EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS EKONOMI
Penyebab Laba Vale di Kuartal II-2025 Turun Jadi Rp 57,65 Miliar

Penyebab Laba Vale di Kuartal II-2025 Turun Jadi Rp 57,65 Miliar

PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat penurunan laba bersih di kuartal II-2025 ini menjadi US$ 3,5 juta setara Rp 57,65 miliar (asumsi kurs Rp 16.472 per US$). Laba ini turun 83,94% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar US$ 21,8 juta setara Rp 359,33 miliar.

Ray oleh Ray
11 September 2025
Kategori EKONOMI, INDUSTRI, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat penurunan laba bersih di kuartal II-2025 ini menjadi US$ 3,5 juta setara Rp 57,65 miliar (asumsi kurs Rp 16.472 per US$). Laba ini turun 83,94% dibandingkan periode yang sama tahun 2024 sebesar US$ 21,8 juta setara Rp 359,33 miliar.

Direktur INCO Rizky Andhika Putra mengatakan pelemahan harga jual nikel dunia menjadi faktor utama penurunan laba INCO. Harga rata-rata nikel matte sepanjang Semester I-2025 tercatat sebesar US$ 12.014 per ton, turun sekitar 10% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Harga realisasi rata-rata per nikel matte pada semester pertama tahun 2025 mencapai 12.014 per ton, yang dimana ini merupakan penurunan sekitar 10% jika dibandingkan dengan periode yang sama sebelumnya,” ujarnya dalam Public Expose INCO secara daring, Kamis (11/9/2025).

Selain itu, percepatan jadwal pemeliharaan turut berdampak terhadap struktur biaya operasional perusahaan. Pihaknya memutuskan untuk memajukan kegiatan pemeliharaan selama 20 hari ke semester I-2025, yang awalnya direncanakan di paruh kedua tahun ini.

“Juga terdapat pelaksanaan proyek-proyek baru, lalu keputusan kami juga, tadi seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Abu, untuk mempercepat jadwal pemeliharaan perencanaan, yang dimana itu sekitar 20 hari, mulai pada paruh kedua tahun 2025, juga berdampak pada operasional yang dimulai sebelumnya,” tambahnya.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Meski laba vale mengalami penurunan, Rizky mengatakan pihaknya masih berhasil mempertahankan kinerja keuangan dalam kondisi yang sehat.

“Namun, pada akhirnya, juga dari sisi laba vale, kami berhasil mempertahankan performa ini dan pada level yang sehat sebesar US$ 92 juta,” tandasnya.

INCO mencatat, penyusutan laba pada Semester I-2025 sebesar 32,4% menjadi US$ 25,2 juta setara Rp 415,35 miliar dari US$ 37,28 juta setara Rp 614,27 miliar di periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan perusahaan vale juga tercatat menurun pada Kuartal II-2025 sebesar US$ 220,2 juta setara Rp 3,62 triliun. Sedangkan pada Semester I-2025, pendapatan perusahaan tercatat sebesar US$ 426,7 juta setara Rp 7,03 triliun atau menurun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 478,7 juta setara Rp 7,89 triliun.

Tags: indonesialabaVale
Post Sebelumnya

Menperin Beri Sinyal Insentif Mobil Listrik Impor Tak Lanjut di 2026

Post Selanjutnya

Bos PTBA Buka-bukaan Alasan Laba Anjlok 59% di Semester I-2025

Ray

Ray

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Bos PTBA Buka-bukaan Alasan Laba Anjlok 59% di Semester I-2025

Bos PTBA Buka-bukaan Alasan Laba Anjlok 59% di Semester I-2025

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.