EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Rumah Singgah KAI Lindungi Pekerja Operasional Malam

Sumber dok kai.id

Rumah Singgah KAI Lindungi Pekerja Operasional Malam

Rumah Singgah KAI memberikan perlindungan bagi pekerja di stasiun terpencil.

Agus DJ oleh Agus DJ
31 Agustus 2025
Kategori EKOBIS, Ekonomi dan Bisnis, INFRASTRUKTUR
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Palembang EKOIN.CO – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperlihatkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan pekerja operasional melalui pembangunan dan pengelolaan Rumah Singgah KAI di sejumlah stasiun terpencil. Langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan serta kenyamanan para pekerja, khususnya yang bertugas di daerah dengan akses sulit dan risiko tinggi.

Program penyediaan Rumah Singgah tersebut tersebar di dua wilayah strategis, yakni Divisi Regional (Divre) III Palembang dan Divre IV Tanjungkarang. Fasilitas ini hadir sebagai tempat istirahat yang layak bagi pekerja, terutama mereka yang kerap bertugas pada malam hari atau di lokasi dengan kondisi geografis menantang.

Vice President Public Relations KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa keberadaan Rumah Singgah sangat penting. Ia menyebutkan bahwa beberapa stasiun terletak di area hutan dan lokasi terpencil, sehingga perjalanan pulang pekerja usai bertugas menjadi berisiko.

“Beberapa stasiun kami berada di daerah yang sangat terpencil, bahkan di tengah hutan. Tanpa Rumah Singgah, pekerja harus menempuh perjalanan panjang di malam hari yang penuh risiko, mulai dari tindak kejahatan hingga ancaman binatang buas. Dengan adanya Rumah Singgah, mereka dapat beristirahat dengan tenang, lebih aman, dan lebih siap untuk bekerja,” ujar Anne.

Rumah Singgah Dukung Pekerja Operasional

Dari total 31 Rumah Singgah yang tersedia, sebanyak 16 unit berada di wilayah Divre III Palembang dan 15 unit di Divre IV Tanjungkarang. Setiap fasilitas dilengkapi tempat tidur, penerangan yang memadai, serta keamanan yang terjamin. Kehadiran fasilitas ini bukan hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga memastikan pekerja tetap sehat dan produktif.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Rumah Singgah menjadi solusi konkret bagi pekerja yang sering menjalankan tugas hingga larut malam. Mereka tidak lagi perlu menempuh perjalanan jauh setelah bekerja, sehingga risiko kecelakaan maupun tindak kriminal dapat ditekan. Hal ini sejalan dengan upaya KAI dalam menjaga keberlangsungan pelayanan transportasi kereta api.

Selain untuk keselamatan, Rumah Singgah juga berperan penting dalam menjaga stabilitas operasional kereta api, terutama di sektor angkutan barang. KAI menyadari bahwa pekerja di lapangan adalah garda terdepan dalam mengamankan layanan perusahaan, sehingga fasilitas pendukung seperti ini sangat dibutuhkan.

Kontribusi pada Angkutan Batu Bara

Data menunjukkan bahwa pada periode Januari hingga Juli 2025, angkutan batu bara menyumbang 82,83% dari total volume angkutan barang KAI. Dari 39.231.134 ton angkutan barang, sebanyak 32.496.076 ton berasal dari angkutan batu bara di wilayah Sumatra Bagian Selatan.

Kehadiran Rumah Singgah di Palembang dan Tanjungkarang memberikan dampak positif terhadap kelancaran operasional tersebut. Pekerja yang dapat beristirahat dengan aman dan nyaman terbukti lebih fokus serta siap menjalankan tugas, sehingga operasional batu bara tetap stabil.

Anne menegaskan bahwa perhatian terhadap pekerja adalah bagian penting dari strategi perusahaan dalam menjaga performa. Dengan kondisi pekerja yang terjamin keselamatannya, kualitas layanan kepada pelanggan juga tetap terjaga.

“Kami berharap Rumah Singgah ini menjadi bentuk nyata apresiasi KAI terhadap dedikasi pekerja di lapangan. Mereka adalah garda terdepan yang menjaga kelancaran perjalanan kereta api sekaligus mendukung operasional angkutan barang. Memberikan rasa aman dan nyaman bagi mereka berarti juga menjaga keberlangsungan layanan bagi masyarakat,” tutup Anne.

