EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
PLN Butuh Rp 3.000 Triliun Energi

PLN Butuh Rp 3.000 Triliun Energi

PLN membutuhkan Rp 3.000 triliun untuk menjalankan RUPTL 2025-2034 yang berbasis 76 persen energi baru terbarukan. Strategi pendanaan mencakup pembiayaan konvensional, sustainability financing, hingga dukungan pemerintah.

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
14 September 2025
Kategori EKOBIS, ENERGI
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta,EKOIN.CO- PT PLN (Persero) menegaskan kebutuhan dana mencapai Rp 3.000 triliun untuk menjalankan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034. RUPTL ini disebut sebagai yang “terhijau” karena 76 persen pembangkit listrik direncanakan berbasis energi baru terbarukan (EBT).

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v

Direktur Teknologi, Engineering, dan Keberlanjutan PLN, Evy Haryadi, mengungkapkan kebutuhan dana itu setara US$ 188–200 miliar. “Dari hitungan kami untuk RUPTL 2025-2034, paling tidak kita membutuhkan sekitar US$ 188-200 miliar atau sekitar Rp 3.000 triliun,” jelas Evy dalam agenda di Jakarta, Minggu (14/9/2025).

Strategi pendanaan energi

PLN menyadari angka tersebut bukanlah investasi kecil. Karena itu, perusahaan telah menyiapkan beberapa jalur pendanaan. Strategi yang ditempuh antara lain pembiayaan konvensional, skema sustainability financing, serta dukungan pembiayaan dari pemerintah.

Menurut Evy, kombinasi strategi pendanaan itu penting agar program RUPTL tetap berjalan sesuai target. PLN menekankan bahwa proyek energi bersih membutuhkan dukungan kuat dari berbagai pihak, termasuk sektor keuangan dan lembaga internasional.

Berita Menarik Pilihan

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

RUPTL 2025-2034 menempatkan transisi energi sebagai fondasi utama. Dengan 76 persen berbasis EBT, proyek ini diharapkan dapat menekan ketergantungan pada energi fosil, sekaligus mendukung target Indonesia menuju net zero emission pada 2060.

Arah pembangunan energi

Pemerintah sendiri memberikan sinyal dukungan penuh terhadap arah pembangunan energi berkelanjutan. PLN menargetkan pertumbuhan kapasitas pembangkit berbasis EBT dalam 10 tahun ke depan akan menjadi tulang punggung pasokan listrik nasional.

Evy menambahkan, tantangan terbesar bukan hanya ketersediaan pendanaan, tetapi juga percepatan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan. Konektivitas jaringan listrik antarpulau dan penguatan transmisi menjadi fokus penting.

Selain itu, PLN juga membuka ruang kerja sama dengan investor asing. Hal ini diharapkan memperluas akses pendanaan dan teknologi untuk mempercepat transisi energi di Indonesia.

Sementara itu, kalangan analis energi menilai, keberhasilan RUPTL akan sangat bergantung pada konsistensi pemerintah dalam memberikan regulasi dan insentif. Kepastian hukum dianggap menjadi faktor penentu bagi investor untuk menanamkan modal pada proyek EBT.

Dengan kebutuhan dana yang sangat besar, PLN menegaskan komitmennya untuk tetap mendorong percepatan transisi energi nasional. Skema kolaborasi lintas sektor menjadi salah satu kunci agar pembiayaan dapat terealisasi tanpa membebani keuangan negara secara berlebihan.

Upaya ini sekaligus memperlihatkan peran strategis PLN dalam menjaga ketahanan energi nasional. Transisi menuju EBT tidak hanya menjawab kebutuhan listrik masa depan, tetapi juga mendukung agenda global dalam menekan emisi karbon.

PLN menekankan bahwa momentum menuju energi bersih harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan dukungan regulasi, pembiayaan, dan kerja sama internasional, target RUPTL 2025-2034 diharapkan dapat tercapai sesuai rencana.

(*)

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: EBTenergiinvestasiPemerintahPLNRUPTL
Post Sebelumnya

Harta Karun Migas Jatim Digenggam TIS Petroleum

Post Selanjutnya

Danantara Didorong Biayai Proyek EBT Nasional

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

IHSG Tertekan Rating Moody’s, OJK Yakinkan Pasar Fundamental Ekonomi Solid

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Moody's Investors Service (Moody's) mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, dengan penyesuaian outlook dari Stabil menjadi Negatif. Revisi...

BI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Program Asta Cita Pemerintah guna menjaga stabilitas makroekonomi dan menarik investasi asing di tahun 2026. (Foto: Humas BI/Ekoin.co)

Risiko Kepastian Kebijakan Menghantui, Moody’s Ubah Outlook Ekonomi Indonesia Jadi Negatif

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Moody's juga memperkirakan bahwa rasio utang Pemerintah terhadap PDB akan tetap akan terjaga rendah di bawah peers. Namun demikian, menurut Moody's,...

Post Selanjutnya
Danantara Didorong Biayai Proyek EBT Nasional

Danantara Didorong Biayai Proyek EBT Nasional

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.