EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA INTERNASIONAL
Robert Kiyosaki Ingatkan Crash Pasar Terbesar Mengintai Amerika

Robert Kiyosaki Ingatkan Crash Pasar Terbesar Mengintai Amerika

Robert Kiyosaki dan Harry Dent memperingatkan crash terbesar sepanjang sejarah modern. Pasar Amerika Serikat dinilai tidak lagi mampu ditopang stimulus moneter.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
23 Agustus 2025
Kategori INTERNASIONAL, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOIN.CO – Peringatan serius kembali mencuat dari kalangan ekonom dunia. Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan populer Rich Dad Poor Dad, menegaskan bahwa crash pasar berskala besar segera datang. Sinyal bahaya ini menguat seiring pelemahan dolar AS dan meningkatnya tekanan inflasi di Amerika Serikat.

Pada 20 Agustus 2025, Kiyosaki menghadirkan ekonom senior Harry Dent di kanal Rich Dad. Dalam diskusi tersebut, Dent menilai pasar AS sedang menuju reset paling besar dalam sejarah modern. Peringatan ini dianggap relevan karena situasi ekonomi global yang belum pulih sepenuhnya dari gejolak inflasi dan suku bunga tinggi.

Prediksi Dent soal Crash Pasar

Dent memaparkan pandangannya bahwa pasar keuangan tidak bisa lagi ditopang hanya dengan likuiditas dari bank sentral. Menurutnya, stimulus yang terus digelontorkan selama lebih dari satu dekade menciptakan gelembung aset di berbagai sektor, termasuk saham, obligasi, dan properti.

Ia memperingatkan bahwa gelembung ini akan pecah dalam waktu dekat. “Kita akan melihat reset terbesar sepanjang sejarah modern,” ujar Dent. Pandangannya sejalan dengan kekhawatiran Kiyosaki yang sejak lama mengingatkan publik agar lebih waspada terhadap investasi berbasis dolar.

Kiyosaki menambahkan bahwa generasi muda perlu belajar dari krisis sebelumnya. Ia menyebut krisis 2008 sebagai contoh bagaimana gelembung kredit dapat menghancurkan sistem keuangan global. Kini, menurutnya, skala ancaman jauh lebih besar.

Berita Menarik Pilihan

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

Kiyosaki Sarankan Langkah Antisipasi

Dalam percakapan itu, Kiyosaki tidak hanya menyampaikan kekhawatiran tetapi juga menawarkan saran. Ia mendorong masyarakat untuk memperkuat aset riil seperti emas, perak, dan bitcoin. “Kalian harus siap. Crash bukan akhir segalanya, tapi bisa jadi awal kesempatan baru,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa strategi menghadapi crash tidak cukup hanya dengan menabung uang fiat. Aset alternatif yang lebih tahan inflasi dipandang menjadi pilihan yang masuk akal.

Dent sendiri memperkuat pernyataan tersebut dengan menekankan bahwa investor kecil harus berhati-hati masuk ke pasar yang sudah terlalu tinggi valuasinya. Ia menyarankan untuk lebih konservatif, sambil menunggu momentum setelah pasar jatuh.

Sejumlah analis independen turut menyoroti peringatan ini. Mereka menilai apa yang disampaikan Kiyosaki dan Dent merupakan refleksi dari kekhawatiran banyak ekonom terhadap kebijakan moneter Amerika Serikat.

Kondisi inflasi yang tak terkendali dan beban utang negara yang terus meningkat menjadi faktor utama yang memperbesar risiko crash. Dengan pasar global yang saling terkoneksi, dampak dari guncangan di Amerika Serikat hampir pasti akan merembet ke berbagai belahan dunia, termasuk Asia.

Jika skenario yang diperingatkan benar terjadi, maka investor, pemerintah, dan pelaku usaha harus menyiapkan mitigasi sejak dini. Terutama negara berkembang yang rentan terkena aliran modal keluar akibat kepanikan pasar.

Peringatan dari Robert Kiyosaki dan Harry Dent menjadi tanda serius bahwa pasar global sedang berada dalam fase berisiko tinggi. Prediksi tentang crash terbesar sepanjang sejarah modern menunjukkan bahwa ancaman ini bukan lagi sekadar teori, melainkan peringatan nyata yang harus diperhatikan.

Investor disarankan tidak hanya fokus pada keuntungan jangka pendek, tetapi juga memikirkan strategi perlindungan aset ketika kondisi pasar memburuk.

Pemerintah di berbagai negara pun perlu menyiapkan kebijakan darurat untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik. Gejolak di pasar AS berpotensi besar menekan kurs mata uang, neraca perdagangan, hingga harga komoditas.

Masyarakat diharapkan lebih bijak dalam mengelola keuangan pribadi. Diversifikasi aset menjadi kunci menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Pada akhirnya, peringatan soal crash ini dapat dijadikan momentum untuk memperbaiki pola investasi, mengurangi risiko, serta menata ulang arah kebijakan ekonomi global. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: amerikacrashekonomiinflasiKiyosakipasar
Post Sebelumnya

Menteri Nusron Komitmen Kawal Sinergi Jajaran di Moloku Kie Raha

Post Selanjutnya

Malaysia Tolak Formula 1 Karena Biaya Terlalu Mahal

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Ilustrasi proses hukum di Polda Jambi. Dua oknum polisi, Bripda Nabil dan Bripda Samson, tengah menjalani sidang kode etik atas dugaan pemerkosaan terhadap remaja perempuan. Pihak korban mendesak hukuman maksimal atas hancurnya masa depan dan cita-cita korban. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Kasus Dugaan Pemerkosaan Libatkan Oknum Polisi di Jambi: Korban Trauma, Proses Hukum Berjalan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Korban mengalami tekanan mental cukup berat. Fokus utama keluarga sekarang adalah pemulihan psikologisnya,” ujar Romiyanto, Jumat (6/2).

Post Selanjutnya
Malaysia Tolak Formula 1 Karena Biaya Terlalu Mahal

Malaysia Tolak Formula 1 Karena Biaya Terlalu Mahal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.