Program Rumah Singgah ini menjadi bukti bahwa perhatian perusahaan tidak hanya terfokus pada layanan pelanggan, tetapi juga pada aspek internal yang menyangkut kesejahteraan pekerja. Dengan dukungan penuh bagi tenaga operasional, KAI optimis layanan akan semakin maksimal.

Inisiatif ini juga memperlihatkan bagaimana perusahaan menyeimbangkan antara kepentingan bisnis dan aspek kemanusiaan. Para pekerja tidak lagi merasa terbebani oleh jarak pulang yang berisiko, sehingga mereka dapat lebih produktif dalam melaksanakan tugas harian.

Selain itu, fasilitas Rumah Singgah yang tersebar di titik-titik strategis mampu mengurangi potensi hambatan operasional. Perjalanan kereta, baik untuk penumpang maupun barang, menjadi lebih terjamin kelancarannya.

KAI juga menyatakan bahwa pembangunan Rumah Singgah ini selaras dengan komitmen jangka panjang dalam memperkuat budaya keselamatan kerja. Hal ini sesuai dengan standar yang diterapkan di industri transportasi modern.

Lebih jauh, keberadaan Rumah Singgah juga memberi kontribusi pada upaya perusahaan menjaga keberlanjutan. Dengan tenaga kerja yang terlindungi, maka kualitas layanan kereta api secara keseluruhan ikut meningkat.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi sektor transportasi lainnya, bahwa kesejahteraan pekerja berbanding lurus dengan performa layanan publik. Investasi pada sumber daya manusia terbukti mampu menjaga keberlangsungan bisnis sekaligus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Secara keseluruhan, program Rumah Singgah ini menjadi bagian dari strategi KAI dalam memperkuat layanan berbasis keselamatan, produktivitas, dan kepedulian terhadap pekerja. Dengan dukungan fasilitas ini, keberlangsungan transportasi kereta api di Sumatra tetap terjaga dengan baik.

Kesimpulannya, KAI menempatkan kesejahteraan pekerja sebagai prioritas penting. Perusahaan meyakini bahwa pekerja yang terlindungi adalah kunci untuk menciptakan layanan transportasi yang lebih baik dan berkelanjutan.

Saran ke depan, pembangunan Rumah Singgah sebaiknya diperluas ke wilayah lain yang memiliki karakteristik geografis serupa. Hal ini akan memperkuat jaringan kerja serta memperluas perlindungan terhadap pekerja.

Selain itu, evaluasi berkala diperlukan agar fasilitas tetap terawat dan dapat memenuhi kebutuhan pekerja secara optimal. Penguatan koordinasi antardivisi juga penting agar pemanfaatan Rumah Singgah semakin efektif.

Diharapkan pula program ini dapat menginspirasi perusahaan lain di sektor transportasi untuk mengutamakan aspek keselamatan dan kesejahteraan pekerja. Dengan demikian, industri transportasi nasional akan semakin kuat dan berdaya saing.

Keberadaan Rumah Singgah diharapkan menjadi warisan positif bagi generasi pekerja berikutnya. Perusahaan yang peduli pada kesejahteraan karyawannya akan lebih dihargai dan dipercaya oleh publik.

Pada akhirnya, langkah KAI ini menunjukkan bahwa kesejahteraan pekerja tidak bisa dipisahkan dari keberlangsungan perusahaan. Keseimbangan antara kinerja bisnis dan kepedulian terhadap manusia menjadi kunci utama keberhasilan transportasi kereta api di Indonesia. (*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Tags: angkutan batu baraDivre PalembangDivre Tanjungkarangpekerja operasionalRumah Singgah KAIstasiun terpencil
Post Sebelumnya

Kampanye Peduli Lingkungan KAI Hadir di Stasiun Balapan

Post Selanjutnya

Pembatalan Tiket Kereta Api Kini Semakin Mudah

Agus DJ

Agus DJ

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Post Selanjutnya
Pembatalan Tiket Kereta Api Kini Semakin Mudah

Pembatalan Tiket Kereta Api Kini Semakin Mudah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.