EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
EKOIN.CO
Beranda EKOBIS
Kredit Nganggur RI Sentuh 2.372 Triliun Rupiah, BI Desak Bank Turunkan Bunga Kredit

Kredit Nganggur RI Sentuh 2.372 Triliun Rupiah, BI Desak Bank Turunkan Bunga Kredit

Kredit nganggur capai Rp2.372 triliun, BI desak bank turunkan bunga. Tingginya bunga kredit dan sikap hati-hati usaha perlebar jarak penyerapan pinjaman

Akmal Solihannoer oleh Akmal Solihannoer
18 September 2025
Kategori EKOBIS, KEUANGAN
0
A A
0
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta, EKOIN.CO – Bank Indonesia (BI) mengungkapkan kredit nganggur atau undisbursed loan mencapai Rp2.372,11 triliun pada Agustus 2025. Jumlah ini setara 22,71 persen dari total plafon kredit perbankan yang tersedia. Fenomena kredit nganggur dinilai menjadi sinyal penting yang perlu segera direspons sektor perbankan.

GABUNG WA NEWS EKOIN

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menegaskan bahwa angka kredit nganggur ini dipicu oleh sejumlah faktor. Antara lain sikap pelaku usaha yang masih menunda realisasi investasi, beban bunga pinjaman yang tinggi, serta kecenderungan perusahaan memanfaatkan dana internal lebih dulu.

Menurut Perry, kondisi tersebut dapat memperlambat penyaluran pembiayaan produktif ke sektor riil. Padahal, kebutuhan pembiayaan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semakin mendesak. “Kami mendorong agar perbankan menurunkan bunga kredit sehingga daya serap pinjaman dapat meningkat,” ujarnya.

BI Soroti Tingginya Bunga Kredit

Perry menilai masih mahalnya bunga kredit menjadi salah satu penyebab utama kredit nganggur. Hal ini membuat pelaku usaha lebih memilih menahan ekspansi ketimbang mengambil risiko menambah utang dengan biaya besar.

Berita Menarik Pilihan

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

Bank sentral pun meminta lembaga keuangan untuk lebih adaptif menghadapi situasi global yang sarat ketidakpastian. Perry menekankan pentingnya kebijakan penurunan bunga agar perbankan tidak hanya sekadar menyalurkan likuiditas, tetapi juga memastikan kredit terserap optimal.

Selain faktor bunga, BI melihat adanya perilaku wait and see dari sektor usaha. Banyak pelaku bisnis memilih menunda ekspansi karena masih mencermati kondisi global, termasuk tren inflasi dan ketidakpastian geopolitik yang memengaruhi stabilitas keuangan.

Kredit Nganggur Hambat Sektor Riil

Kredit nganggur yang tinggi dianggap mengurangi efektivitas kebijakan moneter. Likuiditas yang tidak terserap optimal justru menahan laju pertumbuhan sektor riil.

BI memperingatkan bahwa kondisi ini bisa berdampak terhadap penciptaan lapangan kerja serta investasi baru. Dengan kredit yang menganggur, potensi pertumbuhan ekonomi nasional tidak dapat dimanfaatkan sepenuhnya.

Meski begitu, Perry menegaskan BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas makroekonomi. Bank sentral akan memperkuat koordinasi dengan pemerintah serta otoritas terkait untuk memastikan kredit benar-benar mengalir ke sektor-sektor produktif.

Data BI menunjukkan bahwa kredit perbankan memang masih tumbuh, tetapi laju pertumbuhannya melambat dibanding target tahunan. Hal ini menegaskan adanya gap antara ketersediaan plafon kredit dan realisasi penyaluran.

Perry menambahkan, perbankan perlu menyesuaikan strategi agar kredit nganggur dapat ditekan. “Ke depan, sinergi antara perbankan dan dunia usaha harus lebih erat sehingga pembiayaan benar-benar mendorong produktivitas,” kata Perry.

Pengamat keuangan menilai dorongan BI untuk menurunkan bunga kredit selaras dengan kebutuhan mempercepat pemulihan ekonomi. Namun, pelaksanaannya akan bergantung pada kebijakan masing-masing bank serta kondisi pasar.

Kredit nganggur diperkirakan masih menjadi tantangan pada kuartal IV 2025. BI berharap langkah penyesuaian suku bunga dan peningkatan kepercayaan dunia usaha bisa mengurangi ketimpangan antara plafon dan realisasi pinjaman.

Dengan berbagai dinamika tersebut, perhatian BI terhadap kredit nganggur diyakini menjadi sinyal serius agar perbankan segera menyesuaikan diri menghadapi tantangan pembiayaan di tengah perlambatan ekonomi global.


