Jakarta, EKOIN.CO – Pemerintah menargetkan pembukaan 30 fakultas kedokteran baru di berbagai kampus di Indonesia sebagai upaya menjawab kebutuhan tenaga medis nasional. Langkah ini menjadi strategi penting untuk mengatasi kekurangan jumlah dokter umum sekaligus memperkuat kapasitas pelayanan kesehatan. Ikuti WA Channel EKOIN di sini
Kebutuhan Mendesak Dokter Umum
Menurut data Kementerian Kesehatan, Indonesia masih menghadapi ketimpangan distribusi tenaga medis di banyak daerah. Rasio dokter umum dengan jumlah penduduk masih jauh dari standar ideal WHO, yakni 1 dokter untuk 1.000 penduduk. Saat ini, Indonesia baru memiliki sekitar 0,47 dokter per 1.000 penduduk.
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, menyampaikan bahwa pembukaan fakultas kedokteran baru menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan ketersediaan dokter. “Kami ingin memastikan masyarakat di seluruh Indonesia mendapatkan akses kesehatan yang layak, dan ini harus dimulai dari ketersediaan dokter,” ujarnya.
Upaya pemerintah ini juga diarahkan untuk mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap layanan medis di kota besar. Banyak daerah terpencil kesulitan mendapatkan dokter karena minimnya tenaga yang bersedia ditempatkan. Dengan fakultas baru, diharapkan akan lahir lulusan yang siap mengabdi lebih merata di seluruh wilayah.
Pemerataan dan Tantangan Infrastruktur
Selain menambah fakultas kedokteran, pemerintah juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur pendidikan. Pembukaan fakultas baru tidak hanya soal gedung perkuliahan, tetapi juga harus dilengkapi dengan rumah sakit pendidikan, laboratorium, serta tenaga pengajar yang kompeten.
Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono menegaskan, “Kalau kita ingin menambah jumlah dokter, kita juga harus menyiapkan tempat praktik yang sesuai standar. Fakultas kedokteran tanpa rumah sakit pendidikan tidak akan efektif.”
Tantangan lain adalah memastikan kualitas lulusan tetap terjaga. Pemerintah bekerja sama dengan organisasi profesi kedokteran untuk menetapkan kurikulum yang sesuai kebutuhan zaman, termasuk teknologi kesehatan digital.
Dalam kurun empat tahun ke depan, target pembukaan 30 fakultas kedokteran baru ini diharapkan dapat menambah sekitar 15 ribu lulusan dokter umum setiap tahunnya. Angka tersebut diyakini mampu memperbaiki rasio ketersediaan dokter di Indonesia secara bertahap.
Jika program ini berjalan sesuai rencana, masyarakat di daerah terpencil bisa lebih mudah mendapatkan pelayanan medis, tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke kota besar. Pemerataan tenaga medis ini diharapkan berdampak langsung pada kualitas kesehatan nasional.
Inisiatif pemerintah ini juga menjadi bagian dari strategi besar meningkatkan daya saing bangsa. Negara dengan tenaga medis yang cukup akan lebih siap menghadapi tantangan kesehatan global, termasuk pandemi atau darurat kesehatan lainnya.
Dengan langkah strategis ini, Indonesia berpotensi memiliki sistem kesehatan yang lebih kokoh, berkelanjutan, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. (*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





