EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Bos PTBA Buka-bukaan Alasan Laba Anjlok 59% di Semester I-2025

Bos PTBA Buka-bukaan Alasan Laba Anjlok 59% di Semester I-2025

Emiten BUMN tambang, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 59% year on year (yoy) menjadi Rp 833 miliar di semester I-2025. Hasil ini disebabkan oleh turunnya harga batu bara serta kenaikan stripping ratio.

Ray oleh Ray
11 September 2025
Kategori EKOBIS, EKONOMI, INDUSTRI, NASIONAL
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Emiten BUMN tambang, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 59% year on year (yoy) menjadi Rp 833 miliar di semester I-2025. Hasil ini disebabkan oleh turunnya harga batu bara serta kenaikan stripping ratio.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Bukit Asam, Una Lindasari menjelaskan, harga batu bara mengalami penurunan yang cukup drastis pada semester I-2025. Ditambah lagi, terdapat Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM No. 72 Tahun 2025 yang disusul oleh penerbitan Kepmen ESDM No. 268 Tahun 2025 membuat PTBA hanya berfokus pada penjualan batubara yang bisa memenuhi kriteria yang terdapat di dalam peraturan baru, yaitu sesuai dengan Harga Patokan Batubara (HPB).

Dari sisi operasional, produksi batu bara PTBA tumbuh 16% yoy menjadi 21,73 juta ton pada semester I-2025. Pada saat yang sama, volume penjualan batu bara PTBA naik 8% yoy menjadi 21,62 juta ton. Adapun volume pengangkutan batu bara PTBA juga meningkat 9% yoy menjadi 19,28 juta ton pada paruh pertama tahun ini.

“Untuk semester pertama tahun 2025 dibandingkan dengan semester pertama 2024, terdapat kenaikan produksi batu bara 16% yoy. Untuk penjualan batu bara ada kenaikan yang sebesar 8% yoy itu dibandingkan dengan semester pertama tahun 2024, sementara transportasi itu naik 9% yoy dibandingkan dengan semester pertama 2024 dan stripping ratio mengalami kenaikan dari 5,9 di tahun sebelumnya menjadi 6,17 di tahun ini,” terang dia dalam Pubex Live 2025, Kamis (11/9/2025).

Dari sisi kinerja keuangan, pendapatan PTBA tumbuh 4% yoy menjadi Rp 20,45 triliun pada semester I-2025. Namun, laba bersih PTBA justru turun sebesar 59% yoy menjadi Rp 0,83 triliun. Hal ini seiring penurunan harga jual rata-rata batu bara PTBA sebesar 4% yoy menjadi Rp 930.000 per ton.

Berita Menarik Pilihan

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

Di samping itu, biaya produksi PTBA naik sekitar 3% yoy dibandingkan enam bulan pertama tahun lalu. Penyebabnya ada beberapa hal, antara lain

efek kenaikan royalti, kenaikan harga bahan bakar karena PTBA seiring penggunaan B40 sebagai bahan bakar, serta kenaikan biaya transportasi sesuai dengan kontrak dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang menetapkan kebijakan kenaikan biaya 4% setiap tahunnya.

Una juga menjelaskan, PTBA tengah melakukan efisiensi guna menekan biaya jasa tambang ketika harga batu bara jatuh. Dalam hal ini, PTBA melakukan negosiasi dengan hampir semua kontraktor jasa pertambangan. Selain itu, PTBA juga aktif melakukan negosiasi dengan PT KAI untuk mengurangi biaya-biaya yang ditanggung oleh emiten tersebut.

“Dari sisi internal, kami juga berusaha menahan beberapa kos kami agar efisiensinya secara keseluruhan bisa tercapai. Jadi ada beberapa inisiatif yang sudah kami lakukan. Dari sisi operasi dan produksi, yang dilakukan oleh tim di lapangan adalah mengoptimalkan penambangan,” tandasnya.

Tags: labaPTBA
Post Sebelumnya

Penyebab Laba Vale di Kuartal II-2025 Turun Jadi Rp 57,65 Miliar

Post Selanjutnya

BRI Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Banjir di Bali & NTT

Ray

Ray

Berita Terkait

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Pemprov DKI menargetkan angka inflasi Jakarta tahun ini berada di bawah sasaran nasional guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah tren pertumbuhan ekonomi yang positif. (Foto: Humas Pemprov DKI/Ekoin.co)

Jurus Klasik Jelang Ramadan: Pramono Obral Target Inflasi Rendah Saat Harga Sembako Mulai ‘Pemanasan’

oleh Noval Verdian
6 Februari 2026
0

Kepala Perwakilan Bank Indonesia DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyebut pemulihan ekonomi Jakarta sebagai momentum penting setelah perlambatan pada kuartal sebelumnya.

Post Selanjutnya
BRI Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Banjir di Bali & NTT

BRI Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Banjir di Bali & NTT

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.