Kurikulum Cinta Digaungkan di Pendidikan Agama.
Jakarta, EKOIN.CO – Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang digagas oleh Kementerian Agama (Kemenag) terus digaungkan sebagai upaya untuk menanamkan nilai-nilai kasih sayang di lingkungan pendidikan keagamaan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk menciptakan suasana belajar yang lebih humanis dan penuh empati, menjadikan sekolah tidak hanya sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga wadah pembentukan karakter.
Kepala Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BMBPSDM) Kemenag, Muhammad Ali Ramdhani, menegaskan bahwa pendidikan berbasis cinta harus menerapkan prinsip afirmasi positif dalam implementasinya. Hal ini menjadi kunci untuk memastikan pendekatan ini tidak disalahartikan.
Baca juga : Daging Dam Haji Disalurkan Untuk Masyarakat.
“Proses pendidikan kita yang berbasis cinta itu tidak boleh marah, tapi ramah. Tidak boleh membidik, tapi mendidik. Jangan menghina, tapi membina. Jangan menghajar, tapi mengajar, dan selalu merangkul bukan memukul,” ujar Kang Dhani, sapaan akrabnya, dalam acara Dialog dari Hati: Kurikulum Berbasis Cinta di Ciputat, Minggu (7/9/2025).
Kang Dhani menjelaskan bahwa pemahaman cinta, termasuk dalam implementasi pendidikan, harus dilakukan secara proporsional. Ia mengingatkan adanya batasan yang perlu ditaati dalam penerapannya pada berbagai aspek kehidupan. Prinsip ini memastikan bahwa nilai-nilai kebenaran tidak dikorbankan demi kasih sayang.
Menurutnya, cinta harus berlandaskan nilai ilahi. Hal ini karena cinta merupakan jembatan manusia dengan ajaran-ajaran ketuhanan. “Ini adalah cara yang secara proporsional menempatkan cinta pada ruang-ruang ilahiah. Tidak kemudian dia menafikan nilai-nilai kebenaran,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Keagamaan (Pusbangkom SDM-PK) BMBPSDM Kemenag RI, Mastuki, menyampaikan bahwa pendidikan diibaratkan sebagai wadah untuk menerangi anak didik agar mampu menjadi cahaya dalam kegelapan. Metafora ini menekankan peran pendidikan sebagai pembawa harapan.
“Kurikulum cinta fokus pada pengajaran nilai-nilai cinta, empati, dan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Mastuki. Ini menunjukkan bahwa KBC tidak hanya teori, tetapi juga praktik yang harus diimplementasikan secara konsisten.
Mastuki juga mengutip pesan Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, yang menekankan pentingnya spirit cinta yang menyatu dalam keseharian di lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Cinta, lanjut Mastuki, bukan sekadar mata pelajaran, melainkan pembudayaan dan pembelajaran yang hidup.
“Kepada guru dan pendidik, Menag berpesan mengajarkan KBC itu adalah proses pembatinan, spiritualization of subject,” ungkapnya. Ini berarti guru harus menginternalisasi nilai-nilai cinta dalam setiap mata pelajaran yang diajarkan, bukan hanya menganggapnya sebagai materi tambahan.
Menurut Mastuki, KBC tidak hanya mengajarkan siswa untuk mencintai diri sendiri, tetapi juga menghargai, memahami, dan menyayangi orang lain tanpa memandang perbedaan suku, agama, ras, atau golongan. Dengan demikian, kurikulum ini juga berperan dalam memupuk toleransi dan kerukunan.
“Ibarat benih, cinta tak hanya ditanam lalu dibiarkan, ia perlu dirawat, disiram, dan dipupuk dengan sepenuh cinta, disiangi dari kemungkinan hama yang menyerang,” katanya. Perumpamaan ini menggambarkan bahwa menanamkan nilai cinta adalah proses yang membutuhkan perhatian dan ketekunan.
Ia menambahkan, konsep dialog dari hati dalam kegiatan tersebut mengandung makna, filosofi, dan nilai cinta dalam pembelajaran. Dialog ini diharapkan menghadirkan suasana indah penuh cinta yang dapat dirasakan, meresonansi ke berbagai penjuru, dan dinikmati para pencari cinta.
“Semoga forum ini membawa berkah, menginspirasi para tamu undangan, dan memberikan bekal penuh makna kepada para peserta,” ungkapnya, sebagai penutup acara.
Implikasi Kurikulum Berbasis Cinta
Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta memiliki implikasi besar dalam dunia pendidikan keagamaan. Kurikulum ini berpotensi mengubah wajah pendidikan yang selama ini mungkin cenderung formal dan kaku, menjadi lebih inklusif dan ramah. Dengan mengutamakan kasih sayang, proses belajar-mengajar dapat menjadi lebih efektif karena siswa merasa aman dan dihargai.
Kurikulum ini juga relevan dengan tantangan sosial yang ada. Di tengah meningkatnya intoleransi dan polarisasi, KBC dapat menjadi penawar yang kuat. Dengan mengajarkan empati dan kasih sayang, kurikulum ini dapat melahirkan generasi yang lebih toleran, menghargai keberagaman, dan mampu membangun harmoni di tengah perbedaan.
Strategi Implementasi yang Komprehensif
Kemenag tidak hanya memperkenalkan konsep, tetapi juga memikirkan strategi implementasi yang komprehensif. Mulai dari dialog untuk menyebarkan pemahaman, hingga penekanan pada peran guru sebagai spiritualizer, semua langkah ini menunjukkan keseriusan. Tanpa peran aktif guru, kurikulum ini hanya akan menjadi dokumen tanpa jiwa.
Selain itu, penekanan pada nilai ilahi sebagai fondasi cinta adalah hal yang fundamental dalam pendidikan agama. Dengan cara ini, cinta yang diajarkan tidak menjadi sekadar emosi, tetapi memiliki dimensi spiritual yang mendalam, terhubung langsung dengan ajaran agama.
Penerapan Kurikulum Berbasis Cinta ini adalah langkah maju dalam reformasi pendidikan. Ia menunjukkan bahwa Kemenag berkomitmen untuk tidak hanya mencetak insan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan spiritual. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan bangsa yang lebih baik.
Dengan terus digaungkannya KBC, diharapkan nilai-nilai kasih sayang tidak hanya mengakar di lingkungan pendidikan, tetapi juga menyebar ke masyarakat luas. Pendidikan adalah cerminan dari masyarakat, dan kurikulum ini adalah upaya untuk menciptakan cerminan yang lebih indah dan damai.
Pada akhirnya, keberhasilan KBC akan diukur dari bagaimana para lulusannya mampu membawa nilai-nilai cinta ini dalam kehidupan sehari-hari, menjadi agen perubahan yang menyebarkan kebaikan dan toleransi.(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v























Tinggalkan Balasan