Jakarta EKOIN.CO – Nama Budi Gunawan kembali jadi sorotan publik meski sudah dicopot dari jabatan Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam). Hal ini terjadi karena Presiden Prabowo Subianto belum juga menunjuk pengganti definitif untuk posisi tersebut setelah Budi resmi lengser pada 8 September 2025.
Gabung WA Channel EKOIN untuk berita terkini
Untuk sementara, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin ditunjuk sebagai Menko Polkam ad interim agar koordinasi keamanan dan politik tetap berjalan. Namun, siapa sosok yang akan menggantikan Budi secara permanen masih menjadi teka-teki yang belum terjawab.
Budi Gunawan menjabat Menko Polkam kurang dari setahun, tepatnya selama 10 bulan 18 hari, mulai 21 Oktober 2024 hingga 8 September 2025. Dalam periode itu, rekam jejaknya tak lepas dari sorotan publik, terutama terkait kasus judi online (judol).
Budi Gunawan dan Pusaran Kasus Judol
Nama Budi Gunawan mencuat dalam rekaman suara yang ramai beredar di media sosial. Rekaman tersebut berisi suara yang diduga milik eks Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi, yang saat itu juga dikenal sebagai Ketua Relawan Pro Jokowi (Projo).
Dalam rekaman, Budi Arie menyebut nama Budi Gunawan serta Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam konteks pusaran kasus judol di Tanah Air. Penyebutan itu memicu kontroversi luas, terlebih ketika kasus judi online sedang menjadi perhatian besar masyarakat.
Kasus itu juga muncul di tengah persidangan kasus dugaan perlindungan situs judol oleh sejumlah oknum pegawai Kemenkominfo. Jaksa Penuntut Umum (JPU) membacakan dakwaan tersebut di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu, 14 April 2025.
Dugaan Keterlibatan Partai Politik dalam Judol
Selain menyeret nama Budi Gunawan, Budi Arie Setiadi juga melontarkan pernyataan soal dugaan keterlibatan partai politik dalam bisnis judol. Ia menuding ada partai yang kini duduk di parlemen bermain dalam jaringan bisnis ilegal itu.
“Partai itu adalah ‘Partai Mitra Judol’,” ungkap Budi Arie dalam keterangannya. Ucapannya tersebut semakin menambah kompleksitas isu, mengingat judol menjadi problem serius yang kini tengah diberantas aparat penegak hukum.
Budi Arie sebelumnya membantah keterlibatannya dalam bisnis judol. Namun, pernyataan barunya yang menyeret parpol membuka babak baru polemik yang menyeret banyak nama besar.
Sementara itu, Prabowo Subianto hingga kini memilih diam terkait siapa yang akan menggantikan posisi Budi Gunawan. Publik menilai kekosongan kursi Menko Polkam terlalu lama, mengingat posisi itu sangat strategis dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
Spekulasi pun berkembang terkait siapa sosok yang layak menempati kursi Menko Polkam. Namun, sampai sekarang belum ada sinyal resmi dari Istana mengenai nama pengganti.
Meskipun sudah lengser, nama Budi Gunawan masih terus disebut-sebut. Baik karena rekam jejaknya selama 10 bulan 18 hari menjabat, maupun kaitannya dengan pusaran kasus judol yang hingga kini masih menjadi perhatian publik.
(*)
Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v





