EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Lelang Cabai Bligo Dongkrak Harga Petani

Lelang Cabai Bligo Dongkrak Harga Petani

Lelang cabai Bligo berhasil membuat petani lebih sejahtera dengan harga lebih adil. Sistem ini memberi transparansi pasar dan mendorong inovasi produk olahan cabai.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
23 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, PERTANIAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

MAGELANG, EKOIN.CO – Petani cabai di Desa Bligo, Kecamatan Ngluwar, Kabupaten Magelang, berhasil mendapatkan keuntungan lebih tinggi berkat sistem lelang cabai terbuka yang digagas Kelompok Tani Ngudi Rahayu IV atau dikenal dengan nama TOP Cabai Bligo. Sistem ini memungkinkan petani menjual cabai langsung kepada pedagang tanpa harus bergantung pada tengkulak.
Gabung WA Channel EKOIN di sini.

Setiap sore, para petani membawa cabai keriting maupun rawit hasil panen ke pusat lelang. Proses dimulai dari penimbangan, penyortiran sesuai kualitas, hingga pengemasan sebelum dilepas ke pedagang yang memberikan penawaran harga. Menurut keterangan anggota kelompok, Tri Sujarwo, sistem ini memberikan kepastian pasar sekaligus pembayaran lebih cepat.

“Mulai jam 4 sore sampai 7 malam cabai dari petani masuk, lalu disortir dan dikemas sebelum dibawa ke pusat lelang. Uangnya bisa diterima petani keesokan harinya setelah pedagang melakukan pembayaran,” ujarnya.

Lelang Cabai Dorong Kesejahteraan Petani

Pada musim panen raya, kelompok tani ini mampu melepas lebih dari satu ton cabai setiap hari melalui sistem lelang cabai. Namun, faktor cuaca masih sangat memengaruhi hasil lelang. Misalnya, saat musim hujan, cabai lebih cepat busuk karena kadar air tinggi sehingga proses sortir harus dilakukan lebih ketat.

Hartoto, Ketua Kelompok Tani Ngudi Rahayu IV, menjelaskan pasar lelang yang dimulai sejak Februari 2023 kini diikuti sekitar 150 anggota, termasuk petani dan penyuluh pertanian. Ia menyebut harga cabai hasil lelang bisa lebih tinggi dibandingkan harga pasaran.

Berita Menarik Pilihan

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

“Petani lebih sejahtera, harga lebih adil, dan kualitas cabai terjaga karena sudah melalui sortir berlapis. Bahkan sebagian besar cabai kami hasil dari pertanian semi organik,” ungkap Hartoto.

Selain memberikan harga lebih baik, lelang juga membuat hubungan antara petani dan pedagang lebih transparan. Harga ditentukan secara terbuka sehingga mengurangi praktik permainan harga yang merugikan petani.

Salah satu keuntungan signifikan adalah selisih harga yang bisa mencapai Rp5.000 per kilogram lebih tinggi dibandingkan sistem konvensional. Hal ini memberi dampak besar bagi petani skala kecil yang sebelumnya kerap tertekan oleh tengkulak.

Produk Turunan dari Cabai Bligo

Tidak semua cabai bisa lolos dalam proses lelang. Namun, cabai yang tidak memenuhi standar tetap dimanfaatkan. Sebagian besar diolah menjadi produk turunan seperti bon cabai dan bubuk cabai kering. Produk ini sudah mulai dipasarkan ke berbagai kota dengan permintaan yang terus meningkat.

Dengan demikian, nilai tambah tetap bisa diperoleh petani meski sebagian hasil panen tidak masuk ke pasar lelang. Upaya ini sekaligus mengurangi potensi kerugian akibat cabai rusak atau tidak sesuai kualitas.

Sistem lelang cabai yang dikembangkan di Bligo juga mendapat dukungan dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Magelang. Pemerintah daerah ikut mendampingi proses lelang serta memberikan kesempatan pedagang dari luar wilayah untuk ikut serta.

“Alhamdulillah, lelang selalu berjalan lancar. Kami juga membuka kesempatan bagi bandar cabai dari luar untuk ikut serta,” kata Hartoto.

Dengan keberadaan sistem ini, petani Bligo kini memiliki kemandirian lebih baik dalam menentukan harga jual. Mereka tidak lagi sekadar menjadi penerima harga, melainkan punya ruang tawar menawar yang lebih adil.

Sistem lelang cabai di Bligo, Magelang, terbukti membawa dampak positif bagi petani. Mereka memperoleh harga lebih tinggi, proses pembayaran lebih cepat, dan hubungan pasar yang lebih transparan.

Nilai tambah juga hadir dari produk olahan cabai yang mampu memperluas pasar hingga ke luar daerah. Hal ini memperkuat posisi petani dalam rantai pasok cabai nasional.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi dalam tata niaga pertanian dapat meningkatkan kesejahteraan petani kecil. Keterlibatan kelompok tani dan pemerintah daerah menjadi kunci keberlangsungan sistem lelang.

Ke depan, sistem ini berpotensi diperluas ke desa lain sehingga memberi manfaat lebih luas bagi komunitas petani cabai. Dengan begitu, rantai distribusi cabai nasional dapat lebih efisien sekaligus menekan ketergantungan pada tengkulak.

Bagi petani, sistem ini bukan sekadar tentang harga, tetapi juga tentang martabat dan keberlanjutan usaha tani. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: harga cabailelang cabaipasar lelangpetani Bligopetani Magelangproduk olahan cabai
Post Sebelumnya

Liciknya Immanuel Ebenezer Sertifikasi K3 Tarifnya 6 Juta Rupiah

Post Selanjutnya

Dedi Mulyadi: Relokasi PTDI Untungkan Jawa Barat

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

Post Selanjutnya
Dedi Mulyadi: Relokasi PTDI Untungkan Jawa Barat

Dedi Mulyadi: Relokasi PTDI Untungkan Jawa Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.