EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda PERISTIWA DAERAH
Kades Randusari Pinjam 1,4 Miliar Rupiah Gagal Bayar Utang Bank Siap Lelang Tanah

Kades Randusari Pinjam 1,4 Miliar Rupiah Gagal Bayar Utang Bank Siap Lelang Tanah

Tanah kas desa Randusari dijadikan agunan utang Rp1,4 miliar oleh kepala desa. Kini lahan tersebut terancam dilelang akibat gagal bayar pinjaman bank.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
5 September 2025
Kategori DAERAH, PERISTIWA
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Semarang,EKOIN.CO- Kepala Desa Randusari, Satu Budiyono, menghadapi masalah besar setelah mengubah sertifikat tanah kas desa menjadi atas namanya demi mendapatkan pinjaman bank sebesar Rp1,4 miliar. Pinjaman yang dimanfaatkan untuk membangun gedung serbaguna itu kini gagal dibayar dan tanah seluas lebih dari 5 ribu meter persegi terancam dilelang pihak bank. Gabung WA Channel EKOIN.

Utang dan pembangunan gedung serbaguna

Kasus ini berawal pada 2014, saat Satu Budiyono baru dilantik sebagai Kepala Desa Randusari. Ia mengaku ingin meninggalkan gebrakan dengan membangun gedung serbaguna di desanya. Karena keterbatasan dana, ia memilih jalan berisiko: mensertifikatkan tanah kas desa atas namanya sendiri, kemudian menjadikannya agunan ke bank milik pemerintah.

“Waktu itu, pada proses pembangunan gedung serbaguna. Pembangunan gedung serbaguna tidak menggunakan dana APBDes,” ungkap Satu Budiyono.

Ia menambahkan, bersama sekretaris desa kala itu, mereka sepakat menjadikan satu dari empat bidang tanah kas desa atas namanya. Dari langkah tersebut, ia berhasil memperoleh pinjaman sekitar Rp1 miliar hingga akhirnya membengkak menjadi Rp1,4 miliar.

Ancaman lelang tanah desa

Pada awalnya, pembayaran angsuran utang masih berjalan lancar. Namun, sejak pandemi melanda, kondisi ekonomi Budiyono melemah. Usahanya terpuruk hingga ia kesulitan memenuhi kewajiban cicilan ke bank.

Berita Menarik Pilihan

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

“Dulu lancar. Waktu pandemi bisa dibilang bangkrut. Sehingga tidak bisa mengangsur kewajiban,” ucapnya.

Akibat gagal bayar, bank kini mengambil langkah tegas dengan melelang tanah kas desa yang dijadikan agunan. Lahan strategis seluas lebih dari 5 ribu meter persegi itu terancam hilang dari kepemilikan desa.

Satu Budiyono mengaku tanggung jawab pinjaman ini sepenuhnya berada di pundaknya. Namun, keberanian mengubah status tanah kas desa menjadi atas namanya sendiri kini berbuntut panjang dan menimbulkan kerugian besar bagi masyarakat.

Situasi ini juga memicu perhatian publik terkait tata kelola aset desa dan potensi penyalahgunaan kewenangan kepala desa.

Kasus ini menunjukkan bagaimana pengelolaan aset desa harus dijalankan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan kerugian.

Perlu pengawasan ketat dari pemerintah daerah dan masyarakat dalam setiap kebijakan terkait aset desa untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


Tags: kadeslelangRandusariSemarangtanah desautang
Post Sebelumnya

Bekasi Siapkan Penghapusan Tunggakan Pajak Satu Triliun Rupiah

Post Selanjutnya

Kronologi Ridwan Kamil Beli Mobil Habibie Yang Disita KPK

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bersama Inspektorat DKI Jakarta Dhany Sukma. (Foto: Ridwansyah/ekoin.co)

Pramono Terbitkan Pergub Efisiensi Energi dan Air Hadapi Perubahan Iklim

oleh Noval Verdian
7 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 5 Tahun 2026 tentang Efisiensi Energi dan...

Proses pembongkaran salah satu struktur beton tiang monorel di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta. Gubernur Pramono Anung menargetkan percepatan pengerjaan guna segera memulai penataan pedestrian dan taman di kawasan strategis Kuningan. (Foto: Istimewa)

Belasan Tahun Mangkrak, Tiang Beton Monorel di Jantung Jakarta Akhirnya Mulai Dibersihkan

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

“Setelah melihat kondisi lapangan, pengerjaan harus dipercepat. Sekarang bisa empat hingga lima tiang sehari,” kata Pramono di Hotel Aryaduta Menteng,...

DPRD mendorong Pemprov DKI untuk tetap fokus pada pengentasan kemiskinan dan layanan dasar meski tengah menghadapi tantangan stabilitas fiskal daerah. (Foto: Humas DPRD DKI/Ekoin.co)

Jakarta Membaik tapi Masih Timpang, Yuke Yurike Soroti Kesenjangan Antargenerasi yang Lebar

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Ia menilai perencanaan program daerah tidak bisa berjalan parsial, melainkan harus dikunci agar sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional...

Ilustrasi pertemuan diplomatik tingkat tinggi antara AS dan Iran di Oman. Perundingan yang dimulai Jumat (6/2/2026)

Diplomasi di Ujung Tanduk: AS-Iran Bertemu di Oman, Trump Tebar Ancaman Jika Negosiasi Nuklir Gagal

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Bagi Iran, perundingan kali ini disebut sebagai upaya mempertahankan hak nasional sekaligus membuka ruang kesepahaman baru.

Post Selanjutnya
Kronologi Ridwan Kamil Beli Mobil Habibie Yang Disita KPK

Kronologi Ridwan Kamil Beli Mobil Habibie Yang Disita KPK

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.