Kredit nganggur sebesar Rp2.372,11 triliun menunjukkan adanya tantangan serius dalam sistem pembiayaan nasional. Tingginya suku bunga kredit dan sikap hati-hati dunia usaha menjadi faktor utama fenomena ini. BI mendesak perbankan agar segera menurunkan bunga demi meningkatkan daya serap pinjaman. Perbankan disarankan untuk lebih agresif dalam menyesuaikan suku bunga, memperluas akses kredit, dan membangun kepercayaan dunia usaha. Dengan demikian, kredit nganggur dapat ditekan sehingga pembiayaan produktif lebih optimal mendukung pertumbuhan ekonomi. ( * )

Berlangganan gratis WA NEWS EKOIN lewat saluran Whatsapp EKOIN di : https://whatsapp.com/channel/0029VbAEmcR6mYPIvKh3Yr2v


 

Tags: Bank Indonesiabunga kreditekonomikredit nganggurPerbankanPerry Warjiyo
Post Sebelumnya

Dofiri Resmi Jadi Penasihat Reformasi Kepolisian

Post Selanjutnya

MK Tolak Uji Materi Syarat Pendidikan Polisi

Akmal Solihannoer

Akmal Solihannoer

Berita Terkait

Pertamina mendesak percepatan izin pembebasan cukai di 120 terminal BBM guna mendukung ekspansi produk Pertamax Green yang lebih kompetitif. (Foto: Istimewa/Ekoin.co)

Demi Pertamax Green, Pertamina Lobi Kemenkeu Hapus Cukai Etanol di 120 Terminal BBM

oleh Hasrul Ekoin
6 Februari 2026
0

Pertamina saat ini memiliki ratusan titik distribusi yang berpotensi mengadopsi skema serupa apabila regulasi cukai disederhanakan.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Jumat, 6 Februari 2026, ditutup anjlok signifikan di zona merah.

IHSG Kembali Tersungkur di Zona Merah pada Sesi Penutupan Pekan ini, ini Penyebabnya

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Namun tenaga itu tak bertahan lama. Tekanan jual kembali datang hingga indeks terperosok ke level terendah 7.888,17. Memasuki sesi berjalan,...

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

Pertumbuhan Ekonomi Jakarta Capai 5,21 Persen, Lebih Tinggi dari Pemerintah Pusat

oleh Ridwansyah
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Pertumbuhan ekonomi di Jakarta dipastikan melebih pemerintah pusat. Pasalnya berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik perekonomian Jakarta pada...

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

Akibat Gejolak Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Januari 2026 Tekor Jadi Rp2.596,66 Triliun

oleh Ainurrahman
6 Februari 2026
0

Jakarta, Ekoin.co - Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Januari 2026 tetap tinggi sebesar 154,6 miliar...

Post Selanjutnya
MK Tolak Uji Materi Syarat Pendidikan Polisi

MK Tolak Uji Materi Syarat Pendidikan Polisi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

EKOIN.CO

EKOIN.CO - Media Ekonomi Nomor 1 di Indonesia

  • REDAKSI
  • IKLAN
  • MEDIA CYBER
  • PETA SITUS
  • KEBIJAKAN PRIVASI
  • PERSYARATAN LAYANAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Tidak ada hasil
Lihat semua hasil
  • BERANDA
  • EKOBIS
    • EKONOMI
    • KEUANGAN
    • INDUSTRI
    • INFRASTRUKTUR
    • PERTANIAN
    • PROPERTI
    • UMKM
    • PROFIL
    • ENERGI
  • PERISTIWA
    • INTERNASIONAL
    • NASIONAL
    • MEGAPOLITAN
    • KRIMINAL
    • OPINI
    • SOSIAL
    • BREAKING NEWS
    • LINGKUNGAN
  • POLKUM
    • POLITIK
    • HUKUM
    • LIPUTAN KHUSUS
    • CEK FAKTA
    • BERITA FOTO
    • BERITA VIDEO
  • HIBURAN
    • KEGIATAN
    • DESTINASI
    • KESEHATAN
    • KULINER
    • OTOMOTIF
    • SELEBRITI
    • MUSIK
  • RAGAM
    • EBOOK
    • EDUKASI
    • HIKMAH
    • SENI & BUDAYA
    • TIPS
    • OLAHRAGA
    • TEKNOLOGI

© 2025 EKOIN.CO
Media Ekonomi No. 1 di Indonesia
Developed by logeeka.id.