EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Kemenkeu Siapkan Insentif Fiskal untuk Impor AS, Respons Kebijakan Trump

Kemenkeu Siapkan Insentif Fiskal untuk Impor AS, Respons Kebijakan Trump

Pemerintah membuka opsi pemotongan tarif PPN dan PPh impor produk AS sebagai respons atas kebijakan tarif resiprokal 32% dari Presiden Donald Trump, sambil mempercepat prosedur administrasi dan meningkatkan impor komoditas strategis seperti kedelai, batubara, dan pesawat terbang.

Abah Mamat oleh Abah Mamat
8 April 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, EKOI.CO – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membuka opsi penurunan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan (PPh) impor untuk produk dari Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil sebagai respons atas kebijakan tarif resiprokal sebesar 32% yang diumumkan Presiden AS Donald Trump terhadap produk Indonesia, efektif mulai 9 April 2025

“Kita buka opsinya. Pokoknya semua itu kita sampaikan, ini adalah benefit dan cost-nya,” ujar Wakil Menteri Keuangan Anggito Abimanyu dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (7/4).

Selain itu, Kemenkeu juga berfokus pada penyederhanaan prosedur administrasi untuk memudahkan pelaku usaha. Langkah tersebut mencakup percepatan pemeriksaan barang hingga penerapan teknologi seperti scanner dan X-ray.

“Kami juga menyampaikan penyederhanaan dan modernisasi, apakah menggunakan scanner, menggunakan X-ray yang lebih mudah dipahami oleh pihak importir, eksportir, maupun dari sisi mereka,” jelas Anggito.

Kebijakan ini tidak hanya berlaku untuk AS, melainkan juga negara-negara mitra dagang Indonesia lainnya. Insentif fiskal ini bertujuan mendorong impor dari AS sekaligus menjaga daya saing ekspor Indonesia ke pasar AS.

Berita Menarik Pilihan

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Berdasarkan data neraca perdagangan 2024, defisit perdagangan Indonesia dengan AS mencapai US$17,88 miliar. Untuk mengurangi defisit, pemerintah berencana meningkatkan impor komoditas strategis dari AS.

“(Komoditas yang ditawarkan untuk peningkatan impor AS) kita ambil yang top 10 Indonesia impor (dari AS),” kata Anggito.

Mengutip data Dewan Ekonomi Nasional, 10 komoditas utama yang diimpor Indonesia dari AS meliputi kacang kedelai, propana cair, hidrokarbon asiklik jenuh, batubara bitumen, dan pesawat terbang dengan berat di atas 15.000 kg.

Senada dengan pemerintah, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani menyatakan bahwa peningkatan impor AS difokuskan pada komoditas yang dibutuhkan industri dalam negeri.

“Jadi bukan mengganggu industri dalam negara kita, tapi yang dibutuhkan oleh Indonesia. Contohnya, kita ekspor besar di tekstil, tapi kita juga bisa impor kapas dari Amerika. Ini sedang kita jajaki,” ujar Shinta.

Ia menambahkan, meski tarif impor produk AS sudah relatif rendah, masih ada kendala non-tarif seperti regulasi di sektor Information and Communication Technology (ICT).

“Jadi prinsipnya, bagaimana mengidentifikasi produk-produk AS yang dibutuhkan Indonesia. Dari segi oil and gas, itu sudah pasti (diimpor dari AS),” tambahnya.
(Gambar diambil dari CNBC Indonesia)

Tags: Amerika SerikatApindodefisitICTindustri dalam negerikebijakan resiprokalKementerian Keuangankomoditas imporneraca perdagangannon-tarifoil and gasPPhPPNseperti dilansir dari Dewan Ekonomi Nasional.Shinta Kamdanitarif impor
Post Sebelumnya

Indonesia Siapkan Tim Negosiasi Hadapi Tarif Impor Tinggi AS

Post Selanjutnya

Libur Lebaran ke Jepang Tanpa Izin, Lucky Hakim Hadapi Pemanggilan Resmi

Abah Mamat

Abah Mamat

Berita Terkait

BEI Hentikan Sementara Perdagangan Saham BLUE dan ENZO di Seluruh Pasar

Fokus Investor Terhadap Saham Energi dan Telekomunikasi, Dominasi Perdagangan di BEI

oleh Akmal Solihannoer
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak positif dengan fokus investor tertuju pada saham sektor...

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, Apa Penyebabnya

oleh Ainurrahman
7 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Post Selanjutnya

Libur Lebaran ke Jepang Tanpa Izin, Lucky Hakim Hadapi Pemanggilan Resmi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.