EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Kenapa Trump Berubah Sikap, Dukung Putin Soal Georgia,Tolak Kecam Rusia di PBB

Kenapa Trump Berubah Sikap, Dukung Putin Soal Georgia,Tolak Kecam Rusia di PBB

Trump menolak dukung kecaman Rusia di PBB terkait Georgia. Sikap AS ini membuka peluang negosiasi baru dan kritik global.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
22 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Washington EKOIN.CO – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengejutkan dunia dengan sikap barunya terkait konflik Rusia-Georgia, yang kembali menjadi sorotan pada 18 Agustus 2025. Kali ini, AS menolak mendukung kecaman terhadap Rusia atas perang 2008 dengan Georgia, berbeda dari posisi sebelumnya yang selalu sejalan dengan sekutu Baratnya.

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Keputusan ini muncul setelah sidang tertutup Dewan Keamanan PBB, di mana Denmark, Prancis, Yunani, Inggris, dan Slovenia mengeluarkan pernyataan resmi mengecam Rusia atas “invasi brutal” ke Georgia pada 17 tahun silam. Trump memilih untuk tidak menandatangani pernyataan tersebut, menandai perubahan kebijakan yang mengejutkan.

Jejak Sejarah Perang Georgia 2008

Konflik ini bermula pada 7 Agustus 2008, saat tentara Georgia, di bawah perintah Presiden Mikhail Saakashvili yang pro-Barat, menyerbu Ossetia Selatan yang ingin merdeka. Kota Tskhinvali dan pangkalan Rusia menjadi target artileri Georgia. Balasan cepat dari Rusia berhasil memukul mundur pasukan Georgia, dan gencatan senjata dimediasi Prancis tercapai pada 16 Agustus. Bulan itu juga, Rusia mengakui kemerdekaan Ossetia Selatan dan Abkhazia, bekas wilayah Georgia.

Misi pencari fakta Uni Eropa yang dipimpin diplomat Swiss Heidi Tagliavini menegaskan, “Permusuhan terbuka dimulai dengan operasi militer Georgia berskala besar terhadap Tskhinvali, yang dimulai dengan serangan artileri besar-besaran Georgia.” Pernyataan ini menguatkan pandangan bahwa serangan awal berasal dari Georgia, bukan Rusia.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Respons Politik dan Diplomasi Trump

Tina Bokuchava, Ketua Gerakan Nasional Bersatu Georgia, mengecam sikap AS. “Ini merupakan kesalahan Partai Impian Georgia yang berkuasa karena memperburuk hubungan dengan AS,” ujar Bokuchava. Ia menilai keputusan Washington sebagai bukti bahwa diplomasi Georgia saat ini telah kehilangan arah.

Trump sebelumnya telah mengakhiri boikot diplomatik pemerintahan sebelumnya terhadap Rusia dan memulai upaya mediasi penyelesaian konflik Ukraina. Pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska pekan lalu menjadi langkah nyata Trump untuk mendorong negosiasi dan menekankan pentingnya dialog antarnegara.

Langkah AS ini menjadi sorotan global, karena menunjukkan pergeseran signifikan dalam kebijakan luar negeri, terutama terhadap Rusia, yang selama ini dianggap sebagai ancaman oleh banyak negara Barat. Pakar hubungan internasional menilai bahwa keputusan Trump dapat mempengaruhi keseimbangan politik di kawasan Kaukasus dan membuka peluang baru bagi negosiasi diplomatik.

Selain itu, para diplomat mencatat bahwa posisi AS yang tidak menandatangani kecaman Rusia di PBB bisa mengubah dinamika dukungan internasional terhadap konflik Georgia. Negara-negara Eropa Barat kini menghadapi dilema dalam mempertahankan solidaritas terhadap Georgia sekaligus menyesuaikan strategi diplomatik mereka terhadap AS.

Dalam perspektif internal AS, keputusan ini mencerminkan kebijakan Trump yang pragmatis, memprioritaskan perundingan langsung dengan Rusia daripada mengikuti tekanan aliansi tradisional. Pengamat politik menilai bahwa langkah ini bisa berdampak pada citra AS di mata sekutu, namun di sisi lain membuka pintu negosiasi baru yang sebelumnya tertutup.

Langkah Trump juga sejalan dengan pendekatan mediasi konflik Ukraina, di mana ia berusaha memainkan peran sebagai fasilitator dialog. Strategi ini menunjukkan fokus pada diplomasi preventif dan penyelesaian konflik melalui negosiasi, bukan hanya sekadar kecaman politik.

Pergeseran ini juga menimbulkan pertanyaan besar tentang masa depan hubungan AS-Georgian dan keamanan regional di Kaukasus Selatan. Para analis menekankan perlunya Georgia meninjau kembali strategi diplomatiknya untuk menyesuaikan diri dengan realitas baru hubungan internasional.

Trump sendiri menegaskan bahwa keterlibatan AS tetap penting dalam menjaga perdamaian, namun metode yang digunakan harus lebih fleksibel dan berdasarkan hasil negosiasi konkret, bukan sekadar dukungan simbolis terhadap kecaman internasional.

Keputusan ini diprediksi akan memicu debat sengit di Kongres AS, terutama dari partai-partai yang masih memandang Rusia sebagai ancaman signifikan. Diskusi tentang peran AS dalam konflik masa lalu dan masa kini kemungkinan akan menjadi topik utama politik luar negeri Amerika.

Secara keseluruhan, sikap AS yang berubah terhadap perang Georgia 2008 menjadi indikator penting dari strategi Trump yang mengutamakan pragmatisme dalam diplomasi, sekaligus memunculkan pertanyaan tentang konsistensi kebijakan luar negeri AS terhadap sekutu dan rival global.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: diplomasiGeorgiakonflikPBBRusiatrump
Post Sebelumnya

Rusia Serang Ukraina dengan 574 Drone Masif Hantam Pabrik AS

Post Selanjutnya

Rusia Pastikan Pasok Minyak ke India Tanpa Henti Meski Tekanan AS Meningkat

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Rusia Pastikan Pasok Minyak ke India Tanpa Henti Meski Tekanan AS Meningkat

Rusia Pastikan Pasok Minyak ke India Tanpa Henti Meski Tekanan AS Meningkat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.