masyarakat menanam kembali pohon sukun. Insentif dan pendampingan teknis akan memperkuat komitmen petani serta memastikan keberlanjutan program.

Peningkatan kesadaran masyarakat juga menjadi faktor penting. Edukasi tentang manfaat gizi dan potensi ekonomi sukun dapat membangkitkan minat generasi muda untuk melestarikan tanaman ini.

Di samping itu, perlu adanya dukungan industri untuk memanfaatkan hasil olahan sukun dalam skala besar. Kerja sama dengan sektor swasta akan memperluas pasar domestik maupun internasional.

Akhirnya, sinergi antara pemerintah, akademisi, legislatif, dan masyarakat akan menentukan masa depan sukun. Bila langkah-langkah ini berjalan konsisten, sukun tidak hanya menjadi identitas lokal, tetapi juga kontribusi nyata Indonesia bagi ketahanan pangan global. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: agroforestriFAOketahanan panganpangan duniasukunUnpad
Post Sebelumnya

Hibah CTD Tingkatkan Kapasitas Riset Kelautan Unpad

Post Selanjutnya

KAI Perpanjang Diskon Tiket Kereta Hingga Akhir Agustus

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Post Selanjutnya
KAI Perpanjang Diskon Tiket Kereta Hingga Akhir Agustus

KAI Perpanjang Diskon Tiket Kereta Hingga Akhir Agustus

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.